44

293 25 17
                                        

V-O-T-E nya, hyung..

***

"ck, gimana, bro? enak cipokan sama cewek orang?" sindir Yeonjun sambil tersenyum miring.

"gua kira, gua abis cium ceweknya sodara gua sendiri." Taehyung tersenyum miris.

"Sodara kata lo? Ck, sodara gua cuma Shilla." Mata Yeonjun terlihat sangat merah, menandakan ia benar-benar merasa sangat emosi.

"okey, yang waras ngalah." -Taehyung.

"Waras lo bilang? Orang waras ga nikung orang, boss." -Yeonjun.

"Oh? Ngerasa ditikung, boss? Coba tukeran posisi yuk. Ketika seseorang suka sama lo, tapi lo tolak mentah mentah akhirnya lo nyesel lalu ingin perjuangin dia, tiba-tiba orang itu jadi cewek sodaranya sendiri, apa yang bakal lo rasain?" -Taehyung.

Deg.

Yeonjun mematung, "maksud lo apa?"

Taehyung mendekatkan bibirnya ke telinga Yeonjun, lalu membisikkan sesuatu,

"Jauh sebelum lo kenal Kim Nara..."

Taehyung menggantung kalimatnya karena ingin melihat reaksi Yeonjun.

"...gue udah 'ngerasain' dia duluan."

Bugh!

Satu bogeman mendarat di perut Taehyung.

"Bajingan."

Taehyung tersenyum penuh kemenangan, akhirnya ia berhasil memprovokasi Yeonjun.

***

Dua hari setelah rasa kecewanya terhadap Yeonjun, Nara masih menyimpannya baik-baik. Maksudnya, ia masih merasa saaaangat kecewa karena setelah janji Yeonjun yang dibatalkan begitu saja, Yeonjun sama sekali tidak merasa bersalah.

Malahan Yeonjun menghilang, dan jarang sekali mengabari Nara.

Padahal, Nara ingin sekali membagi kebahagiaan bersama Yeonjun.

Iya, Nara baru saja mendapat kebahagiaan, ia mulai bekerja part time di salah satu cafe dekat apartemen keluarga Yeonjun, dan ini adalah hari pertamanya bekerja.

Saat ini, ia baru saja selesai dengan pekerjaannya, terlintas dipikirannya untuk datang mengunjungi Yeonjun. Dan sebelumnya, Nara menghubungi Shilla terlebih dahulu untuk memastikan bahwa Yeonjun ada di rumah.

Untungnya, Shilla bilang Yeonjun memang ada di rumah. Tanpa berpikir panjang, Nara pergi menuju rumah Yeonjun.

Sungguh mengejutkan sekali, ketika Nara datang, Yeonjun terlihat sangat sangat terkejut.

"Ngapain kamu ke sini?" tanya Yeonjun.

"Aku kangen kamu, gak boleh emang? Kamu susah banget dihubungin soalnya." jawab Nara.

"Ck, aku mau ke bengkel." -Yeonjun

"E--emang gak boleh ya aku nemuin pacar sendiri?" -Nara

"Bukan gituuuu, kalo ada apa-apa tuh bilang. Biasanya juga kalo aku pengen ketemu aku pasti nyuruh kamu ke sini." -Yeonjun.

"Mending nyuruh aku masuk dulu sekarang mah, malu masa ngobrol depan pintu." -Nara

Akhirnya Nara dan Yeonjun pun masuk. Seperti biasa, walaupun posisinya mereka sedang sedikit 'selek', Yeonjun tetap memperlakukan Nara sebaik mungkin.

"Jadi, kenapa kamu ke sini gak bilang dulu?" tanya Yeonjun.

"Aku udah bilang sama Shilla." jawab Nara datar.

dingin [tamat]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang