The Plan 3

2.9K 350 30
                                        

Aku tuh lagi dapat tugas negara bikin artikel... Mumet banget dah kepala 😨

Daripada pusing mikir itu mending lanjut liskook aja dah, ya kan...? 😁😁

Banyakin vote n coment, dibaca iya tapi gak ninggalin jejak (buat yang ngerasa aja) itu tuh nyesek kayak perasaan digantungin pacar 😂😂 (becanda)
Bikin cerita juga perlu mikir.... Kalau aku gak semangat up nya mungkin lama.... Aku kan masih sibuk 😁

Back story

Hope u like it

🌷🌷🌷

"Aku tidak cemburu pada Zuyu, Lice. Aku cemburu liat kamu sama Miggyu!" gumam Key yang merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu.

Tiba-tiba Key mengangkat tubuhnya dan duduk di sofa, "Apa yang aku ucapkan barusan?" gerutunya setelah tersadar dengan ucapannya. "Gak mungkin. Lalice benar. Aku terlalu cemburu pada Zuyu dan Minggyu hingga aku melampiaskannya pada Lalice." pikirnya.

Sementara di kamar Lalice juga sedang gelisah, ia berjalan kesana kemari. "Sebenarnya dia mau apa? Berbicara seenak perutnya. Apa dia tak pernah memikirkan perasaanku?" gumam Lalice.

Hari-hari berikutnya masih berjalan seperti biasa. Lalice masih selalu menemani Key untuk sarapan. Namun, pagi ini terjadi sesuatu yang membuat pasangan pura-pura itu harus berakting lagi.

Bel pintu utama rumah Key berbunyi, Bibi Han membuka pintu dan dengan ramah ia menyapa dan menyambut seseorang yang berdiri di depan pintu.

"Selamat pagi, Nyonya Besar..." sapa Bibi Han.

"Apa putraku masih di rumah?" wanita yang disapa Bibi Han melenggang masuk ke dalam rumah dengan anggunnya. Dan saat melihat wanita yang masuk ke rumahnya, wajah Key menegang.

"Mama..." geram Key pelan. Lalice yang sedang duduk di meja makanpun tampak tegang saat mendengar ucapan Key. Makanan yang sedang dikunyahnya seakan sulit masuk ke kerongkongannya.

Mata Lalice melebar saat wanita paruh baya yang masih tampak sangat cantik itu mendekati mereka.

"Key, Sayang... Mama membawakanmu makanan kesukaanmu!" sapa Ny. Park pada putranya yang masih diam membisu. "Oh, siapan gadis cantik ini?" sambutnya kemudian saat melihat Lalice yang duduk di depan Key.

"Ma... Kenapa Mama datang tiba-tiba tanpa memberitahuku?" jawab Key.

"Owh... Apakah Mama perlu meminta izin untuk datang ke rumah putraku sendiri?" jawab Ny. Park ketus namun tersenyum manis saat melihat Lalice. "Siapa dia Key?" tanya Ny. Park tanpa mengalihkan pandangannya dari Lalice. "Apa dia calon menantu Mama?" lanjutnya membuat Lalice tersenyum kecut sambil menunduk.

"Dia kekasihku, Ma!" jawab Key datar. Dan memberi kode pada Lalice untuk bekerjasama dengannya.

"Owh benarkah? Siapa namanu, Nak?" tanya Ny. Park mendekati Lalice.

"Selamat pagi Tante, nama saya Lalice, Jeon Lalice." Jawab Lalice sopan dengan tersenyum pada Ny. Park.

"Oh... Nama yang indah, aku Park Dara, mama Key. Apa Kau tinggal bersama Key disini?"

"I... Iya Tante... Saya..." jawab Lalice dengan canggung dan melihat ke arah Key seolah meminta bantuan.

"Owh... Tidak apa, jangan takut!!" seru Ny. Park dengan wajah berbinar.

"Ma..., itu tidak seperti yang Mama pikirkan!" jelas Key. "Lalice tidur di kamar tamu."

"Jika Lalice tidur dikamarmupun Mama juga tidak kebertan." ucap Ny. Park. "Mama hanya ingin Kau segera menikah Sayang! Umur Mama sudah semakin tua" keluh Ny. Park pada putranya. Key hanya mendengarnya dengan malas. Semenjak putus dari Zuyu Ny. Park sangat semangat menyuruh putranya menikah padahal saat bersama Zuyu ia selalu menolak saat Key membicarakan pernikahan dengan alasan Key masih muda.

oneshoot Liskook areaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang