5 februari 2002
"Bagaimana anak dan istri saya dok?" Seorang pria paruh baya nampak gusar saat menunggu di depan UGD hari ini anak ke3nya lahir, namun kelahirannya yang belum memasuki waktunya sehingga membahayakan kedua belah pihak.
"Anak anda selamat, jenis kelaminnya laki-laki" helaan nafas lega keluar dari sang ayah saat mengetahui anaknya selamat, tidak berlangsung lama karena setelah perkataan selanjutnya mampu membuatnya mematung seketika "Tapi... sayang istri anda tidak dapat kami selamatkan"...
Deg
" Maksud anda apa! jangan bercanda dokter! istri saya pasti baik baik saja! iyakan?!!" Narendra, pria paruh baya tersebut nampak kacau dengan air mata yang meluruh mendengar kabar bahwa istri tercintanya telah berpulang.
"Mohon maaf Pak tapi saya tidak bisa menyelamatkan istri bapak, dikarenakan kondisinya sangat lemah saat melahirkan dan beliau kehilangan banyak darah" Jelas sang dokter, tanpa pikir panjang narendra berlari tunggang langgang memasuki UGD.
Disana, Didalam ruangan terlihat wanita paruh baya yang sangat cantik, terbujur kaku dengan wajah pucat pasi, senyumnya tak pernah luntur di dalam wajah damainya.
"Kenapa win, kenapa kamu tega ninggalin aku, bangun win bangun! kita rawat anak kita sama-sama win hiks" Narendra nampak frustasi, dengan menggoncangkan tubuh sang istri ia terus merancau meminta Winda membuka matanya kembali.
Tetapi Tuhan berkata lain, Ia istrinya, wanita terkasih nya, wanita tercintanya telah berpulang menuju alam dimana tidak dapat di jangkau olehnya.
______________
Setelah mengantarkan sang istri menuju tempat peristirahatan terakhirnya, Narenda dengan penuh amarah menggendong bayi yang baru 2hari lahir hendak keluar rumah.
"Ayah! mau di bawa kemana adiku?" sang kakak Markus bertanya saat melihat Ayahnya hendak membawa Adiknya pergi keluar rumah beserta tas bayi di tangannya.
"Aku akan membuangnya ke panti asuhan, dia yang telah menyebabkan ibumu meninggal!" Tanpa memalingkan wajahnya narenda menjawab dengan nada dingin.
Tidak! bukan adiknya yang membuat ibunya meninggal, Bukan di Bukan! "tapi yah bukan dia yang menyebabkan ibu meninggal, semua itu sudah takdir yah sud-"
"DIAM" Ucapan Markus terpotong tatkala sang ayah membentak nya"sudah jelas-jelas dia yang membunuh ibumu! karna dia ibumu meninggal mark, karna dia lahir Winda pergi hisk.. jika kau tidak membolehkan ayah, ayah yang akan pergi dari sini!"
"Silahkan! silahkan ayah pergi, ini rumah ibu, aku yang akan mengurusnya, aku sudah berjanji pada ibu untuk menyayangi kedua adikku yah!!" Mark membalas ucapan sang ayah dengan lantang.
"Memangnya kamu bisa membiayai anak sialan itu mark!! mau kau kasih makan apa anak itu HAH?!!" Narendra nampak murka atas apa yang di ucapkan anak sulungnya itu.
"Memang aku pikir tidak tahu apa, seluruh warisan serta saham yang ibu tanam semua atas namaku, Jazikiel dan dia adik baruku!"Narendra dibuat mematung dengan apa yang diucapkan mark, bagaimana bisa anak sulungnya yang baru berusia 9tahun mengetahui semuanya.
Dengan hati gusar Narendra melangkahkan kakinya pergi meninggalkan pelarangan rumah " Baiklah aku pergi, dan jangan harap anak ini akan bahagia atas apa yang ia lakukan pasca dia lahir" setelah itu Narendra pergi dengan meninggalkan bayi kecilnya di ambang pintu.
mark berjalan menghampiri adiknya dan mengambilnya ia menangis tersedu sedu sembari menggendong bayi kecil nan manis itu, dari atas adik tengahnya yang baru berusia 3 tahun datang dengan mata berair, menandakan ia baru menangis atas apa yang ia lihat di rumahnya, Jazikiel berlari dan berhamburan di pelukan sang kakak sambil terus menangis" kalian tenang ya, setelah ini kakak janji, kita akan hidup bahagia bertiga"ucapnya meyakinkan sang adik kecilnya
"Yatuhan berikan aku kekuatan untuk kedua malaikat kecilku" Monolog mark sambil memeluk kedua adiknya.
___________
"kakak kakak, mau di namakan siapa adik kecilku?" Jazikiel kecil bertanya sambil terus memberikan kecupan manis pada bayi di Ranjang kamarnya, Setelah 5hari pasca kepergian sang ibu, mark memang belum memutuskan untuk memberi nama adiknya, mengingat beberapa hari ini adalah hari berat yang ia lalui sebagai anak kecil berusia 9 tahun.
"emmm siapa yaa bagaimana kalau Arkean Rafasya Narendra, kan kita keluarga Narendra" tanya mark pada jazikiel.
alih-alih senang Jazikiel justru mendengus tak suka pada ucapan sang kakak, lalu ia menjawab" Isssss, Aku saja tidak mau pake nama nalendla ayah kan jahat, ayah udah buat kak malk nangis" protes jazikiel dengan mempoutkan bibirnya membuat mark gemas sendiri lalu mencubit pipi sang adik
"Kiel nggak boleh gitu sayang, Ayah nggak jahat, ayah cuma belum siap kehilangan bunda, jadi Kiel gaboleh Gitu dong, nanti dosa gimana? emang Kiel mau masuk neraka? " mendengar ucapan sang kakak lantas Kiel menggeleng ribut.
dengan tegas ia menolak "Aaa tidakkk!! Kiel nggak mau masuk nelaka, nanti Kiel gosong nggak cakep kakak" mark terkekeh oleh kelakuan Prince kecil di hadapannya "Yaudah deh Kiel mau namanya itu aja gapapa" lanjut Kiel sedikit tak iklas.
"Kakak menyayangimu, kakak menyayangi kalian, kakak harap kalian selalu bahagia bersama-sama walaupun tanpa kasih sayang orang tua"..
Lampung 23 Juni 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Arkean || END ✓
Fiksi RemajaEND TAHAP REVISI Dia Arkean rafasya Narendra anak bungsu dari 3 saudara, Hadirnya dianggap menjadi bencana bagi sang ayah, karna hadirnya ibunya meninggalkan ketiganya. Arkean si bungsu yang dijaga setengah mati oleh kedua kakaknya, Arkean si bungs...
