3400+ kata, fiuh.
warning: Sky pujangga mode on.
***
Long short story keesokan harinya Taeyong sudah berada di dalam mobil menuju Villa pamannya Jaehyun dengan dirinya yang jadi supir, Yuta co-sopir tapi sibuk push rank, Taeil dibelakangnya tidur dan Ten yang sibuk memandang keluar jendela di bangku tengah. Sedangkan Jaehyun, Johnny, Winwin dan Doyoung berangkat dengan mobil Jaehyun duluan.
"Ini si Jaenudin geografinya nggak lulus apa gimana dah" keluh Taeyong saat menyadari sesuatu ketika sudah setengah perjalanan menuju villa.
"Naon? (apa)" Tanya Yuta tanpa menoleh, masih sibuk dengan gadgetnya.
"Puncak sih puncak, tapi ini sih Cipanas Cianjur anying, bukan Bogor" ucap Taeyong ikut logat sundanya Yuta sambil memperhatikan GPS nya lebih lekat.
"Yaudah, apa masalahnya?" Tanya Yuta heran.
"Nggak ada masalah sih, cuman seinget gue rute ini jalannya lagi jelek, banyak lobang, banyak pungli juga. Recehan gue kayaknya kurang ini" ucap Taeyong masih nampak sedikit kesal. Bukannya apa-apa, pungli di jalur yang akan mereka lewati ini bisa nyampe per semeter satu titik gerombolan, alias banyak banget woy.
"Aku bawa receh nih, pake aja" sekonyong-konyong tangan mulus bersih punyanya Ten menjulur dari samping belakang.
"Eh nggak usah Ten, masih ada kok" ucap Taeyong cepat. Matanya melirik kaca spion, melihat Ten yang nampak manis dengan kacamata membingkai wajahnya.
"Katanya tadi nggak cukup?"
"Cukup kok, becanda aja, biar mobil nggak sepi" jawab Taeyong kikuk.
"Suara radionya emang masih belum bikin rame ya?" Tanya Ten lagi.
Belum sempat Taeyong menjawab, Yuta sudah meraih clutch kecil punya Ten itu.
"Ambil aja sih Yong, gengsi bener. Pantes nggak balikan-balikan"
Ten tersedak udara, batuk-batuk salting. Taeyong dengan cepat meraih botol air di sampingnya lalu mengangsurkannya ke arah Ten tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan. Ten sekilas termangu, menatap Taeyong yang wajahnya nampak datar.
'Thanks" ucap Ten pelan. Diam-diam dalam hati berharap Taeyong mau menanyakan lagi soal jawabannya mengenai balikan itu. Tapi Taeyong cuma bilang sama-sama, lalu fokus nyetir lagi.
Ngarep ternyata nggak enak ya?
***
Bangunan villa yang akan mereka tempati berada di wilayah semacam kompleks per-villa an, entah apalah namanya. Kata Jaehyun, itu sekompleks isinya villa-villa punya keluarganya semua. Bangunan-bangunannya mengelilingi satu danau buatan yang dihiasi air terjun mini dan jembatan-jembatan cantik.
Villa yang mereka tempati ada 3 lantai. Lantai satu merupakan ground floor, jadi kalau diliat dari depan villa keliatan cuma dua tingkat tapi kalau dilihat dari belakang villa (tepatnya berbatasan dengan danau) akan keliatan kalau itu merupakan bangunan 3 lantai. Per lantai punya 2 kamar dengan kamar mandi di dalam, ditambah fasilitas dapur yang lengkap dari kulkas sampai microwave, 2 kamar mandi tambahan, tempat jemuran, balkon di tiap lantai, dan (semacam) ruang keluarga yang sangat luas di lantai 2 dilengkapi fasilitas karaoke dan treadmill. Sudah free wifi, tentu saja.
"Lu lewat antartika Yong?" Sapa Johnny saat melihat rombongan Taeyong baru sampai 4 jam kemudian. Hari sudah lumayan petang, hampir jam 6 sore mereka baru sampai.
KAMU SEDANG MEMBACA
[end] CRAYON (TAETEN)
Fanfiction[Bahasa] Keseharian Taeyong dan Ten (serta beberapa member NCT dan idol lain) sebagai Mahasiswa dan penghuni kosan di Indonesia. CRAYON Collecting Random Affectionate from Youth Of Naive _____ ©️ photo by Ekrulila - Pexels. ◼️ Lokal ◼️ Boyslove (nor...
![[end] CRAYON (TAETEN)](https://img.wattpad.com/cover/231880457-64-k837700.jpg)