Lisa tersenyum tertahan setelah otaknya memahami jika pria yang selama ini menjadi sumber semangatnya adalah pria yang sama yang akan dijodohkan dengan Hana Kakaknya.
"Lisa..." sapa Ny. Min He membuyarkan lamunan Lisa.
"Nenek..." balas Lisa. Seketika raut wajah Ny. Hong berubah saat mengetahui Lisa mengenal Ny. Min He.
"Oh apa kalian saling mengenal?" tanya Ny. Jung.
"Gadis ini yang Mama ceritakan waktu itu Ji Ho." jawab Ny. Min He.
"Oh, benarkah? Terimakasih, Nak... Kamu telah menyelamatkan ibu mertuaku. Siapa namamu?" tanya Ny. Jung Ji Ho lembut.
"Nama saya Han Lalice, Tante. Tetapi biasanya saya dipanggil Lisa." jawab Lisa. Melihat Lisa membuat Hana menatapnya malas.
"Oh ya, ini adalah cucu pertamaku Hana" sela Ny. Hong sambil mengelus lembut rambut Hana. "Dia adalah model sekaligus sebagai Ratu kecantikan tahun lalu di negara kita. Dan pasti kalian sudah mengetahuinya." jelas Ny. Hong. Lisa hanya menunduk sedih mendengar kata-kata neneknya yang begitu memuji Hana.
"Oh ya, bagaimana jika kita langsung ke meja makan?! Kita bisa berbincang lebih banyak disana." Tn. Jong Ki mempersilakan tamunya untuk menuju ruang makan. Mereka berjalan sambil mengobrol, sedangkan Jeon masih sibuk mengagumi Hana dengan matanya. Sementara Lisa berjalan malas mengikuti mereka semua dari belakang.
Tn. Han dan Tn. Jung duduk di kedua ujung meja dengan anggota keluar yang lain mendampinginya di sepanjang meja makan. Lisa yang duduk berhadapan dengan Jeon hanya tertunduk kikuk mendengar perbincangan mereka. Nenek dan papa Lisa yang hanya membanggakan Hana disahuti Ny. Min He yang membanggakan cucunya Jeon. Sesekali Ny. Min He melihat dan menanyakan Lisa. Namun dengan mudah Ny. Hong mengalihkan pembicaraan. Hingga akhirnya Ny. Hong membahas masalah perjodohan.
"Bagaimana Ny. Min, mengenai pembahasan kita sebelumnya?" Ny. Hong mulai membuka pembicaraan.
Ny. Min He tersenyum sambil mengamati dua gadis yang duduk di seberang mejanya. "Aku memberikan kebebasan kepada cucuku Jeon." ucapnya seraya menatap lembut cucu kesayangannya. "Aku rasa biarkan mereka saling mengenal terlebih dahulu, jika memang mereka cocok, aku akan menerima apapun keputusan Jeon cucuku."
"Oh, begitukah? Baiklah, aku rasa akan lebih baik jika Jeon dan Hana saling mengenal terlebih dahulu." ucap Ny. Hong.
"Bagaimana denganmu, Lisa? Bukankah Kau dan Jeon sudah saling mengenal, bukankah kalian satu kampus?" sergah Ny. Min He.
"I... Iya Nek, kami memang teman sekampus, ti... tidak lebih dari itu." ucap Lisa kikuk.
Deg....
Entah kenapa kata-kata Lisa mengganggu pikiran Jeon. "Cih, si gadis barbar ini ternyata punya sopan santun juga." pikir Jeon.
Setelah acara makan malam berakhir, tiba-tiba Lisa berdiri, "Maaf, kalian bisa melanjutkan perbincangan ini. A... Aku akan ke belakang sebentar." Setelah mengatakan itu Lisa segera meninggalkan ruang makan dan itu membuat Tn. Jung dan Ny. Hong sedikit kesal. Sementara Ny. Min He terus melihat Lisa sampai tubuhnya menghilang dari pandangannya.
Lisa merasa sesak di dadanya. Bagaimana mungkin ia bisa bahagia mengetahui orang yang selama ini dikagumi dan bahkan dicintainya akan bersanding dengan wanita lain. Dan itu adalah kakaknya sendiri. Dan lebih parahnya pria itu juga tampak menyukai kakaknya. Lisa duduk di taman belakang rumahnya, ia tidak tahu harus bagaimana menghadapi ini. Beberapa saat kemudian ia merasakan sentuhan lembut di pundaknya, Lisa menoleh dan dilihatnya Bi Weni tersenyum manis padanya.
"Bibi..." Lisa langsung memeluk Bi Weni erat dan menenggelamkan kepalanya di perut Bi Weni yang masih berdiri di sebelahnya. Bi Weni mengelus lembut rambut Lisa, membuat Lisa semakin terisak.
KAMU SEDANG MEMBACA
oneshoot Liskook area
Fiksi PenggemarKenapa dadaku berdegup kencang setiap ada di dekatnya....?? Gak mungkin kan aku suka padanya...!? Gak gak gak.... Ini tidak benar....
