"Lisa..." sambut Ny. Min He begitu Lisa dan Jeon menginjakkan kakinya ke dalam rumah Jeon. "Nenek sudah menunggumu dari tadi!" ucap Ny. Min He seraya mendekat dan memeluk Lisa.
Lisa hanya terdiam menerima pelukan hangat Ny. Min He. Ia sangat terharu Ny. Min He menyambutnya dengan bahagia, hal yang tak pernah ia dapatkan dari neneknya sendiri.
"Ayo kemarilah, bantu nenek memasak di dapur!" Ny. Min He menarik tangan Lisa lembut menuju dapurnya sebelum Lisa sempat mengucapkan kata-kata.
"Tapi Nek... Ak... Aku akan mengerjakan tugas bersama Jeon." bantah Lisa.
"Kamu jangan khawatir. Jeon akan membersihkan tubuhnya setelah sampai di rumah, sementara itu temanilah nenek di dapur!" paksa Ny. Min He yang dibalas dengan pasrah oleh Lisa. "Benarkan Jeon?" lanjut Ny. Min He membuyarkan lamunan Jeon yang mengamati interaksi antara Lisa dan neneknya. Entah kenapa hatinya begitu senang melihat dua wanita di hadapannya.
"I... Iya Lisa, nenek benar. Kau bisa menemani nenek memasak sementara aku mandi di kamarku!" jawab Jeon. Ia segera melankah menuju kamarnya yang ada di lantai dua rumah itu.
Di dapur Lisa dan Ny. Min He sangat menikmati waktu berdua dengan membicarakan berbagai hal sambil bercanda tawa. Lisa dengan kerinduannya dengan kehangatan seorang nenek, sedangkan Ny. Min He terhibur dengan kehadiran Lisa menghilangkan kesepiannya di rumah besar itu.
Lisa memang jago dalam hal beladiri dan olahraga, tapi karena ia selalu menemani Bi Weni memasak iapun tidak terlalu buruk dalam urusan dapur, bahkan dapat dikatakan Lisa pintar memasak.
Jeon yang baru saja menuruni tangga mendengar tawa neneknya dan Lisa dari dapur. Muncul perasaan aneh di dadanya melihat tawa lepas gadis bermata bulat itu. Senyum yang dirindukannya. Oh benarkan?
"Jeon, kemarilah Sayang!" ajak Ny. Min He yang melihat Jeon sedang mengamati mereka berdua dari ruang makan yang terletak di depan dapur.
"Apa nenek perlu bantuanku?" jawab Jeon.
"Iya, kemarilah dan bantu Lisa memotong sayur itu!"
"Tidak Nenek, aku bisa sendiri!" bantah Lisa.
"Oh... Baiklah!" Jawab Jeon lansung mendekati Lisa. Matanya melihat Lisa yang terlihat lembut dengan rambut sedikit menutupi wajahnya yang menunduk. Tanpa sadar Jeon tersenyum melihat Lisa yang kini duduk di hadapanya setelah ia menarik kursi mendekat ke tempat duduk Lisa. Tanpa sengaja Lisa melihat Jeon dan saat itu Jeon sedang menatapnya. Mata mereka bertemu. Lisa segera memalingkan wajahnya, dadanya sudah berdetak begitu kencang. Dan tanpa sepengetahuan Lisa bahkan Jeon merasakan hal yang sama.
Ny. Min He yang sedari tadi melihat mereka hanya tersenyum dan mengambil foto mereka berdua diam-diam. "Apapun itu, aku hanya ingin Lisa yang menjadi cucu menantuku. Istri Jeon." Ucapnya dalam hati.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hasil foto Ny. Min He.
Setelah beberapa lama akhirnya acara memasak selesai. Ny. Min He, Jeon dan Lisa sudah duduk di meja makan untuk makan siang bersama. Dan saat bersamaan Tuan dan Ny. Jung pulang ke rumah.