11

6.3K 508 14
                                        

Setelah Sekitar dua jam Kean sadar dari pingsannya, sudah dua jam lamanya pula ia hanya melamun menatap kosong kedepan, entah apa yang ia pikirkan,  Bahkan Kedua kakaknya telah lelah membujuknya untuk sekedar membuka suara ataupun memberi respon lewat lirikan mata, dokter bilang Jantung serta paru-parunya Sudah semakin 'nakal' Sehingga ia akan sering mendapat serangan, Dilain sisi ia jazikiel maupun mark tak tau apa yang sedang bayi kecilnya pikirkan, mereka takut Kean kecewa karna telah dibohongi, yang lebih di takutkan adalah ucapan ayahnya yang terpalu menyakitkan.

Saat ini jazikiel tengah mengompres bekas tamparan yang diciptakan ayahnya, terlihat merah dan sedikit membiru, bisa dibayangkan bagaimana adik kecilnya kesakitan atas tenaga besar ayahnya, Tapi ia tak memberi respon apapun saat jazikiel sedikit menekan bekas tamparan sang ayah menggunakan handuk, jazikiel tau Hati Kean jauh lebih sakit dari fisiknya, ia tau adiknya tengah memikirkan semua ucapan sang ayah.

"Kean mau buah hm?" Untuk kesekian kalinya mark melontarkan pertanyaan dan berbagai penawaran namun hasilnya sama Kean sama sekali tak merespon ucapannya sama sekali, mark menghela nafas ia mengambil buah yang telah dikupas menyodorkan pada mulut Kean, ia tak menerima maupun menolak, semuanya masih sama Kean Tetap memandang lurus kedepan, sepertinya tembok putih itu lebih menarik dari segala galanya.

Hingga tiba-tiba jazikiel yang tengah mengompres wajah Kean dalam diam bergerak memeluk Kean merengkuh bayinya sampai terdengar suara isakan, ia berkali kali menggumamkan kata maaf pada sang adik "Hiks maaf ke, kalo Kean marah sama kakak hiks pukul kakak, tampar kakak, hukum kakak sesuka Kean hiks, asal kean jangan diemin kakak, kakak sayang sama Kean hiks" Rancau jazikiel ia sungguh tak bisa di diamkan oleh adiknya dalam keadaan seperti ini, walaupun ia tau adik kecilnya tak sepenuhnya marah padanya, ia tau setulus dan sesuci apa hati adiknya ini.

Berhasil Kean melirih jazikiel yang telah melepaskan pelukannya ia terkekeh miris dan menanggapi ucapan sang kakak "Kean Itu apa? Kean anak sialan ya? kata ayah Kean ngerebut kebahagiaan ayah, kata ayah Kean bunuh bunda, Kean itu menjijikan ya sampe ayah gamau di Pegang-pegang sama Kean?" ia mengucap kata seraya tersenyum, bukan, bukan senyum kebahagiaan melainkan senyum penuh luka, bahkan air mata Kean deras membanjiri pipi gembilnya "Kata ayah Kean nyusahin, Kata ayah Kean harusnya udah mati masa, kata ayah Kean nyusahin kakak, Kean suka ngabisin duit kakak ya?" Jazikiel kaget, setahunnya ayahnya tak begitu mengatakan banyak saat bertemu tadi, seakan tau apa yang dipikirkan sang kakak Kean melanjutkan ucapannya " Kenapa? kaget? Kean tau kok kakak bohong sama kean, ayah juga udah sempet nemuin Kean beberapa hari yang lalu, Kean pikir orang itu bohong, tapi - tapi" Kean tak mampu melanjutkan katanya ia terisak ia sungguh sakit, mark dan jazikiel tentu saja kaget atas apa yang diucapkan sang adik.

Flashback..

Hari itu saat Kean pulang diantar oleh Charles, kakaknya sedang mengikuti ekskul basket tentu saja ia akan bosan menunggu lama-lama sang kakak, kebetulan Charles menawarkan tumpangan nya jadilah sekarang ia tengah berada di dalam mobil Charles untuk pulang ke rumahnya.

Sesampainya di depan gerbang ia berpamitan dengan Charles setelah mengucap kata terimakasih, setelah mobil Charles menghilang dari pandangan barulah Kean berbalik hendak membuka gerbang, baru saja tangannya menyentuh tralis besi niatnya urung saat ada yang menepuk bahunya, ia terkejut jantungnya bekerja dua kali lipat, ia berusaha menetralkan nafasnya, pria paruh baya di sampingnya malah terkekeh melihat Kean nampak sedikit kesakitan, saat tangannya sibuk mengurut dada orang itu kembali menepuk bahu Kean membuat Kean tersadar.

"haii"

"Ah iya ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Kean sesopan mungkin, walau tak dipungkiri ia jengkel sekali dengan pria tua bangka di sampingnya, enak saja sudah membuat kaget, melihat Kean kesakitan minta maaf saja tidak malah seenak hati tertawa.  cih kean gasuka!

"Biar ku tebak kau pasti Arkean bukan?" tanya orang itu membuat alis Kean bertaut, 'wah apakah gue se terkenal itu' batin Kean girang.

"eh iya? saya sendiri" sahut Kean canggung.

"Baiklah perkenal kan saya Narendra adipati Wijaya ayah dari  Markus aldiano Narendra serta jazikiel reofano Narendra" sapanya dengan mengulurkan tangan serta bibir tersenyum selebar mungkin membuat Kean mematung, dua orang yang disebutkan orang ini... bukankah kedua kakaknya.

"M-maksud anda?"

"Haha sudah dibohongi apa saja kau oleh kakakmu Arkean? Aku ayah mereka" sahut enteng Narendra

"A-ayah?" tanya Kean terbata, bukankah ayahnya sudah meninggal? lalu jika benar ia ayah dari kedua kakaknya bukankah harusnya dia juga anaknya?

"Ya! aku ayah mereka, Sebenarnya anakku tiga, tapi... aku tak mau mengakuinya sebagai anak" Ucap orang itu seraya menunjuk Kean yang tengah mematung lalu ia melanjutkan ucapannya "Kau tau kenapa? ck karna anak terakhirku ah bukan karna bocah bodoh itu istriku meninggal, kedua anaku mengusir ku karna harta ini milik mereka semua, Aku jatuh miskin, aku sangat membencinya karna dia telah merebut semua kebahagiaanku, oiya kudengar... sekarang anak itu tengah sakit jantung dan paru paru ya? ckckck mengapa tidak meninggal saja sejak dulu, dari kecil memang hanya menyusahkan, dan kau tau siapa anak itu? dia adalah................. Kau" bisiknya tepat ditelinga Kean setelah itu ia pergi dengan bersiul meninggalkan Kean yang tengah mematung sembari menagis.

Detik itu Kean luruh ditanah, menangis sambil menenggelamkan wajahnya pada lipatan kaki, ayahnya? ia dibohongi kakaknya, ayahnya membencinya, Cobaan apa lagi yang harus Kean hadapi? ia sungguh lelah..

Flashback off..

Mark mengepalkan tangan keras saat mendengar penuturan sang adik, jadi adiknya telah lebih dulu bertemu dengan ayahnya?

"Kean, Kean cuma nyusahin Kean Mau Bunda KEAN MAU IKUT BUNDAAA!!" seru Kean histeris menyadarkan mark, ia bergerak merengkuh Kean, anak itu terus memberontak sambil berteriak histeris.

"Kean Jangan ikut bunda, Kean nggak nyusahin kakak, Kean hidup kakak, Kean sayangnya kakak Kean segalanya buat kakak buat bang Kiel, Kean harus disini Kean harus kuat, KIEL CEPET PANGGIL DOKTER" seru mark setelah menenangkan Kean, Jazikiel yang tersentak segera berlari keluar mencari dokter, tak berselang lama Dokter datang dan menyuntikkan Kean obat bius agar Kean tenang.

Setelah Kean benar-benar tidur mark melepaskan rengkuhannya, menidurkan Kean sebelah mungkin seakan Kean akan terluka jika dikasari sedikit saja.

"Tolong Jangan ganggu pikirannya terlebih dahulu, itu akan mempersulit dia sendiri, jika dia benar-benar stres Akan berpengaruh Pada kesehatannya mark, Kakak percaya sama kamu" Jelas dokter yang merupakan dokter Jung.

"Trimakasih" Jawab mark dengan pandangan yang tak lepas dari adiknya yang tengah terlelap.

"Kalau begitu saya permisi" Tepukan mengakhiri pembicaraan mereka, dokter Jung keluar dari ruangannya.

"K-ak Kean jangan pergi" Suara jazikiel mengintruksi mark, mark mengalihkan pandangannya pada adiknya, berjalan merengkuh adik tengahnya, adik kecilnya yang terpaksa dewasa sebelum waktunya.

"Kean kuat Kiel, Kean pasti sama kita terus, doain ya" Mark membisikan kata penenang supaya kiel sedikit percaya bahwa adik kecilnya akan baik-baik saja, Semoga saja.















Arkean Ganteng😁

Arkean Ganteng😁

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Arkean || END ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang