The Plan 2

2.7K 361 23
                                        

"Lalice..." ucap pria yang tak sengaja ditabrak Lalice.

"Tae..."

Tanpa berpikir panjang Tae segera memeluk Lalice. "Kau kemana saja Lice? Aku mencarimu kamana-mana!" ucapnya penuh kebahagiaan namun belum mendapat jawaban dari Lalice.

Tae kemudian melepas pelukannya, "Ayo kita duduk disana Lice!" ajak Tae. Merekapun duduk di salah satu kursi taman. "Lice, sekitar sebulan lalu aku mencarimu kerumahmu. Dan mama tirimu itu mengatakan jika dia telah mengusirmu." ucap Tae dengan menatap Lalice yang duduk di sebelahnya.

"Iya, Tae. Mama mengusirku." jawab Lalice.

"Kemana Kau pergi? Kenapa tidak mencariku?" tanya Tae khawatir.

"Ceritanya panjang. Tapi jangan khawatir aku baik-baik saja Tae. Lagipula aku sudah terlalu sering menyusahkanmu." jawab Lalice dengan tersenyum kepada Tae.

"Lice, Kau tidak pernah menyusahkanku! Aku tulus membantumu. Dan kenapa Kau bahkan tidak menghubungiku? Aku sungguh khawatir padamu!"

"Maaf sudah membuatmu khawatir." ucap Lalice lembut. "Ponselku diambil Mama. Dan dia hanya membiarkanku membawa beberapa pakaianku."

"Tante Soona benar-benar keterlaluan!" ucap Tae emosi.

"Sudahlah, Tae. Yang penting saat ini aku baik-baik saja."

"Aku senang melihatmu Lice. Kau tak tahu betapa frustasinya aku mencarimu. Aku bahkan setiap hari datang ke rumahmu. Berharap Kau kembali."

"Maaf" ucap Lalice.

"Aku akan memaafkanmu jika Kau mengatakan dimana Kau tinggal saat ini!" balas Tae dengan memperhatikan wajah  Lalice. "Tunggu, apa Kau habis menangis, Lice?"

Lalice hanya menggeleng.

"Kau jangan bohong, Lice!" ucap Tae serius dengan menangkup wajah Lalice dengan kedua tangannya.

"Kau tahu kan, jika aku keluar malam aku akan bersin dan mengeluarkan air mata?!" jelas Lalice.

"Oh iya, Kau benar." Tae mencoba mempercayai ucapan Lalice walau di hatinya masih ada sedikit keraguan. "Sebaiknya kita pulang. Aku akan mengantarmu!" namun sebelum mereka berdiri Tae mendapat panggilan dari mamanya dan meminta Tae menjemput adiknya yang baru pulang dari pesta temannya. Ban mobil adiknya kempes sehingga Tae harus buru-buru menjemputnya.

"Ada apa Tae?"

"Lice, aku tak bisa mengantarmu. Ban mobil Lia kempes, jadi aku harus segera menjemputnya. Tapi berjanjilah besok Kau akan menemuiku disini. Jam 6 sore. Oke!"

Lalice mengangguk. "Baiklah. Cepatlah pergi. Lia pasti sangat panik sekarang!"

Tae mengangguk dan kemudian pergi. Lalice masih melihat kepergian Tae. Tae adalah mantan kekasih Lalice, hubungan mereka harus berakhir karena ibu Tae tidak menyetujuinya dengan alasan Lalice bukan dari keluarga terpandang dan kaya. Papa Lalice hanya memiliki sebuah restoran yang tidak terlalu besar namun Lalice hidup bahagia dan berkecukupan. Hubungan Tae dan Lalice masih baik saja, Lalice yang sedari awal menerima Tae karena tak tega dengan Tae yang terus mengejarnya menerima penolakan ibu Tae. Ia tak pernah mempermasahkan itu. Lalice sungguh paham, mengingat Tae adalah putra salah satu keluarga terkaya dan terpandang di daerah itu. Namun tidak dengan Tae, Tae masih berusaha mendapatkan hati Lalice dan berharap suatu saat ibunya akan menerima Lalice.
Saat Lalice diusir,  Lalice sengaja tidak menghubungi Tae. Berharap Tae akan melupakannya, namun ternyata mereka bertemu kembali.

🥀🥀🥀

Lalice kembali ke rumah Jekey. Ia melihat mobil Key telah terparkir di garasi. Perlahan Lalice membuka pintu utama, namun saat ia telah masuk dan menutup kembali pintu itu sebuah suara mengejutkannya.

oneshoot Liskook areaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang