Chapter 17 : Sajak Rindu Perentas Kalbu

21 3 2
                                        

Assalammualaikum temen-temen ☺

Rasyi akhirnya Up kembali

Selamat membaca

Jangan lupa vote☆ dan komen

Terima kasih 🙏🏻

Terima kasih 🙏🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

☘☘☘☘☘

Kenangan tak biasa
Masihkah menyimpan rasa ?

-Afinda Nurul Mufiqoh

☘☘☘

"Lebih baik di panggil aja Pak si Rafael." Usul Reno.

"Apaan sih?" Sungut Arsy kesal.

"Ya buat ditanya jawabannya sama atau enggak." Ujar Reno.

"Berlebihan banget sih, lagian kami bener-bener cuma ngobrol bentar."

"Atau sekalian panggil orang tua? Biar semua masalah jelas tanpa kesalahpahaman?" Reno mulai mengusulkan hal gila.

"Jelas-jelas lo itu yang buat semua orang salah paham." Kata Arsy.

"Usulan Reno boleh juga." Ucap Pak Yuda tanpa berfikir panjang.

"Pak." Rengek Arsy tak terima.

"Bila perlu kedua orang tuanya harus datang. Agar bisa sekalian dinikahkan." Ujar Pak Yuda tanpa beban.

☘☘☘☘☘

"Pak, kenapa sampai nikah sih? Saya sama Rafael cuman ngobrol sebentar. Apalagi tuduhan Reno itu tanpa bukti itu malah bisa dikatakan sebagai tindakan pencemaran nama baik." Kalimat panjang Arsy membuat takjub seisi kelas terutama Pak Yuda.

"Yang terpenting itu orang tua kalian datang menghadap kesiswaan, masalah dinikahkan atau bagaimana itu nanti tergantung jawaban kalian." Jawab Pak Yuda yang tampak serius dengan ucapannya.

Fikiran Arsy sudah kalut, "jangan sampai mama dan papa tahu. Bisa-bisa gue dinikahin beneran."

"Pak.."

"Emang kamu nggak mau nikah sama Rafael? Atau hubungan kalian nggak direstuin?" Tanya Pak Yuda bertubi-tubi mirip wawancara dengan Kak Ros di acara Rumpi No Secret.

"Saya kan masih mau sekolah."

"Lho kenapa pacaran?"

"Kan buat penyemangat. Udah lah Pak jangan panggil orang tua segala."

"Lho kamu takut? Orang tua kamu nggak bolehin kamu pacaran ya?"

RasyiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang