"Angkat tangan Anda!" teriakkan berat seorang laki-laki yang baru saja mendobrak ruang rawat inap mengejutkan Seungcheol hingga tak sengaja menembak Sowon.
JDOORRR
"S-SOWON?!" Seungcheol sendiri terkejut ketika melihat darah bercucuran dari kaki Sowon.
"Udah gila lo nembak gue." sahut Sowon tanpa berteriak sedikit pun. Dia kebal kekerasan fisik atau gimana ya si Sowon ini.
Seungcheol yang fokusnya buyar pun berhasil di amankan oleh polisi dan Umji langsung berlari ke kakaknya yang terluka itu. "Eon? Nggakpapa eon? Sakit banget nggak eon?" tanya Umji khawatir sambil membuka penutup mata Sowon.
"Uhm lumayan sakit," Sowon mendekat ke arah Umji dan berbisik "Jujur, gue mo nangis."
Umji tersenyum pahit lalu membantu Sowon menghentikan pendarahannya.
Anak-anak Bangchin yang terikat kini sudah bebas dan diangkut keluar karena cidera di anggota tubuh mereka tidak memungkinkan untuk digunakan berjalan sempurna.
"Namjoon oppa mana?" Tanya Umji sambil celingak celinguk.
Sowon yang sedang meringgis kesakitan melihat ke arah Umji dan menggelengkan kepalanya.
"Kamu kok bisa bawa polisi kesini?""Aku beberapa jam yang lalu pulang ke Seoul eon. Suga demam parah, aku bawa pulang. Terus pas di rumah sakit aku liat berita. Travel agency kita kebocoran identitas peserta. Jadi aku sama Jihye cepet-cepetan kesini bawa-" penjelasan Umji terpotong ketika ia baru menyadari sesuatu.
"JIHYE ADEK GUE KEMANA?"
-
"SOOJA JANGAN PEGANG-PEGANG." Teriak Namjoon panik ketika tangan Sooja menyentuh tengkuk lehernya.
"Kenapa? Karena aku adikmu? MASA BODOH KIM NAMJOON. MAU AKU ADIKMU, IBUMU, TANTEMU, NENEKMU, AKU KIM SOOJA TETAP MENCINTAIMU HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA."
Namjoon menatap Sooja prihatin. Adik yang pernah menjadi kesayangannya itu sekarang tidak sehat. Ia sangat menyayanginya, tapi tidak seperti ini caranya."Tapi aku tidak mencintaimu, Sooja." Ucap Namjoon lirih.
Sooja yang sedang tertawa jahat berhenti kemudian menunjukkan ekspresi sedih."A-ah bukan begitu dek. Aku cinta kamu sebatas adik kecil-"
"Dasar gila. Memangnya aku peduli hah?" Tanya Sooja lalu menyeringai.
BAAAAKKKK
Kedua kakak beradik itu menengok ke arah pintu dan menemukan seorang gadis cilik berdiri disana memegang kayu besar.
"LEPASIN NAMJOON OPPA!" Teriaknya. Teriak Kim Jihye.
"Hmm? Siapa nama bocil ini Kak?" Tanya Sooja kebingungan.
Yang ditanya juga kebingungan karena ia tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya. Tapi ia tau pasti, wajah itu familiar di matanya."A-aku juga gak tau sih." Jawab Namjoon jujur.
Jihye yang mendengar percakapan itu merasa patah hati tapi tak apa. Namjoon memang belum pernah bertemu dengannya secara langsung sementara Jihye selama ini tahu tentang Namjoon dari kakaknya yang sering cerita.
/cerita suga tapi namjoonnya kebawa-bawa/"Hilih, Namjoon oppaku juga nggak tau lo siapa. Ngapain lo mau nyelamatin dia? Kok lo tau nama dia? Lo penguntit ya? Haduh bocil jaman sekarang serem banget ya, bisa nguntit dan barbar. Cih." Kata Sooja meledek Jihye.
"Dih terserah lo mau ngomong apa nenek sihir, tapi gue disini buat jauhin Namjoon dari orang kayak lo. Lo nggak pantes berdiri di sebelah Namjoon." Ucap Jihye mantap.

KAMU SEDANG MEMBACA
Stardust ✔️ •Bangchin•
RomanceMereka dipertemukan secara tidak sengaja kemudian di hari lainnya, mereka tergabung untuk menikmati liburan di pulau pribadi. Waktunya menikmati musim panas dengan jus jeruk ditangan kalian dan membaca beragam cerita dari ketujuh pasangan ini. Kee...