Chapter 9| Membuat Keributan

282 50 8
                                        

Jihoon yang pada akhirnya berhasil menetralkan deru nafasnya, sekaligus mencoba mempertahankan posisi tubuhnya agar tidak tumbang.

"Aku keluar dulu, mencari udara segar," lirih Jihoon pada akhirnya pada Jinyoung dan Guanlin.

Baru saja Jihoon melangkahkan kakinya beberapa langkah dari posisinya semula, Guanlin dengan cepat menghentikan langkah Jihoon dengan menahan lengannya.

"Dimana suamimu?" tanya Guanlin di telinga Jihoon setengah berbisik, agar Jinyoung tak mendengarkan perkataannya itu.

Sebuah helaan nafas pelan Jihoon terdengar jelas di telinga Guanlin, sebelum pada akhirnya ia menjelaskan bahwa Daniel menunggu di luar.

Mendengar jawaban itu, mau tak mau refleks Guanlin melepaskan tangan Jihoon. Ia sadar mungkin Jihoon ingin keluar karena ingin menemui suaminya. Namun alasan sesungguhnya Jihoon mengatakan tersebut adalah ia ingin menghindar dari keduanya, sebab ia tak ingin kedua temannya itu melihat kesedihan mendalam yang ia rasakan akan sahabat yang sudah ia anggap bagaikan saudara kandungnya sendiri.

"Terimakasih," ujar Jihoon singkat saat Guanlin membiarkannya keluar sejenak.

Jinyoung yang sedari tadi melihat tingkah keduanya langsung memutarkan maniknya malas. Ia fikir Guanlin benar benar akan menahannya, tetapi kenyataannya justru Guanlin melepaskan Jihoon begitu saja.

"Kukira kau benar benar menahannya," lirih Jinyoung sarkas.

Setelah cukup berjarak dari Jinyoung dan Guanlin, perlahan langkah kaki Jihoon mulai melemah kembali. Rasa sesak di dadanya mulai terasa, bahkan jujur saja kepalanya tiba tiba terasa pening mengingat perkataan dokter tersebut.

Langkah demi langkah Jihoon menuju parkiran dimana Daniel berada di sana. Merasa tubuhnya yang seolah semakin terasa lemah, Jihoon pun segera meraih handphone nya yang berada di saku nya.

Tak butuh waktu lama, telefon pun langsung tersambung dengan Daniel.

Baru saja Jihoon hendak membuka mulutnya, tiba tiba saja pemuda yang sebelumnya sempat menghadang sebelumnya di dalam lobby rumah sakit, saat ia hendak mengunjungi Woojin, kini hadir di hadapannya dengan beberapa pemuda lain seolah hendak mengepung nya.

Jihoon mau tak mau kembali berusaha menguatkan dirinya.

"Apa mau kalian?" lirih Jihoon dingin.

"Ck, kau fikir kau akan bebas begitu saja," ujar pemuda yang berada di hadapan Jihoon dengan dingin.

Jihoon yang malas berurusan dengan pemuda yang ada di hadapannya itu langsung memberikan tatapan tajamnya pada pemuda pemuda itu.

Sungguh ia tak suka dengan hal ini. Memang dulu Jihoon sangat suka sekali melakukan kekerasan dengan perkelahian semacamnya, hanya saja semenjak menikah Jihoon tak pernah sekalipun melakukan hal tersebut.

Ia telah berkomitmen pada dirinya sendiri bahwa ia tak akan menggunakan kekerasan lagi.

Sebisa mungkin ia ingin menjaga nama baik Daniel.

Bagaimana pun kini status nya bukanlah sama seperti dua bulan lalu, yang belum menikah dengan Daniel.

"Ck, kalian maju," ujar pemuda yang sedari tadi berdiri di tengah tengah seolah pemimpin diantara beberapa pemuda lainnya.

Manik Jihoon mengerling sejenak.

Ia hanya dapat menghela nafasnya pelan. Sejenak ia memerhatikan handphonenya yang nyatanya masih menyala dan terhubung dengan Daniel.

Dugh !

Seseorang pemuda tampak maju mencoba memukul Jihoon.

Untung saja Jihoon yang masih dapat mengontrol dirinya, dapat dengan tenang mengelak, dan pemuda yang sebelumnya hendak memukul nya jatuh tersungkur dengan tidak indahnya.

Tak berapa lama pemuda pemuda lain ikut maju mendekati Jihoon. Mau tak mau Jihoon akhirnya memasang kuda kuda nya kembali yang telah lama tak ia gunakan.

Beberapa perkelahian tampak sengit terjadi.

"Cih, ternyata kau boleh juga," ujar pemuda yang sedari tadi tak maju hanya memerhatikan anak buahnya yang lain.

Tak lama pemuda itu maju dan mencoba menendang Jihoon.

Jihoon dengan cepat menangkis nya dan tak terkena tendangan tersebut, hanya saja ....

Deg

'Mengapa tiba - tiba perutku terasa keram, dan nyeri? bukankah aku dapat menghindar segala pukulan? bah ..-bahkan aku menye—'

Manik Jihoon membulat sempurna, dan berusaha menahan rasa sakitnya.

Keringat yang sebelumnya tak membasahi keningnya tiba tiba saja membasahi keningnya begitu saja.

Dengan sekuat tenaga Jihoon menenangkan dirinya, dan menepis rasa nyeri yang semakin bergelanyar pada tubuhnya.

"Pergilah! Sebelum aku melakukan hal di atas kewajaran," geram Jihoon sambil mengepalkan tangannya berusaha meyakinkan pemuda pemuda yang berada di hadapannya itu.

Beberapa pemuda tampak menciut, tetapi beberapa yang lain tampak masih belum menyerah.

Detik ini adalah hal yang paling rentan untuknya.

Ia tak tahu mengapa reaksi tubuhnya seperti ini!

Hingga ....

"Hyaa !! Siapa kalian!" teriak pemuda yang baru saja datang dengan wajah nya terlihat menakutkan semua yang berada di sana.

"Akan kulaporkan kalian ke pihak polisi, karena membuat keributan!"

Beberapa pemuda yang ada di hadapan Jihoon pada akhirnya saling melirik, dan memilih pergi dari sana.

"Urusan kita belum selesai Ji!"

Jihoon tak menjawab.

Ia hanya diam, berusaha berdiri menopang tubuhnya sebisa mungkin.

Tak lama setelah kepergian seluruh pemuda yang sebelumnya menyerang Jihoon.

Pemuda yang baru saja datang, yang tak lain adalah Daniel langsung mendekat ke arah Jihoon.

"Love," ujar Daniel saat mendapati Jihoon yang hendak tumbang dari posisinya itu.

"Hyu..-hyung perutku sakit," ujar Jihoon pelan saat di dalam pelukan Daniel.

Daniel mengerutkan dahinya pelan, dan tak lama ia memerhatikan celana Jihoon yang tiba tiba saja sedikit berubah warna.

'Astaga! Darah!'

Tanpa banyak berkata kata Daniel segera menggendong Jihoon dari berlari ke ruang IGD.

Ia sadar bahwa ada yang tak beres dengan istrinya.

'Arghh ... bertahanlah Love, darah ? Mengapa darah? Atau Jihoon —'

Seketika pikiran Daniel semakin berkabut, sedangkan Jihoon tampak pucat dan sedikit meringis bersembunyi di dekapan Daniel.

'Kau akan baik baik saja!'

..........

TBC

Hola ... masih ingat dengan ceritanya ? 😊😊

See you next chapter

Leave a comment and vote

.
.

Seya

A Lie ? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang