Klik tombol bintangnya teman-teman⭐
****
"APA?!"
Semua yang ada di meja makan kaget mendengar pengakuan Balqis.
"Wah Qis, kamu mau ngeduluin Aa'?
"Hush, gaboleh gitu A'. Jodoh mah gak ada yang tahu," ucap Mamah.
"Hehe iya Mah, Ibra cuma bercanda." Ibrahim namanya, ia kakak Balqis.
"Siapa orangnya Qis?" Bapak mulai angkat bicara.
"Dia temennya Teh Aulia, Pa."
"Yasudah, sampaikan pada Aulia. Jika dia memang benar-benar mau taaruf denganmu, datanglah pada Bapak."
Balqis yang tadi tertunduk langsung mengangkat kepalanya saat mendengar jawaban dari Yusuf ----Bapak Balqis---
"Bapak serius? Bapak ikhlas? Bukannya kata Bapak Balqis harus cari ilmu dulu?"
"Serius Nak, mungkin ini pertanda dari Allah bahwa kamu memang sudah siap nikah, tidak seperti Aa' mu itu," ucap Yusuf dengan sedikit kekehan.
"Eh kok jadi bawa-bawa Ibra sih Pa? Ibra bukan belum siap, hanya saja belum ada hilal muncul,"
"Sama aja!"
Semua tertawa mendengar gurauan Ibra.
"Mamah gimana? Setuju kalo ada yang ngajak Balqis taaruf?" Yusuf meminta persetujuan Rita ---Mamah Balqis
"Kenapa ngga?"
Balqis menghela nafas lega. Mungkin ini cara Allah menyadarkan Balqis, bahwa Abi bukanlah jodohnya.
Mereka pun melanjutkan makan malamnya.
"Yaudah Balqis pamit ya, mau bikin CV taaruf dulu. Soalnya besok Teh Aul mau ngasih CV dari laki-lakinya."
Yang lain pun mengangguk dan Balqis langsung memasuki kamar.
Balqis langsung membuat CV taarufnya. Ia menuliskan apa yang seharusnya ia tuliskan.
Setelah selesai, ia langsung membuka buku diary nya.
Hai Abi!
Aku ingin sedikit bercerita,
Dua hari kebelakang ada yang mengajakku taaruf.
Keluargaku sudah setuju dengan 'dia'
Tapi jujur saja sampai saat ini perasaanku padamu masih tetap sama.
Jujur saja Abi, aku sangat bimbang.
Aku harus bagaimana?
Apakah ini saatnya aku harus mulai...
Melepasmu?
Balqis menutup catatan kecilnya itu. Ia segera memberi pesan pada Aulia tentang keputusannya.
Balqis
Wa'alaikumussalam Teh, maaf baru kasih kabar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dalam Diam
Romance[Ayo Baca!] [Typo Bertebaran] Cinta dalam diam? Entah berapa banyak doa yang telah aku panjatkan pada Tuhan, agar kita dapat dipersatukan Entah berapa kali ingin 'menyerah' namun hati tak bisa 'pasrah'. Entah berapa banyak kata 'ikhlaskan' namun ha...
