Lisa masuk ke dalam rumahnya dan ia tersenyum miris karena melihat suaminya Jungkook sedang duduk berdua dengan kekasihnya. Iya. Kalian tidak salah, kekasih suaminya.
Lisa dan Jungkook terikat pernikahan kontrak dan dijodohkan untuk kedua perusahaan papa mereka. Awalnya Jungkook menerima pernikahan itu karena ia baru saja patah hati. Ia mengira jika pernikahannya dapat membuatnya melupakan kekasihnya yang telah meninggalkannya. Sedari awal Lisa telah mengetahui itu namun Lisa tetap menerimanya, bukankah itu hanya pernikahan kontrak.
Awalnya Lisa tidak memiliki perasaan pada Jungkook namun, seiring berjalannya waktu Lisa jatuh cinta pada suaminya sendiri. Jungkook memberinya perhatian dan menghormati Lisa. Jungkook juga berusaha untuk membuka hatinya untuk Lisa. Ia sadar itu hanya pernikahan kontrak. Tapi selama kontraknya belum selesai bukankah wanita itu akan terus disampingnya.
Lisa dan Jungkook menjalani peran sebagai suami dan istri dengan bahagia. Lisa selalu menyiapkan sarapan dan segala keperluan Jungkook dan Jungkook selalu memperhatikan Lisa. Hingga beberapa minggu lalu Jungkook kembali bertemu dengan mantan kekasihnya.
Sikap Jungkook mulai berubah. Ia juga sering melewatkan makan malam yang sudah disiapkan Lisa untuknya. Tak jarang Lisa menunggu Jungkook hingga tertidur di meja makan.
Beberapa kali Lisa bahkan memergoki Jungkook sedang pergi bersama mantan kekasihnya. Lisa masih berusaha membuat Jungkook jatuh hati padanya dengan melakukan hal yang membuat Jungkook bisa melihatnya. Namun usaha Lisa seolah sia-sia. Suatu malam Jungkook berkata jujur pada Lisa jika ia masih mencintai kekasihnya dan masih ingin bersamanya. Hati Lisa seakan berhenti berdetak saat Jungkook mengucapkan itu. Namun Lisa dengan senyum yang dipaksakan menerima itu. Lisa sadar pernikahannya hanya sementara. Cepat atau lambat pernikahan itu akan berakhir. Lagipula Lisa telah lelah berusaha membuka hati Jungkook untuknya.
"Maaf, aku mengganggu kalian!" ucap Lisa saat masuk ke dalam rumah. Jungkook telah memperkenalkan Serly sebagai kekasihnya seminggu lalu. Bahkan Jungkook sering membawa Serly kekasinya itu ke rumah mereka. Meskipun hatinya perih namun Lisa menerima.
"Lisa, Kau darimana? Kenapa baru pulang?" tanya Jungkook setelah melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 9 malam.
"Aku hanya pergi bersama temanku."
"Tapi selarut ini, apa pantas Kau pulang selarut ini sementara suamimu ada di rumah?"
"Bukankan sudah ada perempuan lain yang menemani suamiku!?"
"Lisa! Jaga bicaramu! Kau tak perlu mencampuri urusanku!" geram Jungkook.
"Apa aku salah bicara?" tanya sinis Lisa.
"Sayang sudahlah! Biarkan dia pergi dari sini. Aku ingin berdua denganmu!" ucap Serly manja dengan mata menatap licik pada Lisa.
Jungkook masih menatap geram pada Lisa. Lisa yang selama ini tak pernah membantah ataupun melawannya kini membalas ucapannya hingga membuatnya kesal.
Lisa segera pergi ke kamarnya. Hatinya panas mendengar ucapan Jungkook. Selama ini Lisa selalu sabar menghadapi Jungkook. Lisa juga tak pernah berbicara kasar pada Jungkook. Namun saat ini hantinya lelah. Berjuang sendiri mempertahankan pernikahnnya hanya sia-sia.
"Aku akan mengantarmu pulang, Serly!"
"Tapi Sayang, tak bolehkan aku menginap disini?"
"Maaf, Sayang. Untuk malam ini tidak bisa. Aku tak mau tiba-tiba orangtuaku datang dan melihatmu disini."
"Uuu... Baiklah. Aku menurutimu kali ini."
Jungkook akhirnya mengantar Serly pulang dan tak lama ia kembali ke rumahnya. Entah kenapa setelah Jungkook mendengar ucapan Lisa tadi membuat pikirannya terganggu.
KAMU SEDANG MEMBACA
oneshoot Liskook area
FanfictionKenapa dadaku berdegup kencang setiap ada di dekatnya....?? Gak mungkin kan aku suka padanya...!? Gak gak gak.... Ini tidak benar....
