Naomy terdiam merenungi keadaannya kini. Memang, setelah mengatakan hal itu kepada Neandro, dia tidak pernah bertemu lagi dengannya. Jangankan untuk bertemu? Memandang pun saja sudah tak pernah. Mereka seolah-olah tidak pernah mengenal satu sama lain.
"Naomy, bawa ini ke rumah tante Naira." ucap mamanya yang memberikan rantang.
Wanita itu tersadar dari lamunannya,
"Apa harus aku ma?"
"Menurutmu harus siapa lagi? Masak mama harus menyuruh adikmu?"
"Bawa ya putriku sayang." pinta mamanya lembut.
Naomy menghela napasnya pelan, dengan terpaksa dia mengambil rantangnya dan membawanya ke rumah sebelah.
Naomy melangkahkan kakinya memasuki rumah besar keluarga Alanda. Sembari melihat sekeliling, tak ada tanda-tanda Neandro ada disana, mungkin dia sudah bekerja.
"Permisi tante." ucap Naomy kepada wanita paruh baya itu.
"Eh, ada Naomy, kau kesini sayang?"
"Iya tante, mama memberikan ini." sahut Naomy memberikan rantang itu.
"Wahh, terimakasih ya. Memang, masakan buatan mamamu selalu enak."
Naomy hanya tersenyum mendengarnya. "Baik tante, Naomy pulang dulu."
"Kau tidak ingin bertamu dulu?"
"Ah, tidak usah tante, aku buru- buru."
"Tapi sayang..,"
Tiba- tiba langkah Naomy terhenti, melihat seorang pria tampan yang baru saja turun dari mobilnya, merangkul romantis wanita muda yang dibawanya. Dari penampilannya Naomy tahu, wanita itu jauh lebih muda, terlihat masih anak kuliahan. Berbeda sekali dengannya.
"Neandro kau sudah pulang." ucap mamanya senang.
Terlihat Neandro mengembangkan senyumnya, sembari merangkul romantis wanita yang di bawanya. Mereka berjalan ke arah Naomy.
'Apa itu kekasih barunya?' batin Naomy melihat wanita itu. 'Bukankah Neandro menyukai wanita yang seumuran? kenapa dia mengencani gadis muda itu?'
Naomy langsung menepis pikirannya. Sudahlah dia tidak peduli, entah itu kekasihnya atau bukan, kenapa juga harus mengurusi hidup mereka?
"Permisi tante, Naomy pulang."
Naomy berjalan melewati mereka. Namun, seseorang mencekal tangannya.
"Tunggu..."
Naomy berbalik, melihat wanita yang dibawa Neandro mencekal tangannya sembari tersenyum kearahnya.
"Kau sangat cantik, bisakah aku berkenalan denganmu?"
"Kenalkan aku Kyara," ucap wanita itu mengulurkan tangannya.
"Aku Naomy," sahut Naomy membalasnya.
"Naomy? Jadi, kau wanita yang.."
"Kyara bukankah kau sangat lelah? Ayo cepat masuk ke dalam." ucap Neandro menyela percakapan mereka.
"Tapi..,"
Naomy tidak tahu apa yang terjadi kepada mereka. Pria itu hanya melirik Naomy sekilas, tanpa berbicara apapun, Dia langsung menuntun Kyara untuk masuk kedalam rumahnya. Sungguh, mereka seperti tidak pernah mengenal satu sama lain.
♥️♥️♥️
Malam sunyi nan sepi, terlihat seorang wanita menyetir mobilnya sendirian. Naomy memutuskan untuk keluar sendiri, sembari menikmati udara segar malam ini. Wanita itu melaju mobilnya dengan kecepatan sedang, menembus jalanan ibu kota yang lumayan sepi dan lenggang. Entah kenapa perasaannya kacau akhir- akhir ini. Terlebih lagi melihat pria itu merangkul wanita barunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Neandro
Romansa[Completed] Sebuah kejadian tidak terduga di New York, membuat seorang wanita mencintai pria yang salah. "Lepaskan istriku!" kata pria itu, memukul semua preman yang menyentuh Naomy. Wanita itu terdiam mendengar hal itu, seorang pria tidak dikenaln...
