Lalice dan Jeon sedang berdiri di altar pernikahan, mereka telah mengucapkan janji suci pernikahan mereka yang hanya disaksikan oleh pendeta dan beberapa teman dekat mereka.
Setelah prosesi sakral itu dilakukan kedua pengantin disambut tepuk tangan yang meriah oleh sahabat-sahabat mereka.
Tanpa sadar air mata Lalice menetes di pipi mulusnya. "Sayang..." bisik Jeon lembut. "Apa Kau sedih karena papa dan mamamu tak menghadiri pernikahan kita?" tanya Jeon.
Lalice menggeleng pelan, "Aku menangis karena bahagia. Akhirnya aku menjadi milikmu seutuhnya!" jawab Lalice.
"Aku sangat mencintaimu!" ucap Jeon lalu mencium mesra bibir Lalice. Meluapkan rasa cintanya pada gadis yang baru saja menjadi istrinya. Ciuman mereka mendapat sorakan dari para sahabat mereka yang datang pada upacara pernikahan sederhana itu.
"Awww.... Kalian... Bisakah tak membuatku iri?" goda Rose sahabat Jeon dan Lalice.
"Kalian benar-benar membuatku ingin menikah lagi" sambung Jimin pada kata-kata istrinya.
"Apa maksudmu, Jimin?" geram Rose pada suaminya. "Jadi maksudmu Kau ingin menikah lagi?"
"Bukan begitu, Sayang! Maksudku aku ingin mengulang pernikahanku denganmu!" jawab Jimin.
"Aiiishhh.... Laki-laki ini!" kesal Rose yang membuat yang lain tertawa.
"Kalian berdua tidak berubah sejak dulu!" ucap Jiso.
"Jangan ikut campur, Sayang! Jika tidak Kau akan kena dampaknya!" canda Jin suaminya. Iapun segera menoleh pada pasangan pengantin baru yang masih tertawa melihat tingkah para sahabatnya. "Kami ucapkan selamat Jeon, Lalice. Semoga cinta kalian abadi." Jin memeluk Jeon.
"Terimakasih Jin!" balas Jeon.
Jiso tersenyum pada Lalice, lalu memeluk gadis itu "Selamat adikku! Aku berharap setelah ini tidak ada lagi rintangan pada cinta kalian!" ucap Jiso pada adik sepupunya.
"Terimakasih Kak Jiso. Kehadiranmu sungguh membuatku bahagia." balas Lalice.
Masih terlintas jelas diingatan Jiso bagaimana kisah cinta Jeon dan Lalice. Perjuangan mereka untuk mendapat restu dari kedua orangtua Lalice, meskipun sampai saat mereka menikahpun restu itu tak pernah datang.
Jeon hanya laki-laki sederhana yang mengelola cafe kecil miliknya. Ia jatuh cinta pada Lalice, putri tunggal pengusaha properti sekaligus pemilik beberapa hotel mewah di negaranya. Mereka tidak sengaja bertemu saat Lalice berkunjung ke salah satu hotel ayahnya yang letaknya tak jauh dari cafe milik Jeon, hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan.
Jeon sangat gigih dalam bekerja. Ia terbiasa bekerja keras karena sejak remaja telah ditinggalkan oleh kedua orangtuanya dalam kecelakaan. Namun dengan kegigihannya ia telah berhasil memiliki cafenya sendiri. Lalice sangat kagum pada Jeon, ia begitu mencintai laki-laki itu hingga rela meninggalkan kemewahan yang dimiliki demi untuk Jeon.
Flasback
"Jika Kau berani meninggalkan rumah ini untuk bersama laki-laki itu, aku tidak akan menganggapmu sebagai putriku lagi, Lalice!" ancam Tuan Han Yongjae.
"Tapi aku mencintai Jeon, Pa...! Kumohon mengertilah!" mohon Lalice.
"Kau pikir Kau bisa hidup hanya dengan cinta? Kau belum tahu bagaimana rasanya hidup susah!" geram Tuan Yongjae.
"Dan Kau!" tunjuk Tuan Yongjae pada Jeon. "Berani sekali laki-laki miskin sepertimu mencintai putriku dan mempengaruhinya. Kau bahkan tak sebanding dengan kaki putriku!"
"Cukup Pa... Papa tak perlu menghina Jeon!" teriak Lalice.
"Maaf Tuan, aku memang tak sekaya Anda, tapi aku sangat mencintai putri Anda. Dan aku tak akan membiarkan putri Anda dalam kesusahan." jawab Jeon.
KAMU SEDANG MEMBACA
oneshoot Liskook area
FanfictionKenapa dadaku berdegup kencang setiap ada di dekatnya....?? Gak mungkin kan aku suka padanya...!? Gak gak gak.... Ini tidak benar....
