Suasana gelap gulita menyelimuti, ruangan gelap nan sesak, tak ada tanda-tanda penerangan disana. Terlihat wanita muda berlari sekuat tenaga, bernapas terengah-engah, mencari arah jalan keluarnya.
Kini, kakinya yang kurus tak kuat lagi menopang berat tubuhnya. Dia jatuh lemas lunglai kelantai.
"Tolong! hiks...hiks...aku ingin keluar!" teriak Naomy menangis frustasi. Namun, tak ada tanda-tanda seseorang pun disini.
"Tolong bantu aku, aku mohon," pinta wanita itu memegang dadanya, merasa sesak tak mendapat oksigen di tempat ini.
"Aku janji, aku akan melakukan apapun. Tolong bantu aku keluar, hiks...hikss" Naomy menangis frustasi. Dia pasrah dengan keadaannya kini.
Tanpa disadari, sebuah pintu emas bersinar terang menyilaukan matanya. Pintu itu berderit, membuka secara keseluruhan.
"Masuklah, kau akan mendapatkan jawabannya." Suara tak dikenal datang begitu saja. Entah siapa dia yang mengatakan itu.
"Siapa disana! Apa kau mau membunuhku hah?!"
"Masuki pintu itu dan kau akan menemukan apa yang kau cari."
"Tidak! Aku tidak mau!" tolak Naomy.
"Pintu itu akan otomatis tertutup dalam sepuluh detik, kau bisa terperangkap selamanya di tempat ini."
Naomy dengan cepat menyeret kakinya memasuki pintu gerbang bersinar terang itu. Naomy melangkahkan kakinya melewati pintu itu, tanpa disadari dia sudah berada di sebuah taman yang sangat indah.
Kini pakaiannya berubah menjadi dress selutut berwarna putih, rambut hitamnya tergerai sempurna. Serta kaki jenjangnya terlihat indah memakai hells kaca yang transparan. Naomy melihat cermin dihadapannya yang memantulkan bayangannya. Sungguh ini seperti fantasi, dia berada di negeri dongeng.
"Ikuti jalan ini, kau akan menemukan apa yang kau cari." Suara misterius itu datang lagi. Namun, kali ini Naomy tidak takut, dia malah mengikuti kemana suara itu menyuruhnya.
Naomy melangkah kakinya perlahan, mengikuti jalan setapak yang ada disana. Bunga- bunga bermekaran yang sangat indah, serta kupu- kupu berwarna warni berterbangan kesana kemari, seakan-akan menyambutnya.
"Wahh, tempat apa ini?" gumam Naomy kagum. Naomy melangkahkan kakinya, semakin penasaran menyusuri taman yang sangat indah itu.
Namun, langkahnya terhenti melihat seorang wanita muda, kira- kira seumuran dengannya sedang mengendong bayi disana. Wanita itu duduk di bangku taman, sedang menidurkan anaknya.
Naomy melangkahkan kakinya perlahan, terlihat wanita itu mulai menyadarinya.
"Akhirnya kau datang," kata wanita itu mengembangkan senyumnya.
"Siapa kau?" tanya Naomy penasaran.
"Kau tak perlu tahu siapa namaku." Wanita itu beralih menggendong anak laki-lakinya yang menangis.
"Kenapa aku disini? Apa yang terjadi kepadaku?" tanya Naomy menuntut penjelasan.
Wanita itu hanya mengembangkan senyumnya.
"Duduklah dulu disini." Wanita itu memberikan ruang untuk Naomy duduk disampingnya.
Naomy berjalan mendekat kearahnya, mulai duduk di samping wanita itu. Kini pandangan tertuju kepada anak kecil yang ada di sampingnya.
"Dia sangat tampan," kata Naomy refleks, dia sangat suka dengan anak kecil.
"Benar, putraku memang tampan," sahut wanita itu tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Neandro
Roman d'amour[Completed] Sebuah kejadian tidak terduga di New York, membuat seorang wanita mencintai pria yang salah. "Lepaskan istriku!" kata pria itu, memukul semua preman yang menyentuh Naomy. Wanita itu terdiam mendengar hal itu, seorang pria tidak dikenaln...
