sambil dengerin mulmednya mantap nih:)
bisa sih denger di Spotify tapi nggak ada yang male versionnya :(
[p.s: gak ketawa-ketawa dulu, bosen nge-dad jokes mulu, mari nge-sosweet sosweet tapi bangsad dikit hu hu hu]
***
Entah Taeyong saja yang merasa atau memang Ten semingguan ini selalu bertingkah manis padanya. Di mulai saat minggu pagi sehari setelah perform bandnya Taeyong di anniv jurusan Ten, lelaki semanis gula jawa itu tiba-tiba berkunjung ke kostan tanpa pemberitahuan dulu, sambil bawa kotak makan lucu berwarna pink yang isinya gudeg, bilangnya sih bentuk terimakasihnya karena udah digotongin ke dalam kamar. Tenang, gudegnya bukan buatan Ten kok, Ten cukup tahu diri untuk tidak memberi makan Taeyong dengan gudeg mercon campur sianida. Dia membelinya di pasar kaget dekat stadion itu.
Lalu hari-hari berikutnya, Ten akan secara random datang ke kamar Taeyong, sambil kadang membawa makanan atau minuman untuk di makan berdua. Cihuy.
Ten juga sesekali datang ke kafe tempatnya bekerja, tersenyum ke arahnya dan selalu menyempatkan diri untuk bertepuk tangan kecil selepas band nya Taeyong selesai dengan satu lagu. Selalu tersenyum dan mencium pipi Taeyong setiap lelaki itu mengantar-jemputnya ke kampus meskipun di lakukan diam-diam kalau tidak ada orang.
Bukan berarti Taeyong nggak senang dengan perubahan positif pacarnya. tapi rasanya aneh saja. Seperti bukan Ten yang ia kenal. Ditambah lagi semingguan itu Ten juga nggak mau diajak menginap seperti biasa.
Tapi sabtu itu, pada malam minggu kesekian mereka lewati sebagai pasangan, Ten kembali datang ke kontrakan Taeyong sehabis rapat dema di kafe tak jauh dari situ. Itupun karena sudah malam, dan kebetulan Taeyong baru pulang ngeband, jadi sekalian jemput. Cuman Taeyong nggak nyangka kalau Ten minta ke kontrakannya.
"Kamu ada jadwal nggak besok?" Tanya Ten sambil merebahkan diri di atas kasur. Taeyong yang baru keluar dari kamar mandi tampak berfikir sebentar.
"Nggak ada kayaknya yang. Kenapa?" tanyanya sambil menaruh handuk kecil di gantungan pintu kamar mandi.
"Main yuk? Kotu?" Taeyong awalnya ingin menolak, mengingat kalau minggu Kotu itu ramainya bukan main bikin pengen misuh-misuh, ditambah banyak remaja-remaja tanggung yang sering bergerombol kesana-kemari sambil cekikikan kayak kunti. Tapi... melihat Ten yang kini menatapnya sambil tengkurap dengan kaki yang mengayun-ayun menendangi kasurnya lucu, serta tatapan mata penuh harap yang menggemaskan, Taeyong tidak punya pilihan lain selain mengangguk.
"Yeaaay!" Ten bersorak senang. Lalu tak lama kemudian ia jatuh tertidur, cepat sekali. Mungkin kelelahan.
Taeyong hanya tersenyum kecil sambil pelan sekali memindahkan posisi tidur Ten agar nyaman. Ia memandangi wajah Ten yang sudah pulas. Nampak hidung dan keningnya sedikit mengerut, apa Ten sudah mulai bermimpi? mimpi buruk kah? Tangan Taeyong kemudian bergerak mengusap wajah Ten perlahan, lalu ia ikut bergabung tidur sambil memeluk Ten.
"Aku di sini. Aku di sini. Jangan bermimpi, ada aku disini" Taeyong lirih berucap setengah bersenandung sambil mengelus rambut Ten, sedikit demi sedikit menangkupkan wajah Ten pada dadanya. Kemudian ia melihat wajah Ten kembali rileks, tidak lagi mengerut aneh. Membuatnya tersenyum lalu ikut memejamkan mata.
"Maaf..."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
[end] CRAYON (TAETEN)
Fanfic[Bahasa] Keseharian Taeyong dan Ten (serta beberapa member NCT dan idol lain) sebagai Mahasiswa dan penghuni kosan di Indonesia. CRAYON Collecting Random Affectionate from Youth Of Naive _____ ©️ photo by Ekrulila - Pexels. ◼️ Lokal ◼️ Boyslove (nor...
![[end] CRAYON (TAETEN)](https://img.wattpad.com/cover/231880457-64-k837700.jpg)