❣️ Bahagia

1.7K 97 2
                                        

9 bulan kemudian...

Usia kehamilan Naomy hampir memasuki sembilan bulan. Perut wanita itu semakin membesar membuat sang suami semakin khawatir meninggalkan istrinya keluar kota sendirian.

Bagaimana jika istrinya itu melahirkan di minggu ini? Memang, kelahiran itu sangat sulit diprediksi.

"Aku tidak jadi pergi, bagaimana jika terjadi sesuatu?" ucap pria itu khawatir.

"Suamiku, sudah ada banyak orang disini jangan khawatir ya."

"Lihatlah, iparku Naurie sangat baik kepadaku, dia selalu menjagaku setiap saat. Disini juga ada mama mertua, dan banyak orang ada disini," jelas Naomy. 

"Tapi..."

Cup

Naomy mengecup lembut bibir suaminya.

"Pergilah suamiku, lakukan kewajibanmu sebagai seorang dokter."

Neandro hanya tersenyum, memeluk istrinya erat. "Aku janji akan pulang secepatnya."

"Aku pergi sekarang."

"Iya hati- hati," ucap Naomy melambaikan kedua tangannya melihat kepergian suaminya itu.

••••

Naomy merasa bosan akhir- akhir ini. Dia hanya melakukan kegiatan yang sama setiap harinya. Naomy tidak diperbolehkan bekerja terlalu keras karena usia kandungan yang sudah memasuki 9 bulan.

Wanita itu berjalan tergopoh-gopoh memutuskan untuk kedapur. Dan seperti biasa, terlihat iparnya Naurie sedang bereksperimen sangat suka mencoba resep masakan baru.

"Kau ada waktu luang untuku?"

"Tentu saja iparku, katakan kau ingin membuatkanmu apa lagi?"

"Aku ingin keluar jalan- jalan."

"Tapi,.."

"Ayolah, aku bosan dirumah terus."

"Naomy, usia kandunganmu.."

"Jangan menolakku! Aku akan baik- baik saja. Ayo antarkan aku, aku ingin membeli sesuatu," ucap Naomy memaksanya.

Terlihat iparnya itu pasrah. "Baiklah, aku akan mengantarmu."

••••

Kedua wanita itu menghabiskan waktu di Mall. Sungguh, Naomy sangat beruntung memiliki ipar seperti ini.

"Aku akan membayarnya, kau duduk disini ya," kata iparnya Naurie.

"Baiklah," sahut Naomy menurut. 

Tiba-tiba Naomy merasa perutnya sangat sakit.

"Argh! Kenapa sakit sekali?" rintih Naomy kesakitan.

Rasa sakitnya semakin melilit, apa ini pertanda akan melahirkan.

"Hiks..hiks.., sakit." Naomy menangis terisak tak bisa menahan rasa sakitnya lagi.

"Naomy, apa yang terjadi?" iparnya itu terlihat sangat khawatir.

"Sakit sekali, hiks..hiks.." 

"Tolong! Tolong bantu kami!"

••••

Akhirnya mereka tiba dirumah sakit. Naomy tak bisa menahan rasa sakitnya lagi.

"Argh! Naurie, sakit!"

"Naomy bertahanlah."

Mereka memasuki ruangan persalinan.

"Dokter cepat lakukan sesuatu!" pekik Naurie panik.

"Hiks...hiks..sakit."

"Bersiaplah bu, ikuti aba- aba dari kami."

"Hah..hah..hah.." Naomy bernapas terengah-engah.

"Satu, dua, tiga.. "

Naomy mengejan keras, namun tak terjadi apa-apa.

"Sekali lagi bu."

"Ayo Naomy, kau bisa," ucap iparnya itu menyemangati Naomy.

Wanita itu kembali mengejan, perjuangannya tak sia- sia. Dia mendengar suara tangisan bayi.

"Selamat anaknya laki- laki," ucap dokter itu tersenyum.

Naomy tersenyum senang, namun dia merasa kontraksi kembali.

"Sakit.. kenapa perutku sakit sekali? Hiks...hiks.."

"Anak anda kembar?"

"Kembar?" ucap Naomy tak percaya.

"Bertahanlah sekali lagi bu, ikuti aba- aba dari kami."

Naomy kembali mengejan keras, kali ini lebih mudah, terdengar suara tangisan bayi lagi.

"Anak kedua perempuan, dia sangat cantik," ucap dokter itu senang.

"Selamat Naomy, kau hebat."

Naomy tersenyum lesu, "Aku sudah menjadi ibu sekarang."

•••

Neandro terlihat cemas mendengar kabar jika istrinya telah melahirkan. Pria itu berlari kearah ruangan istrinya.

Neandro mendobrak pintu itu.

"Naomy kau tidak papa?" ucapnya khawatir.

Wanita itu hanya tersenyum melihat suaminya ada disini.

"Anak- anak kita sudah lahir."

Neandro tak percaya melihat dua bayi disamping Naomy.

"Mereka kembar?" ucapnya tak percaya.

Memang, saat usg dokter mengatakan hanya ada satu anak, tetapi saat mengandung, perut Naomy sangat besar tak percaya jika Naomy mengandung satu anak.

Neandro mengendong anak- anaknya itu.

"Mereka sangat mirip sepertimu Neandro," simpul Naurie iparnya itu.

"Benar, mereka sangat mirip sepertiku."

"Itu tidak adil, aku yang mengandungnya selama 9 bulan, dan wajah mereka sangat mirip sepertimu," ucap Naomy merajuk.

Neandro hanya tersenyum mendengar ocehan istrinya.

"Tentu, mereka adalah anakku. Jadi pasti mirip denganku."

"Siapa nama keponakanku ini?"

"Naren dan Nesya."

"Nama yang bagus," kata iparnya itu.

Neandro dan Naomy tersenyum, akhirnya mulai hari ini mereka resmi menjadi orang tua, tak disangka - sangka, Tuhan sangat baik kepada mereka memberikan dua buah hati sekaligus. Mereka berjanji akan menjadi orangtua yang baik kedepannya.

Bersambung...

Yuhu, setelah sekian lama, akhirnya aku up cerita ini.

Terimakasih udh mau nungguin akoh, meskipun aku sukanya ngegantung 😭

Btw, cerita ini tinggal satu part lagi di bagian ending, huhu..

Eits, jangan sedih, karena aku bawa cerita baru lagi, judulnya Zeville. Yok mampir ke ceritaku ini, Dijamin seru loh..

 Yok mampir ke ceritaku ini, Dijamin seru loh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Hehehe, see you on next part :))

NeandroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang