Suasana pagi ini tampak cerah, terlihat seorang wanita cantik yang sedang berlari di sekitar kompleks perumahan. Wanita itu menggunakan kaos sedikit kebesaran, celana training, dan sepatu olahraga.
Memang, Naomy tidak ingin mempertontonkan tubuhnya kepada orang lain. Naomy bukanlah wanita genit, yang memakai pakaian ketat memamerkan belahan dan bentuk tubuhnya. Sungguh, itu sangatlah menjijikkan.
Naomy memasang earphonenya, menyetel lagu- lagu penambah semangat agar dirinya semakin semangat berolahraga. Karena kemarin terlalu banyak makan, jadi sekarang Naomy harus berolahraga agar bisa menjaga bentuk tubuhnya.
Banyak orang mengatakan, dunia ini sangat tidak adil. Pernyataan good looking selalu dibela itu benar adanya. Dimana yang lebih cantik akan selalu dibela dan mendapat pujian. Jadi, mulai sekarang rawatlah diri kalian agar menjadi good looking. Karena tidak setiap orang mempunyai beauty privilegenya dari lahir. Kalian harus menciptakannya dan membuatnya itu sendiri.
Wanita itu merasa keringat bercucuran di dahinya. Sial! Dia lupa membawa sapu tangannya. Tetapi, ada bagusnya juga. Jika dia mengusap keringatnya, maka seluruh skincarenya akan luntur. Memang, Naomy selalu menggunakan skincare setiap harinya, terutama sunscreen. Dia tidak mau kulitnya terbakar gara- gara sinar matahari yang menimbulkan flek hitam nantinya. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?
Naomy menghela napasnya, memutuskan duduk di bangku yang ada disana. Merentangkan kedua kakinya sambil meminum minuman yang dibawanya. Namun, sebuah sapu tangan terulur kearahnya.
"Aku rasa kau memerlukan ini." ucap seorang pria dengan nada baritonnya.
"Tidak, tidak usah." tolak Naomy.
"Apa kau takut skincaremu luntur?"
Pria itu langsung duduk disamping Naomy, dia mulai mengusap keringat wanita itu pelan menggunakan sapu tangannya.
"Lihatlah, skincaremu masih aman."
Naomy hanya tersenyum menampilkan giginya yang rata.
"Apa kau selalu olahraga di hari seperti ini?" tanya Neandro.
"Kadang- kadang. Aku tidak mau terlihat gemuk." sahut wanita itu.
Neandro hanya mengangguk mendengar itu.
"Apa kau sibuk malam ini?"
"Aku rasa tidak."
"Maukah kau menemaniku nanti? Aku ingin mengunjungi taman kota. Sudah lama aku ingin ketempat itu."
"Benarkah? Aku juga sudah lama tidak mengunjungi tempat itu. Baiklah, ayo kita kesana nanti malam." sahut Naomy antusias.
♥️♥️♥️
19.00
Sesuai janjinya, Neandro akan mengajak Naomy berjalan- jalan malam ini. Dia melihat wanita itu sangat antusias memakai helmnya. Memang, mereka akan naik motor kesana.
Neandro melihat wanita cantik dihadapannya, memakai jeans kulot, kaos putih, cardigan hitam, dan sepatu kets. Rambut hitam panjangnya digulung dengan jedai sempurna. Sungguh, penampilannya sangat simpel, tapi berkelas.
Naomy tersenyum melihat pria itu menunggunya. Pria itu terlihat gagah mengendarai motor vespa matic berwarna abu yang dibawanya.
"Kau terlihat seperti remaja berusia dua puluhan." ucap pria itu memuji penampilan Naomy.
"Benarkah?"
Naomy tersenyum senang. Tentu saja itu bisa terjadi, ini berkat skincare yang dia habiskan yang harganya hampir jutaan setiap bulannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Neandro
Romansa[Completed] Sebuah kejadian tidak terduga di New York, membuat seorang wanita mencintai pria yang salah. "Lepaskan istriku!" kata pria itu, memukul semua preman yang menyentuh Naomy. Wanita itu terdiam mendengar hal itu, seorang pria tidak dikenaln...
