Sebenarnya lagi sibuk and malas buat story. Tapi gak tau kenapa dari pagi ini cerita lompat-lompat dari kepala 😂😂😂
Mudah-mudahan suka yaa....
💝💝💝
Di sebuah jalan yang telah sepi dari hiruk pikuk keramaian kota malam ini terdengar keributan dari puluhan muda mudi yang kini tengah meneriakkan nama jagoan masing-masing.
"Lisa... Lisa... Lisa"
"Jenni... Jenni... Jenni...."
"Yeji... Yeji... Yeji"
Tampak tiga gadis yang diteriaki namanya sedang duduk di atas motor sport masing-masing bersiap membelah jalan beradu kecepatan malam itu.
Terdengar teriakan Rose "Tree, Two, One, Go..."
Ketiga motor melesat secepat kilat, saling mendahului dan menguasai. Di tengah balapan yang sangat sengit dengan Lisa yang berada di posisi pertama, pikiran Lisa kembali teringat saat pagi tadi papanya memarahinya seperti biasa.
"Kau memang tak tahu diri.... tak berguna... dan selalu membuat malu keluarga....!" ucapan papa Lisa seolah berputar putar di kepalanya membuat pandangannya sedikit memudar akibat matanya yang basah. Namun saat motor Yeji melintas dihadapannya, Lisa kembali menarik gasnya dengan semakin cepat dan tak perlu waktu lama kini Yeji dan Jenni kembali berebut posisi kedua.
Motor Lisa melintas pertama kali saat mencapi garis finish. Seperti biasa, Lisa selalu tak tertandingi. Tak peduli siapa lawannya, Lisalah yang selalu menjadi yang pertama.
Saat sorak sorai tepuk tangan menyambut kemenangan Lisa, tiba-tiba suata sirene polisi mendekat, suasana sangat kisruh. Semua berusaha melarikan diri dari polisi yang telah berpencar menangkap siapapun yang masih disana. Lisa hanya pasrah saat tangannya ditarik dan diborgol oleh seorang polisi, hal biasa baginya.
⚡⚡⚡
"Apalagi ini Lisa?" teriak Han Jong Ki, papa Lisa dengan penuh emosi sambil menarik dan menghempaskan tangan Lisa kasar. Iya, Lisa telah dikeluarkan dari kantor polisi dengan jaminan. Lisa tahu persis, papanya tak akan membiarkan ia menghabiskan malam itu dipenjara. Tentu saja bukan karena kasihan pada putrinya, tetapi karena nama baiknya akan tercemar jika ada yang mengetahui putri pengusaha ternama di negara itu menginap di balik jeruji besi.
"Papa sudah muak dengan kelakuanmu! Perempuan bertindak seperti preman jalanan! Mau jadi apa kamu? Kamu hanya bisa mencemarkan nama keluarga!" teriak lantang Jong Ki yang hanya disahuti dengan senyum sinis Lisa yang masih terduduk dilantai ruang tamu setelah dihempaskan papanya. "Tak bisakah kau mencontoh kakakmu sedikit? Lihatlah Hana kakakmu? Ia lembut, sopan, anggun. Dan lihat dirimu!" lanjut Jong Ki.
Lisa hanya berdiri dan berjalan menuju anak tangga tanpa memperdulikan ucapan papanya saat ia melihat neneknya datang hendak ikut menasehatinya. "Lisa... Lisa... Papa belum selesai! Dengar!!" teriak Jong Ki makin emosi saat melihat Lisa yang hanya melangkah tanpa memperdulikannya. "Anak kurang ajar!"
"Sudahlah Jong, anak itu memang pembawa sial. Kau sabar saja menghadapinya!" ujar sang nenek Ny. Hong. Yang sangat jelas dapat didengar Lisa yang masih berada di tengah tangga menuju lantai dua tempat kamarnya.
"Aku sudah bosan menghadapinya Bu...!" jawab Jong Ki kepada ibu mertuanya.
"Dia memang membawa sial, jika bukan karena melahirkannya putriku tak akan meninggalkan kita. Kau dan Hana pasti masih bahagia bersama Hye Ko." ucap Ny. Hong menatap tajam ke arah Lisa. Lisa yang mendengar ucapan Ny. Hong memperlambat langkahnya. Tanpa disadari air matanya mengalir di pipinya. Lisa membuka pintu kamarnya dan menutup pintu dengan sangat kencang.
Di balik pintu, Lisa bersandar dan memerosotkan dirinya dengan bersender di pintu putih kamarnya. Menangis tanpa suara. Ini bukan pertama kali kata-kata kejam Ny. Hong dan papanya didengarnya. Entah mengapa Tuan Jong Ki dan Ny. Hong, papa dan neneknya selalu menyalahkan Lisa atas kepergian Hye Ko, mamanya.
Mama Lisa, Hye Ko meninggal saat melahirkan Lisa. Saat itu Hye Ko memiliki suatu penyakit yang dapat membahayakan dirinya dan janinnya, namun Hye Ko memilih untuk menyelamatkan bayi dalam kandungannya dan itu membuatnya meninggal saat melahirkan bayinya, Lisa. Itu sebabnya Ny. Song sangat membenci Lisa. Ia pikir Lisalah penyebab putri kesayangannya pergi selamanya. Hal itupun mempengaruhi Jong Ki yang ikut menyalahkan Lisa. Jong Ki dan Ny. Hong selalu memanjakan dan menyayangi Hana kakak Lisa namun sebaliknya mereka sangat tidak menyukai Lisa. Ditambah sikap Lisa yang arogan, tak bisa diatur, dan selalu melakukan hal-hal yang tidak disukai Jong Ki.
KAMU SEDANG MEMBACA
oneshoot Liskook area
Fiksi PenggemarKenapa dadaku berdegup kencang setiap ada di dekatnya....?? Gak mungkin kan aku suka padanya...!? Gak gak gak.... Ini tidak benar....
