Mereka sudah sampai di pasar malam. Oh lihat, lampu bermacam warna ada disini. Terlihat indah, tapi jeongwoo risih dengan banyak orang di sekitarnya.
"Haru"
"Hmmm?"
"Gaada tempat yang aga sepi terus adem gitu?"
"Kita kesini untuk bersenang senang woo"
"Tapi-"
"Udah ayo kita naik kora kora" Haruto narik jeongwoo ke wahana kora kora.
Saat menunggu gilirannya untuk naik, jeongwoo dibuat heran kenapa orang orang diatas merasa sangat ketakutan. Ah Jeongwoo tidak mau menaiki wahana ini.
"Haru, kita pergi ke tempat lain aja yu? Aku takut"
"Gapapa woo ada aku. Disini kamu bisa ngelepasin beban hidup kamu dengan teriak. Percaya deh"
"Ah baiklah" Jeongwoo berubah pikiran setelah haruto berbicara seperti itu.
Sekarang giliran mereka. Haruto mengajak jeongwoo duduk di sana.
Jeongwoo merasa tegang, tapi penasaran apakah benar bisa melepaskan beban hidupnya?.
Haruto meraih tangan jeongwoo.
"Kalo takut, teken aja tangan aku woo"
Jeongwoo ngangguk.
Wahana pun dimulai. Awalnya biasa saja, tapi lama lama jantung jeongwoo serasa mau terbang. Dan gilanya jeongwoo malah membuka mata dan melihat ke bawah saat bagiannya ke atas.
"Argh haru takut, udah berhenti ayo!" Teriak jeongwoo.
"Gabisa woo, kita harus nunggu berhenti. Kamu teriak aja buat ngelepasin beban kamu"
"Gabisa haru. Yaudah kita loncat aja ayo haru!"
"Heh, udah merem aja. Pegangan"
Jeongwoo pegangan ke tangan haruto. Tangan kanannya menggenggam tangan haruto dan tangan kirinya memegang lengan haruto.
'Hmmm manis' dalam hati haruto.
Akhirnya wahana itu berhenti. Tapi jeongwoo masih memejamkan matanya, dan tangannya menggenggam erat tangan haruto.
"Woo, udah selesai"
Jeongwoo membuka matanya.
"Hhhh jantung aku kaya mau terbang haru. Ayo cepet kita pulang!"
'Lucu banget sih'
"Eehh ko pulang, kita naik bianglala dulu deh. Abis itu kita pulang"
"Takut"
"Ngga ko, seru malah. Nanti kita bisa liat pemandangan kota di bianglala paling atas"
"Wah ayo kalo gitu"
Mereka duduk berhadapan. Saat bianglala nya jalan, jeongwoo sedikit kaget.
"Woah indah ya haru"
"Iya kaya kamu"
"Hah?"
"Ngga"
"Ish"
Jeongwoo senang saat menaiki bianglala dan merasa belum puas saat turun. Tapi ini sudah malam karena waktunya banyak dihabiskan saat sedang mengantri.
"Woo kita kesana dulu yu" Haruto narik jeongwoo.
"Mau ngapain haru?"
"Beli ini. Kamu mau yang mana?" Tunjuk haruto pada dreamcatcher yang ada di depannya.
"Waa lucu banget haruu, aku mau yang ini!" Jeongwoo menunjuk dreamcatcher berwarna abu abu.
Haruto tersenyum.
"Oke kita beli dua"
"Bang mau ini dong dua" Haruto pergi ke penjualnya lalu membayarnya.
"Loh ko beli dua?"
"Buat aku satu, kamu satu"
"Couple an dong"
"Iyaa, nih. Simpen yaa, pokonya kalo ilang aku ngambek woo"
"Iya pasti aku simpen ko, lucu bangeet"
"Yaudah yu pulang, udah jam 9"
"Yu"
Mereka pulang. Haruto mengantarkan jeongwoo sampai depan rumahnya.
"Terimakasih haruu" Ucap jeongwoo sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang lucu.
"Ini bukan apa apa, kenapa bilang makasih"
"Iihh ini iya apa apa tau. Kamu udah bikin aku seneng, dahh hati hati di jalan haru"
Haruto mengangguk dan tersenyum. Lalu pergi dari hadapan jeongwoo.
Jeongwoo tersenyum. Ternyata itu gunanya teman.
°Mi3110.
KAMU SEDANG MEMBACA
Klandestin' || Hajeongwoo (End)
FanfictionSelamat datang dalam cerita kehidupanku yang menarik. Aku akan menceritakannya setitik saja, jika kau ingin mendengarnya lebih banyak maka kau harus mati dan menjadi temanku. °251020.
