14. In The Morning

3.3K 128 5
                                        

Andreas sampai di rumah. Dia di kejutkan dengan kehadiran kakeknya yang sudah berada di sana sebelum dia. Pria berusia hampir enam puluh tahun itu masih terlihat tampan meskipun helain rambut putih telah menghiasi kepalanya.

Ada apa gerangan? Kalandra sedang bicara pada Anita sang pelayan rumah. Ibu Ariana terlihat sedang mengobrol dengan Kalandra sangat dekat seperti tidak ada jarak antara majikan dan pengurus rumah tangga.

Anita cukup terkejut melihat kehadiran Andreas yang tanpa di duga. Wanita itu jadi salah tingkah, sementara Senior Kalandra terlihat biasa aja tanpa ekspresi, seperti sesuatu telah terjadi. Pipi Anita merona dan bibirnya sedikit membengkak dan kemerahan.

"Andreas, kau baru saja kembali?"

Pria tua itu menyapa dengan ramah pada cucu tampannya. Andreas tidak peduli, dia lebih peduli dengan Anita yang tersipu.

"Anda ingin minum sesuatu pak Andreas?" tanya Anita.

"Tidak." tolak Andreas ketus.

"Opa, sudah berapa tahun tidak kemari, ada yang akan di bicarakan?"

Andreas beralih menatap kakeknya dengan curiga.

"Tidak, aku hanya ingin melihatmu. Aku mendengar kau sudah berpisah dari Nilam, aku cuma memastikan kau masih baik-baik saja."

Kalandra mendekati cucunya lalu merangkulnya sambil berjalan ke arah ruang kerja Andreas.

"Aku tidak pernah sebaik ini sebenarnya. Aku senang berpisah darinya. Aku penasaran kenapa kau ada di sini Opa."

Anita melihat Kalandra dan cucunya memasuki ruangannya. Wanita itu berbalik sambil mengelus dadanya. Anita tidak tahu apakah pria muda itu melihatnya berciuman dengan kakeknya tadi.

Anita sangat ketakutan jika Andreas melihatnya ia akan membencinya dan mengusirnya. Anita tidak bisa membayangkan juga seandainya Andreas tahu hubungannya dengan kakeknya.

Kalandra adalah bajingan tampan yang pernah dengan seksinya menggoda Anita dengan pesonanya, dengan kekayaannya dan juga dengan sejuta janji akan cintanya.

Anita jatuh cinta pada Kalandra yang seorang majikan kaya raya, direktur utama Kalandra Group. Dengan tidak sopannya Anita berani bermain api dengannya, dan kini hidupnya terjebak dalam masalah yang tak akan pernah berakhir hingga dia mati.

Masalah itu bahkan makin bertambah ketika ia melahirkan Ariana. Anita memikirkan banyak hal antara ingin menggugurkan atau mempertahankannya.

Nyatanya Kalandra cukup terkejut mengetahui bayi yang pernah di kandungnya telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik. Anita bisa melihat kebahagiaan di wajah pria itu. Pria yang sudah lanjut usia namun masih menyisakan katampanan di masa lalu.

Andreas dan Kalandra terlibat obrolan yang tidak terlalu serius. Mereka mengobrol ringan setelah membicarakan bisnis.

"Jadi, pacarmu yang mana lagi Andreas?"

Kalandra menatap cucunya dengan tatapan menggoda. Andreas hanya menyeringai sambil meraih gelas winenya.

"Pacar?" Andreas tidak pasti setelah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.

"Kamu adalah pewarisku, tidak baik kalau kamu tidak bisa menunjukkan pendampingmu di momen tertentu. Jadi kamu harus segera memilikinya lagi."

"Memangnya kenapa kalau tidak? Bukannya akan lebih mudah mengurus semuanya sendirian?"

"Tidak sesederhana itu Junior, terkadang kita membutuhkan seorang istri untuk menutupi kekurangan. Jika kamu terus sendirian akan ada banyak hal yang harus kamu hadapi. Wanita-wanita yang mungkin mata duitan dan merepotkan. Kamu akan di manfaatkan untuk hal-hal yang tidak berguna."

Ariana Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang