XXVI. Lost

156 32 55
                                        

HANA P.O.V

"Eunbi, ayo! Kita harus cepat!" Aku memimpin jalan di depan.

"Tunggu sebentar, Hana! Aku masih berusaha melihat petanya. Disini terlalu gelap." Eunbi mengarahkan senternya ke arah peta yang dipegangnya.

Dengan percaya diri aku mendekatinya lalu berkata, "Tidak perlu melihat peta! Kau tahu, yang perlu kita lakukan hanyalah mengikuti feeling!" Aku menyentuh dadaku seolah mendengar suara hatiku.

"Ta-tapi ini hutan dan-"

"Tidak perlu takut! Aku adalah seorang Min Hana! Demi daging ah maksudku, demi tim kita ayo, kita menangkan uji nyali ini!" Aku mengangkat tanganku ke udara. Eunbi yang melihatku pun dengan polosnya mengikuti gerakanku.

Setelahnya, kami mencoba untuk kembali berjalan dengan mengikuti arahanku. Sebenarnya disini memang menakutkan, tapi tidak akan ada yang bisa memisahkanku dengan daging sapi! Jadi, ayo Min Hana ajja ajja!

JIMIN P.O.V

Akhirnya kita sampai di lokasi tujuan. Tidak banyak murid disini, apa mungkin mereka masih di hutan untuk mengikuti uji nyali? Aku melihat ke sekitar lokasi melalui kaca mobil.
Tiba-tiba suara tawa dari Taemin berhasil membuatku kehilangan fokus.

"Ya! Apa yang lucu?" Aku menoleh padanya, kesal.

"Oh, tidak ada brother!" Taemin berusaha menahan tawanya. "Aku akan ke tenda sebentar, sebaiknya kau juga turun dari mobil," Sambungnya. Aku hanya memberikan respon dengan sebuah anggukan.

Setelah melihat Taemin pergi, aku pun melepas sabuk pengamanku dan keluar dari mobil. Kembali kugerakkan kedua bola mataku menyisiri keadaan sekitar. Ya, aku sedang mencari keberadaan Hana. Karena tidak ingin Taemin menganggu, aku pun berhati-hati dengan tingkahku. Kau tahu? Taemin akan terus menggodaku jika tahu aku seperti ini.

'Ngomong-ngomong, apakah Hana baik-baik saja di dalam sana?' Batinku khawatir

Hana P.O.V.

"Baiklah, sebentar lagi kita akan sampai, Eunbi-ya! Ayo semangat!" Aku menyingkirkan ranting pohon yang ada di depanku.

Meskipun jalannya berliku aku tetap tidak menghentikan langkahku. Beberapa menit sudah berlalu, semoga aku masih bisa memenangkan perlombaan ini. Mengingat hadiah yang diberikan akan didapat oleh juara 1-5. Jadi, masih ada sedikit harapan! Baiklah, Ayo Min Hana!

Aku mengangkat kepalaku, terlihat ada bangunan tua yang sederhana diatas sana. Apakah itu adalah tempat peristirahatan? Bibirku langsung terangkat dengan sendirinya. Pas sekali, aku sedang haus saat ini.

"Eunbi-ya, bagaimana kalau kita istirahat sebentar?" Tanyaku dengan tetap melihat ke depan. Merasa tidak ada jawaban, aku pun menoleh ke belakang.

"Eunbi?"

Seketika mataku  terbelalak kaget. Ti-tidak ada orang? Aku memutar badanku untuk mencari keberadaan Eunbi. Dengan mengandalkan senter aku kembali ke jalan yang telah kulalui.

'Se-sejak kapan kita terpisah? Apa Eunbi tertinggal disana? Jangan-jangan-'

Sebelum pikiranku menggila dengan cepat aku berlari dan berteriak sekeras yang aku bisa.
"Eunbi! Jung Eunbi! Kau ada dimana?!"

Teringat bahwa aku membawa handphone disaku, akhirnya kucoba untuk menyalakannya. Tolong, Ya Tuhan semoga baterainya masih tersisa! Dengan keringat yang mulai bercucuran aku memegang benda pipih itu ditanganku. Suara serta layar yang menyala berhasil membuatku kembali merasa lega. Namun, tak lama kemudian aku sadar bahwa aku berada di tengah hutan yang berarti itu...tidak ada sinyal!

Can't you be mine? (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang