Setelah sebulan pacaran, dan 5 bulan pedekatean, Ten baru tahu kalau rumah Taeyong ada di belakang kostannya banget dan yang punyanya juga orang tuanya dia.
"Trus kamu bayar nggak?" Tanya Ten bodoh. Kebanyakan gaul sama Winwin lolanya nular ternyata.
"Ya nggak lah yang" jawab Taeyong terkekeh geli pada sesi cuddling ke-69 mereka selama pacaran.
"Ih kasian dong papi mami kamu, harusnya rejeki 1 kamar itu!" ucap Ten, bener juga sebenarnya.
"Yailah yang sama anak sendiri" jawab Taeyong santai. Lagian Papinya kan Juragan. Punya kontrakan 100 pintu di 2 wilayah yang berbeda, udah gitu sistem keamanan per kamarnya pake kunci elektronik, macam ternak kost-kostannya Bang Armuh. Belum lagi ternak Lele yang mulai dibangun 3 tahun lalu, tepatnya waktu Taeyong gak lulus SBMPTN, dia iseng ngetweet katanya mau masuk universitas ternak lele, eh papinya liat tweet an dia, tweet absurd setengah frustasi karena gagal masuk PTN itu malah jadi ladang usaha papinya yang baru. Kan, dibalik kegagalan pasti ada hikmahnya, jadi nggak usah sedih-sedih amat ya yang gagal masuk PTN impian, siapa tahu rejeki dan jalan sukses kamu justru lebih besar di tempat lain.
Kok mendadak bijak macam Mario Teguh Golden Ways sih? Hehe maaf aku kalau ngetik emang suka melebar kemana-mana kayak lemak perut.
Balik lagi perihal ke-juragan-an papinya Taeyong. Selain Ternak Kostan dan Ternak lele, beliau juga punya RM (bukan leader BTS) Nasi Padang gitu di wilayah Jaksel dan Jakpus. Punya 5 cabang kalau nggak salah, nanti kita sensus lagi. Juga punya 1 Cafe dibilangan Thamrin, 2 ruko yang disewakan pertahun, jasa rental mobil, dan banyak yang lainnya. Belum kepemilikan saham 3% berumur 7 tahun di salah satu perusahaan besar Indonesia, sebut saja Uni*laver, harganya tembus lah M M-an mah. Ditambah maminya Taeyong yang punya bisnis sendiri, walau bisnis arisan sosialita doang sih. Makanya nggak heran kalau Taeyong juga ulet dalam berbisnis, melihat orangtuanya yang seperti itu. Mungkin juga karena faktor keturunan kan? soalnya ada stereotype bilang kalau orang Minang jago dagang atau usaha.
"Papa kamu ambisius ya orangnya? bisnisnya juga dimana-mana, bentukannya beda-beda pula" kata Ten yang takjub mendengar perekonomian keluarga Taeyong. Mungkin dia sedang survei bobot bibit bebetnya Taeyong buat jadi calon ehem di masa depan.
Padahal Phao nya Ten juga punya banyak bisnis loh, cuman Ten anaknya masa bodoan sama yang kayak gitu, selama kiriman lancar, kartu debit isinya cukup, jadi yowes ben.
"Gini loh yang, pebisnis bijak pernah berkata, jangan taruh 10 butir telur pada satu keranjang yang sama, karena saat keranjang itu jatuh, telur-telur yang ada dalam keranjang kemungkinannya bakal pecah semua. Lain halnya kalau kita taruh 10 telur di 10 keranjang yang berbeda, kalau 1 keranjang jatuh, masih ada 9 telur lain selamat" Anjay, Uda Taeyong dah pantes jadi penerus alm Bob Sadino sepertinya.
"Woah filosofis" goda Ten tertawa sedangkan Taeyong hanya tersenyum bangga sambil menaik-turunkan alisnya.
"Nanti makan malem ke rumah ya? kemarin ditanyain Mami soalnya" ujar Taeyong sambil memegangi tangan Ten erat. Taeyong emang manggil mamahnya pake sebutan Mami, sok imut manja najis gitu emang. Padahal Mark aja panggilnya normal macam Ayah Ibu.
Ten hanya mengangguk, menyunggingkan senyum kecil walau di hati sedikit ketar-ketir. Jadian aja baru sebulan udah mau main ke rumah camer, kan ngeper sendiri.
"Mami papiku santai kok orangnya. Trus kamu nggak perlu belajar bahasa Minang soalnya mereka juga seringnya pake bahasa Indo malah" ujar Taeyong menenangkan. Ten kembali mengangguk walau tetap saja sedikit khawatir. Bagaimana kalau orangtuanya Taeyong nggak suka sama dia?
***
Tidak seperti orang batak yang biasanya menyematkan nama marga (pengecualian buat Johnny yang silsilah bataknya sudah jauh dan itupun dari pihak mama), orang Minang tidak seperti itu meskipun mereka punya beberapa suku yang memiliki nama khas. Macam kakeknya dari kakeknya kakeknya kakek Taeyong dari pihak Papi adalah keturunan suku Chaniago. Kalau Taeyong mau pakai nama suku, jadi nama Indonesianya begini: Lintang Tyaga Chaniago. Rancak bana. Tapi karena Papi Yunho, papinya Taeyong itu tidak menyemat nama Chaniago, jadi Taeyong enggak. Lagian dia lebih sering pake nama Korea sih, biar reader gak pusing.
KAMU SEDANG MEMBACA
[end] CRAYON (TAETEN)
Fanfiction[Bahasa] Keseharian Taeyong dan Ten (serta beberapa member NCT dan idol lain) sebagai Mahasiswa dan penghuni kosan di Indonesia. CRAYON Collecting Random Affectionate from Youth Of Naive _____ ©️ photo by Ekrulila - Pexels. ◼️ Lokal ◼️ Boyslove (nor...
![[end] CRAYON (TAETEN)](https://img.wattpad.com/cover/231880457-64-k837700.jpg)