Ideal Type part 3

5K 415 19
                                        

Aku up hari ini, karena aku gak nyangka banget cerita aku ada di posisi #1 lizkook story.... Alay dikit gak apa lah ya😂😂
Sebagai ungkapan kebahagiaanku, up lagi donk....
Thank semua untuk dukungan, coment n vote nya. Berarti banget buat aku yang hanya bisa ngehalu cerita gaje yang kutuangkan lewat tulisan-tulisan ini. Mungkin vote yang kalian beri gak ada artinya buat kalian tapi buat aku, itu suatu kebanggaan.

Happy reading 💜💜💛💛

"Aku merindukanmu, Lily...!" ucap Jeon yang berhasil membuat langkah Lily melambat dan berhenti.

"Kak Jeon..." bisik Lily lembut hampir tak terdengar.

"Aku merindukan suaramu membangunkanku di pagi hari, merindukan suara teriakan dan kayuhan sepedamu di belakang sepedaku, merindukan sapaan dan perhatianmu!" ucap Jeon seolah berusaha untuk meyakinkan Lily akan ucapannya. Selama sebulan ini Jeon telah berusaha membuat dirinya senyaman mungkin di dekat Eunha. Berusaha untuk tak mengharapkan bayangan Lily ada di setiap harinya. Namun semua itu nihil. Semakin hari Jeon berusaha semakin terukir jelas ingatan-ingatan saat Lily 'mengganggunya'.

"Oh, jadi ternyata Kau masih punya perasaan? Aku pikir nalar perfectsionismu itu sudah memakan seluruh hatimu!" terdengar suara ketus, dingin dan tajam di telingan Jeon. Namun itu bukan suara Lily, tapi suara Hyunjin yang baru sampai dan mendengar kata-kata Jeon.

"Jaga ucapanmu Hyunjin!" ucap Lily pada adik kesayangannya yang tengah berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri.

"Tidak Kakak, aku tak akan rela kakak mengejarnya lagi. Sudah cukup usaha yang Kau lakukan untuk merobohkan keangkuhannya." ucap lantang Hyunjin membuat Jeon membisu.

"Hyunjin...!" bentak Lisa.

"Ayo kita pulang, Kak!" Hyunjin menarik tangan Lily menjauh dari Jeon yang hanya bisa menatap kedua kakak beradik itu.

Sesekali Lily berusaha menarik tangannya dari genggaman erat Hyunjin. "Tapi Ujin... Kita bisa bicarakan baik-baik" ucapnya dengan sedikit merengek dan melihat penuh harap ke arah Jeon.

"Tidak Kakak, jika sekarang ada yang harus berusah. Itu bukanlah Kau!" ucap Hyunjin tegas seolah ingin agar Jeon mendengarnya.

💛💛💛

"Kamu itu kenapa? Kenapa sekasar itu pada Kak Jeon?" gerutu Lily yang memasuki kamarnya setelah Hyunjin memaksa Lily untuk ikut dengannya.

"Dengar Kakak, Kau tak boleh lagi mengejar si angkuh itu. Aku tak suka. Jika dia berani membentak dan menghinamu di depan orang banyak. Maka itulah yang sepantasnya ia dapatkan." Ucap Hyunjin tegas.

"Tapi Ujiiiin...."

"Tidak ada tapi, aku akan terus mengawasimu, Kakak. Lagipula ingatlah dia sekarang sedang menjalin hubungan dengan Kak Eunha. Apa Kau mau dianggap orang ketiga, Hah!?"

Ucapan Hyunjin seolah menyadarkan Lily pada kenyataan jika kini Jeon sudah memiliki kekasih. Lilypun terduduk di ranjangnya dengan tatapan kosong. Iya, sudah sebulan ini harinya seakan kosong. Sejak kejadian Jeon dan Eunha di ruang tamu itu, Lily berusahan menjauhi Jeon itu karena Hyunjin.

Plasback

Lisa menangis terisak saat pulang dari rumah Jeon, ia bahkan mengabaikan teriakan Jimin yang terus memanggil namanya. Sesampainya di rumah Lily menutup pintu kamarnya dengan kencang. Ia bahkan tak membuka pintu saat Hyunjin terus mengetuk-ngetuk pintu kamarnya.

Hyunjin ingat beberapa saat sebelumnya ia berpamitan untuk masak bersama ke rumah Ny. Lee. Hyunjinpun bergegas menuju rumah Jeon untuk memastikan apa yang terjadi pada kakak perempuannya itu. Hingga sampai di depan rumah Jeon, Hyunjin mendengar semua pembicaraan Jeon dan Jimin. Iapun mengepal tangannya, merasa iba sekaligus kesal pada kebodohan kakaknya yang begitu memuja pria sombong yang ada di dalam rumah itu. Dengan kemarahan dan tekad untuk membuat kakaknya menjauhi Jeon, Hyunjinpun kembali ke rumahnya. Namun saat hendak melangkah keluar gerbang rumah Jeon, Hyunjin bertemu dengan Ny. Lee yang baru pulang dari supermarket dengan berbagai bahan masakan di paper bagnya.

oneshoot Liskook areaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang