Setelah Jimi masuk ke dalam kamarnya, Jeka segera menuju kamarnya. Saat membuka pintu kamar hal pertama yang dilihatnya adalah Lalis yang menangis berbaring di sisi tempat tidur.
"Sayang..." gumam Jeka.
Lalis mendongak saat mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya. Namun saat melihat Jeka air matanya mengalir lebih deras.
"Sayang aku minta maaf...!" ucap Jeka berjongkok dan memeluk Lalis. Dan seketika hati Lalis menjadi tenang saat mencium aroma tubuh Jeka.
"Aku sungguh tak nyaman Jimi ada di rumah kita, Sayang!" gumam Lalis.
"Tenanglah, aku akan segera membicarakannya dengan papa dan mama. Aku juga tak nyaman dengan kehadirannya. Jadi tenanglah!" jelas Jeka yang diangguki lembut oleh Lalis. Tak lama Jeka ikut berbaring dan memeluk tubuh Lalis.
"Sayang..." ucap Jeka ragu.
"Hem..." geram Lalis yang masih menikmati aroma tubuh Jeka.
"Apa... Kau... masih memiliki perasaan pada Kak Jimi?" tanya Jeka ragu dan hati-hati.
Seketika Lalis menghentikan aktivitasnya dan mendongak melihat wajah Jeka. "Apa maksudmu, Sayang? Apa Kau meragukanku?" ucap Lalis yang terdengar kecewa.
"Bukan... Bukan begitu maksudku, Sayang!"
"Apa cinta yang aku tunjukkan masih kurang?" tanya Lalis.
"Sayang..."
Lalis segera melonggarkan pelukannya "Bahkan kini telah ada buah cinta kita di perutku, Jeka!" ucap Lalis sedih.
Jeka segera menarik kembali tubuh Lalis ke pelukannya dan mendekapnya erat. "Maafkan aku, Sayang. Maafkan aku!" Jeka mencium kening Lalis berkali-kali. "Aku percaya padamu, tapi pada Kak Jimi...?" batin Jeka.
🍁🍁🍁
Lalis dan Jeka sedang menikmati sarapan di meja makan. Setelah kejadian pagi itu, Lalis dan Jeka tak menghiraukan Jimi. Itu membuat Jimi berusaha untuk mendekati Jeka dan Lalis. Saat dilihatnya Jeka dan Lalis sedang sarapan, Jimi datang dan ikut duduk di meja makan. Lalis segera berdiri saat Jimi ikut duduk di meja makan.
"Tunggu, Lalis!" ucap Jimi membuat Lalis dan Jeka menatapnya. "Aku ingin minta maaf!"
"Apa maksud Kakak?" tanya Jeka.
"Apa minta maaf atas kelakuanku beberapa hari lalu. Seharusnya aku tidak berbuat seperti itu. Aku sudah berbuat tidak sopan pada Lalis. Maafkan aku. Seharusnya aku menerima kenyataan jika sekarang Lalis adalah adik iparku." jawab Jimi.
Jeka hanya menatap Lalis yang juga sesekali meliriknya. "Aku harap Kakak tidak akan mengulanginya."
"Aku tak akan mengulanginya, Jeka. Maafkan aku. Dan lupakan kata-kataku waktu itu! Tak seharusnya aku berbicara seperti itu padamu."
Jeka hanya mengangguk, di dalam hatinya masih ada keraguan mengingat bagaimana ucapan Jimi waktu itu. "Seharusnya Kakak juga minta maaf pada Lalis!" ucap Jeka.
"Maukah Kau memaafkanku, Lalis?" tanya Jimi dengan menatap Lalis memohon.
Lalis hanya melihat Jeka yang mengangguk padanya. "Aku harap, Kau tak mengulanginya!" jawab Lalis.
"Aku janji tak akan mengulanginya. Dan setelah rumah yang dibangun Papa untukku selesai, aku akan segera pergi dari sini." balas Jimi.
Lalis dan Jeka hanya mengangguk.
"Sekarang duduklah, Lalis! Bisakah kita bersikap seperti keluarga?" tanya Jimi.
Lalis kembali duduk dan melanjutkan sarapannya. Tak lupa ia melayani sarapan untuk Jeka. Jimi yang melihatnya hanya melihatnya dengan menggenggam erat sendok yang dipegangnya. "Seharusnya aku yang diposisi itu, bukan Kau, Jeka!" batin Jimi.
KAMU SEDANG MEMBACA
oneshoot Liskook area
Hayran KurguKenapa dadaku berdegup kencang setiap ada di dekatnya....?? Gak mungkin kan aku suka padanya...!? Gak gak gak.... Ini tidak benar....
