New York, 5 th ago.
Seorang wanita cantik berjalan sendirian di tengah malam kota yang lumayan sepi, memang hari ini Naomy menikmati hari terakhirnya di New York. Sebelum besok dimutasi ke Indo, gara-gara ulah mamanya.
Katanya kangen, pengen lihat putrinya kerja di Indo.
Mungkin alasannya masuk akal juga, tapi yang akan terjadi mungkin si mama akan menjodohkan putrinya yang cantik itu, karena sudah memasuki usia yang lumayan cukup untuk menikah.
Tahulah gimana rempongnya emak-emak, kalo lihat anak temennya dah nikah, dan putrinya nggak kawin-kawin. Bahkan pacar aja nggak punya, Naomy bingung akan menikah dengan siapa nantinya?
Wanita itu berjalan menuju apartemennya, karena waktu sudah larut malam terlihat jalanannya mulai sepi. Bahkan, tidak terlihat satupun mobil yang melintas. Namun, langkahnya terhenti segerombolan pria tidak dikenalnya mencegatnya.
"Hai nona cantik," kata mereka menghadang jalan wanita itu.
"Jangan menghalangi jalanku!"
"Kau sangat cantik malam ini," kata pria itu menggenggam erat tangan Naomy.
"Lepaskan!" kata Naomy membrontak.
"Bagaimana jika malam ini temani kami tidur sayang?"
"Lepaskan, aku sudah menikah!" ceplos wanita itu.
'Shit! Kenapa harus kata itu yang keluar' batinnya.
"Benarkah? Jangan bohongi kami nona, mana ada wanita cantik keluyuran malam- malam begini jika sudah menikah, kemungkinan mereka sudah melayani suaminya diranjang," kata pria itu tidak percaya.
"Jadi, sebaiknya layani kami diranjang," celetuk preman lainnya. Diikuti dengan tertawa tidak jelas mereka.
"Lepaskan aku! Suamiku sudah menunggu sekarang!" kata wanita itu ketus.
"Tunjukkan mana cincinmu?"
Naomy terdiam melihat jarinya tidak memakai cincin, memang wanita itu belum nikah, mau nyari cincin dimana cobak?
"Oh, iya cincinku ketinggalan di apartemen, aku lupa memakainya," sahut Naomy penuh harap, semoga saja mereka mempercayainya.
"Jangan bohongi kami nona cantik, lihatlah wajahmu itu, kau tidak pandai berbohong," ucap pria lainnya mendekatinya.
"Aku bilang, aku sudah menikah!" kata wanita itu memekik.
"Lebih baik kau melayani kami, benar kan?" tanya pria itu kepada antek-anteknya.
"Benar bos," sahut pria lainnya.
Preman itu tetap memegang tangan Naomy kuat, mereka semakin menariknya keras.
"Lepaskan aku!" kata Naomy terus memberontak.
"Ayo nona, kami sudah tidak tahan lagi."
"Sial! Kenapa kau memaksaku?!"
"Seret dia!" kata salah satu dari preman itu.
Dua orang pria berbadan besar menyeret paksa wanita itu.
"Tolong! Aku mohon siapapun itu, tolong aku!" teriak Naomy berharap ada seseorang yang menolongnya.
"Tolong aku! Kumohon! Hiks..hiks" terlihat Naomy pasrah dengan keadaannya kini.
Bugh!
Semua preman itu terjatuh tersungkur akibat pukulan dari seseorang.
"Lepaskan istriku!" kata pria itu, menatap Naomy yang ketakutan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Neandro
Romansa[Completed] Sebuah kejadian tidak terduga di New York, membuat seorang wanita mencintai pria yang salah. "Lepaskan istriku!" kata pria itu, memukul semua preman yang menyentuh Naomy. Wanita itu terdiam mendengar hal itu, seorang pria tidak dikenaln...
