Sepertinya, Taeten momentnya sedikit(?) bakal banyak attached photo ss an chat, kan ceritanya masih temporary PJJ (pacaran jarak jauh)😚
Kayaknya ini bakal mbosenin deh bagian narasinya heuheu.
***
Siang terik, matahari sedang asyik-asyiknya memanggang warga Jakarta. Tapi Taeyong, Yuta dan Johnny santai duduk di bawah pohon rindang, numpang ngadem kayak kamu kalau lagi ke indomars.
Kebetulan basecamp mereka ini tak jauh dari gedung fakultas Teknik, tepat di samping tempat parkiran dekanat. Sepakat ngumpul di sana kalau-kalau Dosen yang ditunggu sudah datang.
Taeyong dan Yuta kebagian jadwal sidang proposal hari ini, sedangkan Johnny sudah ikut di gelombang pertama kemarin. Biasanya, kalau sedang masa-masa sidang proposal maka kelas akan diliburkan. Tapi karena jurusan sedang hectic oleh akreditasi yang berbarengan dengan pergantian kaprodi, jadi pihak administrasi nampaknya alpa buat re-arrange jadwal untuk anak-anak semester 7. Akhirnya Taeyong dan Yuta terpaksa mabal, atau malah sukacita mabal. Sudah lama sekali semenjak terakhir mereka titip absen.
Nampak beberapa mahasiswa juga mahasiswi berseliweran mengenakan baju hitam putih, yang lelakinya berdasi, yang perempuan dandan cantik-cantik macam pramuniaga.
"Tang, pak Siwon udah dateng. Yang lain pada kemana? disuruh nunggu depan ruangan biar cepet" Itu Bona, mahasiswi teman seangkatan Taeyong dan Yuta, sekelas dengan Johnny.
"Kenapa nggak di wa aja?" Taeyong berdiri dari acara nongkrong-nongkrongnya, dalam artian harfiah ataupun bukan. Ia sengaja tidak merokok hari ini karena Pak Siwon tidak merokok dan kurang suka dengan bau rokok. Hanya segelas kopi dukun (baca: kopi hitam berampas) dengan nasi warteg Mbak Solar yang menemani makan siangnya kali ini.
"Yeee ... gue udah ngirim tapi kaga ada yang baca" ucap perempuan itu langsung pergi duluan.
Taeyong komat kamit sendiri, merapal beberapa kalimat yang akan ia sampaikan nanti. Bohong kalau Taeyong nggak deg-degan parah. Tapi untung dia udah masbro banget sama Pak Siwon ini. Palingan di dalem malah ngobrolin bisnis sama organisasi.
"Lu sama Bu Dara ya? anjir enak banget pemandangan indah siang-siang" ucap Taeyong sambil menyeruput sisa kopi hitamnya.
"Tergantung amal perbuatan sih yong" jawab Yuta terkekeh kecil.
"Dah gue caw, doain gue selamat sentosa sampe keluar" Taeyong menepuk pelan bahu Yuta dan Johnny yang dibalas gumaman yoi dan good luck dari mereka berdua.
Tak perlu waktu lama bagi Taeyong untuk sampai di depan ruang Wadek III, kantor Pak Siwon di kampus. Beberapa teman-temannya yang juga sidang dengan beliau duduk berjejer di bench lorong. Sibuk masing-masing.
"Ini sesuai absensi di pengumuman apa random?" Tanya Taeyong pada Bobby, temannya yang lain.
"Random. Itu yang masuk duluan aja si Keenan" jawabnya.
Taeyong manggut-manggut. Ia duduk berdampingan dengan Bobby, lalu membuka slide presentasi dan klipingan proposalnya.
Belum ada sepuluh menit, pintu ruangan sudah kembali terbuka.
"Lintang Tyaga ada?" Tanya Lelaki berambut gondrong yang baru keluar dari sana.
"Yo, hadir!" jawab Taeyong seraya merapihkan bawaannya, lalu berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
[end] CRAYON (TAETEN)
Fanfic[Bahasa] Keseharian Taeyong dan Ten (serta beberapa member NCT dan idol lain) sebagai Mahasiswa dan penghuni kosan di Indonesia. CRAYON Collecting Random Affectionate from Youth Of Naive _____ ©️ photo by Ekrulila - Pexels. ◼️ Lokal ◼️ Boyslove (nor...
![[end] CRAYON (TAETEN)](https://img.wattpad.com/cover/231880457-64-k837700.jpg)