"Sudah siap!" Aku menutup bekal yang telah kusiapkan.
"Loh, tumben pagi-pagi sudah buat kimbab. Mau buat bekal atau mau buat siapa, tuh?" Tanya Eomma yang mendekatiku di dapur.
"Ini mau buat makan siang," jawabku gugup.
"Tapi kok bawa dua kotak tuh, satunya buat siapa hayo? Anak eomma udah punya pacar, ya?" Goda eomma sambil menyenggol lenganku.
"Aniyo eomma. Aku siap-siap berangkat dulu, deh!" Ujarku demi kabur dari pertanyaan eomma.
Setelah bersiap-siap aku pun berangkat. Pagi ini aku sudah merencanakan untuk memberikan kotak makan siang berisi kimbab ini pada Jungkook dengan disertai note. Aku akan menuliskan kemana Jungkook harus pergi.
Selain itu, aku juga sudah menyiapkan kata-kata untuk meminta maaf padanya. Sebelum pulang kemarin, aku diberi saran oleh Sakura eonnie. Sebenarnya rencana untuk menambahkan note juga diberitahu oleh Sakura eonnie.
Kita saling bertukar kontak. Aku memberitahu mengenai lowongan kerja dimana eomma bekerja dan sebagai gantinya Sakura eonnie membantu dengan memberi saran. Semoga ini berhasil.
Syukurlah aku sampai lebih dulu dari yang lain. Aku pun menyiapkan notenya dan menuliskan pesanku disana.
"Jungkook aku ingin bicara denganmu. Tolong temui aku di atap sekolah, oke lalu tambahkan emot tersenyum. Baiklah! Aku akan menyiapkan diriku dan pergi ke atap dulu." Aku bergegas keluar kelas.
Jungkook P.O.V
Aku berjalan masuk ke kelas diam-diam. Mengawasi apakah ada orang disana.
Aman! Hana tidak ada disana. Sepertinya dia sedang pergi.
Aku kembali mengingat ketika tadi di bis Hana sama sekali tidak melihatku yang duduk di bagian belakang. Ia kelihatan serius dengan hp di tangannya.
Aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam kelas. Keadaan kelas masih sepi, hanya ada tas milik Hana dibangkunya. Tapi kemana dia?
'Eoh kertas apa ini?' Aku membaca note yang kutemukan di bawah sepatuku. Sepertinya tulisan tangan ini adalah milik Hana. Tintanya tercoret saat kupegang, menandakan ia baru saja menulisnya. Aku penasaran dengan apa yang dilakukannya. Aku pun mengikuti instruksi yang ada disana dan berjalan ke atap sekolah dengan berhati-hati.
Ternyata dia sedang berdiri disana sambil membawa... kimbab? Untuk apa dia bawa itu? Apa dia belum sarapan? Aku memutuskan untuk berpindah dibalik tembok yang cukup dekat dengan posisi Hana agar aku bisa mendengarnya dengan jelas.
"Jungkook, maafkan aku. Ini kimbab dengan isian makanan kesukaanmu, daging. Kuharap kamu suka...Ah, tidak tidak!!" Hana berbicara sambil memegang erat bekal makan siang yang berisikan kimbab itu.
'Ke..kenapa dia?' Aku berusaha menahan tawaku.
"Apa yang harus kulakukan? Pasti Jungkook tidak akan mau memaafkanku hanya karena kuberi kimbab. Tapi aku sudah membuatnya. Tapi akhir-akhir ini Jungkook benar-benar tidak mengajakku berbicara. Tapi kalau aku tidak minta maaf aku akan kehilangan dia," ucap Hana yang berdebat dengan dirinya sendiri.
Aku tersenyum melihat tingkah lakunya. Sebenarnya aku tidak tega melihatnya stress seperti ini. Tapi ini menggemaskan, membuatku ingin segera datang dan memeluk dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Can't you be mine? (COMPLETED)
FanficPernahkah kalian menyukai kakak kelas diam-diam? Jika iya, pasti yang bisa kalian lakukan hanyalah memandanginya dari jauh, begitupun dengan Min Hana. Seorang siswi yang terobsesi dengan kakak kelas, tetapi perasaan yang ia miliki tidak pernah dike...
