Suasana malam mulai menyelimuti, akhirnya mereka tiba di Indonesia. Terlihat Naomy tampak gelisah, tak yakin pulang ke rumahnya lagi. Tentu saja, pasti mamanya sangat marah dengan kelakuan putrinya itu, kabur begitu saja di hari pernikahannya.
"Neandro, aku tidak ingin pulang, bagaimana jika mereka..."
"Naomy tenanglah..." Neandro langsung mendekat memeluk wanita itu, "Tidak akan terjadi apapun. Percayalah padaku," ucapnya meyakinkan.
"Tapi..."
"Kita sudah sampai tuan," kata supir itu.
Taksi yang mereka tumpangi tiba di depan komplek perumahan. Terlihat kedua orangtua Neandro dan Naomy berlari menyambut kedatangan mereka. Neandro tampak mengembangkan senyumnya, sedangkan Naomy hanya bisa menunduk tak berani menatap ibunya.
"Neandro, kau tidak papa sayang, kami mendengar jika kau..."
"Tidak papa tante, sekarang aku sudah sembuh bukan?"
"Sungguh, kami sangat khawatir dengan apa yang terjadi denganmu sayang."
Naomy terdiam melihat ibunya hanya peduli dengan Neandro, sedangkan anaknya sendiri sama sekali tidak di pedulikan. Begitukah kelakuan seorang ibu?
Namun, tante Naira alias ibunya Neandro mendekat kearah Naomy.
"Kau tidak papa kan sayang?" tanyanya lembut kepada Naomy.
"Maafkan aku hiks...hiks..."
Ibunya Neandro langsung memeluk wanita itu. "Naomy jangan menangis ya, itu semua sudah berlalu, kami semua sudah memaafkanmu," ucapnya menenangkan Naomy.
Naomy melihat ibunya langsung pergi tanpa kata dengan tatapan sinisnya. Bahkan, tak peduli lagi dengan putrinya itu.
"Jangan menangis ya, pulanglah dirimu terlihat sangat lelah."
"Tapi aku takut..."
"Ayo Naomy, pulanglah nak," ajak ayahnya pelan.
Naomy mengangguk mengikuti ayahnya memasuki rumahnya. Suasananya sangat hening tak ada yang memulai percakapan.
"Istirahatlah di kamar ya, ayah akan membuatkan sesuatu untukmu."
Naomy hanya mengganguk lesu.
Wanita itu menaiki tangga segera menuju ke kamar ibunya, tentu saja dia ingin meminta maaf atas apa yang dilakukannya beberapa minggu lalu. Dengan penuh keyakinan Naomy mulai membuka pintunya.
"Ma...," panggil Naomy pelan.
Wanita paruh baya itu tak menyahutinya, dia langsung menutupi tubuhnya menggunakan selimut mulai menyampingkan putrinya.
"Ma..."
"Ma, lihat aku." Naomy membuka selimut ibunya itu.
"Jangan bicara denganku lagi!"
"Ma, maafkan aku, hiks...hiks..."
"Sekarang kau hanya bisa menangis?Apa kau tahu betapa malunya aku saat acara itu? Aku tak menyangka putriku akan seperti ini!"
"Maafkan aku ma,"
"Apa kau tidak memikirkan perasaan mama hah?!"
Naomy berlutut memeluk kaki ibunya, berharap sebuah ucapan maaf terlontar dari bibir ibunya.
"Aku merasa bersalah ma, maafkan aku, hiks..hiks..."
"Pergi dari hadapanku!"
"Tidak, aku tidak akan pergi sebelum mama memaafkanku."
"Pergi!"
Naomy langsung memeluk ibunya. Air mata wanita paruh baya itu mengalir deras begitu saja.
"Jangan seperti ini ma, hiks... hiks"
"Aku berjanji akan melakukan apapun yang mama inginkan. Mama ingin melihatku menikah dengan Neandro bukan? Aku akan segera menikah dengannya."
"Aku akan menikah dengan pria pilihan mama."
"Cukup! Cukup! Hentikan semua ini!"
"Semua ini salahku, aku tidak akan memaksamu lagi untuk menikah. Hiks..hiks.., Aku tidak ingin melihat putriku ini menderita karena keputusanku."
"Jika kau ingin melajang seumur hidupmu, mama akan menerimanya. Jangan pernah menghilang tanpa memberitahuku."
"Aku tidak ingin kehilangan putriku lagi," ucap mamanya memeluk Naomy erat.
Tangisan mereka terhenti, keduanya mulai berbaikan. Naomy menghapus air mata yang membasahi wajah ibunya.
"Aku akan menikah, itu pilihanku."
"Naomy, mama tidak ingin..."
Naomy memperlihatkan cincin emas yang terlingkar sempurna di jari manisnya.
"Dia sudah melamarku ma, dan aku menerimanya."
"Naomy ini..."
"Aku akan menikah dengan Neandro, aku sudah berjanji kepadanya," ucap Naomy.
"Naomy apa kau yakin nak?"
"Aku mencintainya ma. Tolong restui pernikahan kami nanti."
Mamanya langsung memeluk erat putrinya itu.
"Kau memang putri terbaikku Naomy. Mama berjanji tak akan pernah memaksamu lagi."
Naomy mengulas senyuman lega karena mereka sudah berbaikan.
Bersambung...
Akhirnya aku up lagi,
Thx u yg masih setia baca cerita ini ❤️
Akan up lagi klo moodku bagus :')
KAMU SEDANG MEMBACA
Neandro
Romansa[Completed] Sebuah kejadian tidak terduga di New York, membuat seorang wanita mencintai pria yang salah. "Lepaskan istriku!" kata pria itu, memukul semua preman yang menyentuh Naomy. Wanita itu terdiam mendengar hal itu, seorang pria tidak dikenaln...
