❤️ Kembar?

2.8K 198 6
                                        

Naomy mengerjapkan matanya, mengedarkan pandangannya melihat ruangan bernuansa putih yang tampak asing baginya. Tanpa disadari, tangannya terpasang infus sekarang. Apa yang terjadi dengannya? Kenapa dirinya bisa di rumah sakit?

"Kau sudah sadar?" tanya seorang pria dengan suara baritonnya.

Naomy menoleh kearah sumber suara. Dia terkejut melihat pria dihadapannya. Pria tampan itu tersenyum kearahnya.

'Sial! Apakah itu pria tadi?' gerutunya dalam batinnya.

Naomy terdiam menatap sinis pria dihadapannya. Pria yang mengikutinya dan menciumnya di lift. Berani sekali dia melakukan itu tanpa persetujuannya? Tunggu saja, Naomy akan membalasnya nantinya. Tetapi, mengapa ketampanannya bertambah dua kali lipat? Setelah menggunakan jas putih itu. Apa dia adalah seorang dokter?

"Hei, Kenapa kau melamun?" kata Neandro menyandarkan wanita itu.

"Argh! Kepalaku sangat sakit!" rintih Naomy kesakitan.

"Benarkah? Apa masih sakit? Mungkin itu akibat kau terlambat makan tadi. Apa kau lupa makan siang hari ini?"

Sebenarnya Naomy sengaja tidak makan siang tadi, karena dia masih mencoba diet ekstrim untuk menurunkan berat badannya. Dia ingin memiliki badan seperti wanita korea, dan tinggal beberapa kilo lagi berat badannya akan ideal.

"Ayo makanlah buburnya, setelah itu kau bisa meminum obatnya."

"Tidak, aku sedang diet sekarang." tolak wanita itu.

"Apa diet?!" Neandro melongo mendengar jawaban wanita itu. "Sekarang, kau masih sakit. Kenapa masih memikirkan dietmu? Bubur ini sangat rendah kalori."

"Tidak, aku tidak mau. Pasti rasanya hambar, aku tidak menyukainya. Aku tidak ingin memakannya."

"Ayo makanlah sedikit, agar kau cepat sembuh."

Naomy menutup mulutnya rapat-rapat. Dia tidak mau memakan bubur itu.

"Ayo buka mulutmu, aku akan menyuapimu."

"AKU BILANG TIDAK YA TIDAK! Kenapa kau memaksaku hah?!" kata wanita itu memekik, menatap sinis pria dihadapannya.

Neandro kehilangan kesabaran menghadapi wanita ini. Apa kesalahannya? Padahal dia hanya menyuruhnya untuk makan bubur, agar bisa minum obat nantinya.

"Hei, wanita cerewet! Aku dokter disini. Jadi kau harus menuruti semua perintahku!" bentak pria itu.

"Kenapa kau mengaturku hah?! Memangnya kau siapa? Berani sekali memaksaku!" kata wanita itu melawannya.

Kenapa Neandro merasa wanita ini sangat sensitif kepadanya? Apa mungkin dia sedang pms?

Neandro mendengus nafasnya pasrah. Sudahlah, lebih baik dirinya saja yang mengalah, daripada melakukan perdebatan panjang tanpa ujungnya.

"Baiklah, kenalkan aku Neandro, saudara kembarnya Neandra. Dia menyuruhku merawatmu disini. Aku harap, kau bisa bekerjasama untuk menuruti perintahku sebagai seorang dokter" ucap pria itu sabar.

"Saudara kembar?" kata Naomy terkejut. Dia tidak percaya bos-nya itu memiliki saudara kembar. Naomy juga tidak melihat kemiripan sedikitpun dari mereka. Hanya saja pria ini lebih banyak bicara daripada bosnya itu.

"Kenapa aku merasa kalian tidak mirip?"

Neandro mengedikkan bahunya seolah- olah tidak tahu. "Entahlah, aku juga tidak tahu."

"Sudahlah, ayo makan buburnya, aku akan menyuapimu."

"Tidak, aku tidak mau" tolaknya lagi.

"Kau harus minum obat nantinya, makanlah sedikit."

NeandroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang