KUNCI KEMENANGAN YANG GELAP

4 0 0
                                        

Kami beruntung karena Volk ada dalam pengaruh hipnotis dari Nekoda. Aku harap ini dapat bertahan lama dan kita dapat mengalahkan naga jelek ini dengan cepat. Aku harus cepat pulang, atau bayanganku yang ada di rumah akan menghilang.

"Sekarang, beritau aku tentang permata yang ada di kepalamu itu," perintah Nekoda pada Volk.

"Permata ini adalah tempat menyimpan kekuatan gelap yang aku dapat dari The Revolution. Aku diperintahkan melawan kalian dengan memakai ini dengan tujuan aku dapat mengalahkan kalian semua," jawab Volk.

"Apa yang dilakukan anggota organisasi yang lainnya?" tanya Nekoda.

"Yang lainnya ada yang menyebarkan teror ke beberapa negara. Sebagian yang lain sedang merampok untuk mencari dana untuk kami hidup. Ada juga yang sedang menungguku mendapatkan anemon untuk membangkitkan Desprat," jawab Volk.

"Sekarang beritau aku yang akan terjadi kalau aku menghancurkan permata itu dari kepalamu," tanya Nekoda.

"Tentu saja aku akan kehilangan kekuatanku dan akan kembali menjadi manusia biasa. Selebihnya aku tidak tau," jawab Volk.

"Dapatkah kau katakan dimana maskas besar organisasi itu?" tanya Nekoda.

"Mereka mempunyai markas di berbagai tempat. Sayangnya, aku tidak dapat menyebutkan lokasinya dengan pasti. Hanya para petinggi yang tau itu. Aku hanya seorang bawahan yang mendapatkan tugas istimewa," jawabnya.

Selama Nekoda melakukan percakapan dengan Volk, aku, Lisama, Nipo dan Ryuno terbang di atas kepalanya. Beruntung Ryuno sadar pada waktunya. Aku dibantu Ryuno, dan Lisama dibantu Nipo. Hanya kami berempat yang dapat mengalahkan kadal jelek ini. Itulah yang dikatakan Maila pada kami. Mungkin karena hanya kami berempatlah kombinasi anemon yang legendaris.

"Kau ternyata berat juga ya Gento," keluh Ryuno.

"Ah, jangan salahkan aku juga. Mau bagaimana lagi memnag wujudku yang lain seperti ini," jawabku.

"Hah, ya sudahlah. Nipo! Siap?" seru Ryuno.

"Kapanpun. Ayo letakan mereka di atas kepalanya dengan aman," jawab Nipo

"Baiklah," balas Ryuno. Aku dan Lisama diletakan di atas kepala naga itu. Batu permata yang dimaksud juga ada di dekat kami. Batu tersebut belum boleh dihancurkan.

"Harusnya kita melakukan ini dari awal," keluhku.

"Ah sudahlah. Setidaknya kita sampai si ujungnya," hibur Lisama.

"Terserahlah. LASTRELICA!" gumamku membaca mantra.

"Kalian siap? Kita mulai pada bersamaan," kata Ryuno.

"Bukalah genggamanmu dan lepaskan aku. Kau aka bangun ketika ada sesuatu pecah di kepalamu," kata Nekoda.

"Baiklah," jawab Volk. Nekoda kemudian terlepas dari tangan Volk. Hairo sudah siap menangkap Nekoda di bawahnya sehingga dia aman.

"3....2....1, lakukan!" Ryuno menghitung mundur. Aku melepaskan panahku, Lisama dengan gigitan ularnya, Nipo dengan tombak apinya, dan Ryuno dengan api birunya. Aku dan Lisama langsung melompat dari kepalanya. Kami langsung ditangkap Ryuno dan Nipo.

"Tugas selesai. Sekarang kita tunggu hasilnya," kata Ryuno.

"Benar, kita kembali kepada Maila," balasku.

"Huh, itu tadi cukup menegangkan," ucap Nipo dengan muka riang.

"Aku rasa kau terlalu cepat senang. Coba lihat," kata Ryuno.

Tiba-tiba, Volk menggerang kesakitan. Sepertinya itu karena batu permata itu telah rusak. Bayangan hitam mulai muncul dari dalam batu itu. Kekuatan itu sangat gelap, dan mereka mulai berkumpul di langit. Langit yang mulai cerah pun mulai kembali gelap.

AnemonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang