Sebelum membaca, budayakan vote yess, dan jangan lupa follow akun author. Biar mendapat notifikasi tiap pembaruan.
Sesaat setelah Vano dan Vino turun dari mobil mereka, berbagai sapaan hormat telah bertubi-tubi terarah padanya. Kalian pasti tau, karna selain sebagai sahabat sang CEO, si kembar dari keluarga Raditama merupakan ipar sang CEO. Selain itu, perusahaan mereka terikat kerja sama yang telah terjalin sejak jaman orang tua mereka, yang notabene sebagai pendiri masing-masing perusahaan mereka. Ditangan anak-anak merekalah, perusahaan yang tadinya biasa-biasa saja, kini berubah menjadi kerajaan bisnis yang luar biasa.
"Van, lo yakin kita bakal nemu sesuatu di dalam sana?" Vino menatap ragu pada adik kembarnya.
"Seyakin hati gue, tentang adik kita yang pasti akan sadar kembali." Jawabnya mantab, dia ingin menyalurkan energi positif pada kakak kembarnya, tidak ingin ada sebersit pikiran negativ sedikitpun dalam keyakinan saudaranya.
Setelah tidak kurang dari 10 menit, mereka telah sampai dilantai 30 gedung perkantoran Langit. Berjalan dengan tegap seperti biasa, meskipun hati dan pikirannya entah terbang kemana, tapi kesan sebagai eksekutif muda tetap terlihat nyata pada keduanya. Tubuh mereka yang tidak kurang dari 185 cm dan memiliki bafan begitu tegap, telah selalu mencuri pandangan dari gadis-gadis maupun wanita di sekitar mereka, apalagi kala mereka bertiga berjalan bersama, dapat dipastikan, seluruh fokus akan terarah pada mereka yang menamakan diri tiga pangeran tampan itu.
"Rin, kamu ke ruangan Erlan sekarang juga!"
Menekan intercom, dia memanggil asisten pribadi Langit.
Tak membutuhkan waktu lama, orang yang ditunggu telah tiba.
"Ada yang bisa saya bantu Pak?" Tanya itu terdengar sarat akan hormat, meskipun saat bersama Langit rasa hormatnya menguap entah kemana, jangan tanyakan, dia memang sedekat itu dengan boss yang juga menjadi sahabatnya.
"Diruangan ini ada CCTV, tepat disudut itu, dimana bisa memutarnya?" Telunjukknya mengarah pada sudut yang sedikit tertutup oleh bunga hias, tidak mungkin CCTV di ruangan CEO akan bisa dilihat di security, dia yakin hanya melalui perangkat tertentu yang bisa memutarnya.
"Di Laptop Pak Erlan, Pak." Jawabnya sopan.
"Tolong buka passwordnya!" Pintanya pada Rino. "Passwordnya tanggal kelahiran istri beliau, Pak." Rino tau, karna saat seperti ini, dialah orang kepercayaan Langit. Dia memang memiliki kredibilitas yang tinggi, sehingga tanpa berfikir dua kali , Langit begitu yakin dengan asistennya itu.
"Itu CCTV yang memasang memang Ibu Mega, dan itu tanpa sepengetahuan Pak Erlan. Meskipun terpaut dengan Laptop beliau dan handphone Ibu Mega sendiri." Jawaban Rino mampu membuat harapan kakak beradik kembar itu bernapas lega, setidaknya akan ada titik terang setelah ini.
Saat mereka berdua membuka isi dari rekaman CCTV, mata mereka dibuat melongo, tak percaya dengan apa yang tersaji di dalamnya, mereka menemukan sering kali adiknya dan sahabatnya itu bergulat di atas sofa.
'Shit!'
"Fix! Mereka gila." Tawa itu membahana, karna adegan itu tidak hanya satu dua kali, bahkan hampir setiap hari mereka melakukannya.
"Ini gak baik buat mata gue! Njirr!" Umpat Vano saat melihat kelakuan mesum adik dan sahabatnya itu.
Namun, ekspresi mereka mendadak serius, saat tepat ditanggal dimana Mega kecelakaan. Dalam Video itu terlihat begitu jelas, Lena datang saat Langit belum ada di ruangannya. Mata mereka terlihat lebih fokus, saat melihat sekertaris Langit menyerahkan sesuatu, semacam bungkusan kecil pada Lena. Kemudian setelahnya, Lena memberikan amplop cokelat pada Andin. Yang dapat diyakini dua kembar itu, bahwa isinya merupakan uang sogokan untuk sesuatu yang telah Andin lakukan. Mata mereka saling memandang, melihat apa yang dilakukan dua perempuan dalam layar itu, apalagi saat Lena seperti memerintahkan Andin untuk memberikan sesuatu pada minuman Langit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Om Duda Aku Padamu (Langit Mega)
Random+21 bijaklah dalam memilih cerita Cerita ini kehidupan Langit setelah kepergian Senja tujuh tahun lalu. Mega Dahlia, gadis berusia 17 tahun, seorang mahasiswi yang rela menjadi babysitter demi mengejar cintanya.
