Hari ini Naomy membeli coffe late kesukaannya di cafe dekat kantor. Memang, dia sangat menyukai minuman itu.
"Terimakasih" ucap Naomy tersenyum mengambil minuman itu.
Naomy melihat jam yang menempel ditangannya. Sialnya, jam istirahatnya sudah habis, wanita itu bergegas melanjutkan perjalanan menuju kantornya.
Brakk!
"Sial! Bajuku!" umpat Naomy refleks, kopi itu tumpah mengenai bajunya.
"Maaf, maafkan aku, aku tidak sengaja." ucap pria itu mengusapkan noda kopi yang terkena di bagian dadanya.
Tanpa sengaja pria itu memegang aset berharganya. Naomy terbelak kaget pria itu menyentuh hak untuk suaminya nanti.
Plak!
Refleks, tangannya menampar pipi pria itu.
"Berani - beraninya kau menyentuhku!"
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk--"
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi pria itu lagi.
"Dasar pria sialan, tidak tahu diri!" umpat Naomy ketus meninggalkan pria itu.
Terlihat pria itu meringis kesakitan, sambil memegang pipinya. Padahal dia tidak sengaja tadi. Kenapa wanita itu sangat sensitif sekali, apa mungkin sedang pms?
❤️❤️❤️
Naomy kembali melanjutkan perjalanannya yang tertunda. Akibat pria itu moodnya berubah sekarang, berani- beraninya dia menyentuh aset berharga yang untuk suaminya nanti, main grepe nggak jelas. Sial dadanya tidak perawan lagi.
Naomy segera memasuki lift di kantornya, menekan angka menuju lantai ruangannya, namun seseorang mencegahnya.
"Tunggu!"
Pria itu langsung memasuki lift yang hampir tertutup.
"Kau lagi?!" ucap Naomy tidak menyangka pria tadi ikut memasuki lift yang sama.
"Kenapa kau mengikutiku hah?! Apa kau penguntit!"
"Tidak, aku bukan penguntit" sahut pria itu.
"Lalu, kenapa kau disini? Aku tidak pernah melihatmu di tempat ini! Apa kau pegawai baru?"
"Tidak, aku tidak bekerja disini."
Pria itu mendekat kearahnya, memberikan sesuatu kepada Naomy.
"Maafkan aku untuk kejadian tadi, ini sapu tangan, kau bisa membersihkan noda itu nanti."
"Tidak! Jangan mendekat! Kau ingin membiusku bukan?!" ucap Naomy menjauh dari pria itu.
"Kenapa kau menuduhku bukan- bukan? Ini ambilah bersihkan nanti" kata pria itu menyodorkan sapu tangannya.
"Menjauhlah, jangan dekati aku!" teriak Naomy, sekarang dirinya sudah berada di sudut lift box itu.
Pria itu terdiam, dia langsung menjauhkan dirinya dari wanita itu.
"Huh! Kenapa liftnya lama sekali?" gerutu Naomy kesal. Dia merasa liftnya berjalan sangat lambat, seperti siput.
Blet!
Tiba- tiba lampu lift itu mati. Liftnya berhenti seketika. Hanya kegelapan yang tersisa diantara mereka.
"Apa yang terjadi?" ucap Naomy panik.
"Tolong! Keluarkan aku dari sini! Hiks.. hiks.., Tolong!" teriak Naomy sambil menangis terisak.
Wanita itu langsung mengambil handphonenya mencoba menghubungi seseorang.
"Halo, gue terjebak di lift nih, tolong bantu keluarin gue!"
"Halo Naomy, sekarang di kantor listriknya padam, mungkin ada kesalahan teknis tadi." ucap temannya dari seberang.
"Disini gelap banget, gue takut"
"Lo tunggu aja ya, petugasnya masih dijalan."
Tiba- tiba ponsel Naomy mati seketika kekurangannya daya. Dan sialnya lagi. Naomy harus terjebak dengan pria itu, bagaimana jika terjadi apa-apa nantinya?
Naomy menangis terisak. Dia tidak tahu mau berbuat apa saat ini.
"Kenapa kau menangis?" tanya pria itu.
"Menjauhlah! Jangan sentuh aku!"
"Hei, aku pria baik, kenapa kau marah kepadaku?"
Pria itu berjongkok di sudut lift, dia tahu kemungkinan ini akan lama, Bahkan dia terlihat santai disana.
Brak!
"Aaaaa! Suara apa itu? Kenapa ini lama sekali?!" teriak Naomy ketakutan.
Tidak ada yang menyahuti Naomy. Dimana pria itu sekarang? Bahkan disini sangat gelap. Dan sialnya baterai ponsel Naomy habis. Jadi, dia tidak bisa menghidupkan senternya sekarang. Percuma dia membeli ponsel dengan harga puluhan juta. Namun, tidak berguna di saat penting seperti ini.
"Hiks..hiks..hiks.." Naomy kembali menangis terisak, memang dia sangat takut kegelapan.
"Hey, kau dimana?" tanya Naomy kepada pria itu.
"Pria tadi, kau dimana?"
"Hey, jawab aku!"
"Aku disini, Aku punya nama, jangan memanggilku seperti itu."
Naomy meraba sekitarnya, merasakan keberadaan pria itu disundut lift, dia langsung memeluknya erat.
"Hiks..hiks.. Jangan tinggalkan aku, aku takut gelap."
"Aku selalu berada disini."
"Berjanjilah."
"Iya."
Naomy memeluk pria itu kembali. Entah rasa kemarahannya tadi hilang kemana.
"Maafkan aku soal tadi, aku tidak sengaja melakukan itu." ucap pria itu meminta maaf.
"Baiklah, tapi berjanjilah, jangan tinggalkan aku sekarang."
"Tentu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi."
"Terimakasih." ucap Naomy tulus.
Mereka terdiam, tidak ada yang membuka suara.
"Bolehkah aku melakukan itu?"
"Apa-"
Pria itu mendekatkan wajahnya. Naomy bisa mendengar deru nafasnya dalam kegelapan. Pria itu mulai melumat bibir Naomy lembut. Kenapa dia merasa ini seperti deja vu? Naomy pernah mengalami ini sebelumnya.
Naomy mengalungkan tangannya dileher pria itu, dia membalas ciuman itu dengan lembut.
Tiba- tiba pintu lift terbuka, mereka berdua tidak menyadari itu, terlihat beberapa karyawan dan bosnya melihat mereka melakukan itu di lift.
"Ekhm, apa yang kalian lakukan?"
Mereka tersadar, menghentikan kegiatannya. Lalu menoleh kesumber suara. Posisi mereka masih sangat dekat. Kini mereka terlihat seperti pelaku yang tertangkap basah.
"Naomy, apa yang kau lakukan?" tanya karyawan lainnya.
Naomy mendongak menatap pria dihadapannya. Tanpa disadari tubuhnya lemas seketika pingsan tidak sadarkan diri.
Bersambung...
Maaf klo ceritanya gk perfect,
Thankyou udh baca ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Neandro
Romantik[Completed] Sebuah kejadian tidak terduga di New York, membuat seorang wanita mencintai pria yang salah. "Lepaskan istriku!" kata pria itu, memukul semua preman yang menyentuh Naomy. Wanita itu terdiam mendengar hal itu, seorang pria tidak dikenaln...
