Akamsi Privileged

862 115 63
                                        

Hari H anniversary jurusan Ten

__



Ten nampak kaget mendapati Taeyong berada di waiting room untuk salah satu band performer.

"Kok kamu disini?" tanyanya menghampiri Taeyong. Pacarnya hanya terkekeh kecil seraya memeluk pinggang Ten sekilas.

"Kan band ku daftar juga"

"Tapi nama band mu nggak ada di list..." Ten membuka ponselnya, memastikan kalau nama Stairways To Heaven -nama band Taeyong itu tidak ada di poster acara.

"Aku sama Akamsi Privileged" jawab Taeyong kemudian, mengacak-acak rambut Ten sayang, walau berhasil bikin lelaki mungil itu mencak-mencak kesal karena tatanan rambutnya jadi berantakan.

"Akam-what?" Tanya Ten bingung. Kemudian dia kembali melihat list acara di ponselnya. Padahal jelas-jelas nama band itu tertera di depan pintu ruang ini, ruang yang Ten masuki tadi. Pikun dasar.

Oh, Akamsi Privileged? nama macam apa itu?

"Ngide banget sih namanya" cibir Ten tanpa bermaksud menghina. Meskipun koor untuk sesi band, Ten nggak begitu hafal apa aja band regist yang sudah pasti akan perform di anniversary jurusannya ini. Biasalah, dia kerjaannya rangkap ini itu, tambal ini itu.

"Iya, soalnya anggotanya Akamsi, anak kampung sini, kampung lempar duren. Privileged artinya kan hak istimewa, jadi filosofinya band ini pengen punya hak istimewa di hati pendengarnya. Kayak kamu di hatiku gitu loh yang" jelas Taeyong tanpa diminta sambil mengangkat tangannya hendak kembali mengusap rambut Ten, yang langsung ditahan oleh Ten karena ngeri Taeyong acak-acak rambutnya lagi.

"Lha, bedanya sama band kafe kamu, apa?"

"Anggotanya beda, terus aliran musik yang kita bawain juga beda. Kalau di kafe lebih ke lagu-lagu pop atau indie ala anak senja kekinian, kalau Akamsi seringnya bawain lagu-lagu band grunge sama rock alternative band luar kayak Nirvana sama Blink-182 gitu yang"

Ten hanya manggut-manggut walau tidak begitu familiar dengan istilah tadi. Yang ia tahu cuma vokalisnya band Nirvana itu si Kurt Cobain yang waktu itu dia baca jadi Kuy Cobain ala Lucas WayV.

"Tapi kok outfit kamu nggak anak band banget sih? Trus ini apalagi... mau bawa-bawa kamera ke atas panggung? sambil gitaran?" tanya Ten memperhatikan kaki ke kepala, kepala ke kaki Taeyong yang terlihat sedikit... too much?

"Ya emang anak band ada aturan bajunya? Aku bawa kamera buat nanti dokumentasi" Taeyong menjawil hidung Ten gemas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ya emang anak band ada aturan bajunya? Aku bawa kamera buat nanti dokumentasi" Taeyong menjawil hidung Ten gemas.

"Maksudnya tuh kayak biasanya kan anak band pakenya kaosan, denim, paling banter pake luaran jaket kulit, gitu-gitu lah" jawab Ten, "kamu  malah kayak mau tampil maen saxophone di konser jazz" tambah Ten tertawa kecil sambil meraih tangan Taeyong dengan dua tangannya, menggenggamnya erat dan mengayun-ayunkannya di udara. Gemes banget woi pengen ngarungin banget kalau kata anak Twitter mah.

[end] CRAYON (TAETEN)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang