Sebenarnya kerjaan banyak banget, tapi aku lagi semangat ni sama cerita ini. Takutnya alurnya hilang, jadi aku up lagi 😁😁😁
Happy reading...
💙💚💛🧡💜🖤
Tzuyu masuk ke toilet dan melihat Lily sedang mencuci wajahnya di depan cermin.
"Li..., kamu gak apa kan?" tanya Tzuyu.
Lily hanya menggeleng, dan sedikit tersenyum. "Aku baik-baik aja kok Yu... Jangan khawatir."
Tzuyu mengamati wajah Lily, matanya sedikit melebar saat ia melihat darah menetes dari hidungnya. "Li, hidungmu berdarah!" serunya terdengar khawatir.
"Ehm..." Lily menoleh pada cermin di depannya ternyata darah dari hidungnya masih keluar. "Oh, aku mimisan Yu. Tidak apa." jawab Lily sambil membersihkan kembali hidungnya dengan air.
Setelah selesai membersihkan wajahnya, Lily mengajak Tzuyu kembali ke tempat pertunjukan. Walau sedikit menolak akhirnya Tzuyu mau untuk kembali kesana. Tzuyu masih kesal pada Jeon, sementara Lily sepertinya sudah melupakan bentakan Jeon padanya.
"Ya udah, kalau gitu aku ke kelompokku ya Li! Kamu jangan deket deket dulu sama si Jeon!" perintah Tzuyu sebelum meninggalkan sahabatnya itu.
"Iya Nona cerewet!" balas Lily. Ia melihat ke arah tempat terakhir ia meninggalkan tempat itu, tak nampak siapapun. Iapun menuju tempat pertunjukan, di belakang panggung yang belum selesai dibuat ia melihat Eunha sedang menggenggam ponsel di depan wajahnya. Sepertinya ia sedang melakukan video call. Tanpa sengaja Lily melihat tumpukan besi yang akan digunakan sebagai penyangga panggung bergeser saat Eunha tidak sengaja menyengolnya. Mata Lily terbelalak saat sebuah besi hendak jatuh menimpa kepala Eunha. Lilypun berlari secepat yang ia bisa untuk mendorong tubuh Eunha. Namun karena syok Eunha yang terjatuh di atas tanah pun pingsan. Eunha selamat karena besi itu akhirnya jatuh di belakang tubuh Lily. Lily yang panik melihat Eunha tidak menyadari beberapa besi di belakangnya bergerak dan terjatuh tepat di atas punggung Lily yang sedang membantu Eunha.
"Akhh..." pekik Lily saat 3 batang besi mengenai punggung kemudian kakinya karena posisinya sedang bersimpuh. Saat itu Jeon dan teman-temannya yang lain datang karena mendengan suara besi yang terjatuh.
Jeon yang baru tiba melebarkan matanya saat melihat Eunha tak sadarkan diri di depan Lily. "LILY, APA YANG KAU LAKUKAN PADA EUNHA, HAH?" bentak Jeon dengan suara keras seraya berlari dan menarik tubuh Eunha.
"Ak... Aku... Tid..." Lily terbata menjawab pertanyaan Jeon akibat menahan sakit di punggungnya dan terkejut dengan bentakan Jeon.
"Kau hanya membuat semuanya berantakan, dan sekarang Kau juga melukai orang lain!" ucap Jeon dingin sebelum Lily menyelesaikan ucapannya. Ia kemudian menggendong Eunha yang masih belum sadarkan diri di depan dadanya. Dan meninggalkan Lily yang bahkan tak sanggup untuk berdiri karena rasa sakit di punggung dan juga kakinya. Dan sekarang hatinyapun ikut terasa sakit, begitu sakit saat Jeon bahkan menganggapnya hanya sebagai pengganggu.
Tak seorangpun membantu Lily karena disana memang tak ada teman sekelas Lily. "Akh..." geram Lily saat mencoba untuk berdiri namun gagal. "Punggungku sakit sekali" bisik Lily.
"Lily...!" teriak Tzuyu saat melihat Lily masih terduduk di tempat Eunha terjatuh. Ia segera menghampiri Lily dan mencoba membantunya berdiri.
"Akhh... Punggungku sangat sakit Yu...!" bisik Lily yang mulai terisak. Tzuyu nelihat sekitar namun ia tak melihat seorangpun disana. Namun matanya tertuju pada seorang siswa laki-laki yang sepertinya sedang kebingungan mencari sesuatu.
"Heh... Kamu!" teriak Tzuyu membuat siswa laki-laki itu menoleh namun beberapa saat kemudian ia menoleh ke kenan dan ke kiri memastikan jika gadis cantik yang berteriak itu memanggilnya. "Iya kamu, kacamata!" ucap Tzuyu menyebut siswa itu karena memang menggunakan kacamata. "Ayo bantu kami!" perintahnya dan siswa itupun mendekati Lily dan Tzuyu.
KAMU SEDANG MEMBACA
oneshoot Liskook area
FanfictionKenapa dadaku berdegup kencang setiap ada di dekatnya....?? Gak mungkin kan aku suka padanya...!? Gak gak gak.... Ini tidak benar....
