Kampung Damai

1.8K 201 3
                                        

Baru saja Arum memasuki kawasan pondok pesantren, ia ingin bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang ada di pondok tidak hanya ingin bertemu, Arum ingin menginap di pondok itu untuk malam ini, Arum sudah memberitahu sahabatnya, dan sahabat Arum sudah meminta izin pada Ustadz bahwa Arum ingin menginap di sana. Arum sudah minta izin pada bosnya untuk tidak masuk kerja. Arum ingin mencari ketenangan, karena pondok itu mampu membuat Arum tenang berada di sana walaupun hanya sesaat.

"Assalamualaikum"

"Wa'alaikumussalam"

"Kakak mau bertemu siapa?"

"Emma?"

"Ustadzah Emma?"

"Eh iya Ustadzah Emma"

"Kakak tunggu sebentar, saya panggilkan dulu"

"Syukran" ucap Arum, wanita itu menatap Arum sambil tersenyum.

"Afwan" jawabnya melangkah pergi memanggilkan Emma.

Arum berdiri di depan halaman asrama Putri, suasana yang tenang mampu membuat hatinya ikut tenang. Tidak ada suara mobil karena jauh dari jalan Raya.

Tidak lama kemudian, orang yang Arum cari berjalan menghampiri Arum.

"Tamu istimewa sudah datang"

"Hai...ganggu kalian gak?"

"Gak lah, kami santai" Emma mencium tangan Arum begitu juga dengan Nisa, karena Arum lebih tua satu tahun dari mereka berdua.

"Nih aku bawa gorengan dan es kelapa"

"Wah...Alhamdulillah kan Em, kita di jenguk di bawakan makanan" ucap Nisa

"Iya Alhamdulillah. Ayo kita ke kamar. Jadi nginep kan?" tanya Emma menarik tangan Arum

"Jadi, lihat aku membawa tas"

"Nanti motor kamu taruh di depan sini ya, tapi nanti saja, sekarang kita ke kamar, mereka sudah menunggu kedatangan kamu"

"Kamu kok kurus Rum? berapa kali sehari makan?"

"Sama seperti kalian kok, tiga"

"Mungkin porsi Arum sedikit di banding kita, lihat nih tangan, ya Allah kurusnya" Emma menatap sambil memegang tangan Arum

"Makan tuh yang banyak biar gak kurus gini"

"Iya Ustadzah Na'am"

Arum dan kedua sahabatnya masuk ke sebuah kamar yang khusus untuk mereka.

"Assalamualaikum" ucap Arum

"Wa'alaikumussalam"

"ARUM!" mereka berteriak melihat kehadiran Arum

"Ya Allah ini beneran kamu?"

"Iyalah"

"Lama gak ketemu"

"Padahal beberapa bulan yang lalu aku ke sini, tapi kamu gak ada"

"Kamu jadi nginep kan?"

"Jadi dong"

"Yes bakalan rame kamar kita malam ini"

"Kamu di bolehkan?"

"Iya" jawab Arum

Satu persatu teman-teman Arum bersalaman dengannya, mereka senang bertemu dengan Arum, begitu juga dengan Arum.

"Duduk Rum. Nih Arum bawa gorengan dan es kelapa. Teko yang besar mana? Buat es kelapa"

"Berapa bungkus belinya?"

"Cuma sepuluh"

"Cuma? Itu banyak banget Rum, padahal kita di sini cuma berdelapan"

ARUM (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang