Naomy kembali terdiam, memikirkan rumor yang kini memenuhi pikirannya. Dia pernah mendengar, bahwa orang yang mendapatkan bunga dari lemparan pengantin itu akan segera menikah.
"Selamat ya Naomy, gue tunggu undangan lo."
"Itu nggak mungkin." sahut Naomy santai.
"Itu pasti terjadi, banyak kok buktinya." ucap mereka meyakinkannya.
"Gue nggak peduli. Bye, gue mau pulang sekarang."
Naomy beranjak mengarah kearah Neandro. Terlihat pria itu sedang bercengkrama bersama teman- temannya. Dia memberikan kode agar pria itu mendekat kearahnya.
"Ada apa hmm?" tanya pria itu sambil tersenyum.
"Neandro, aku ingin pulang sekarang." ucap Naomy memelas.
"Sekarang?"
Naomy hanya mengangguk, dia melangkahkan kakinya mulai berjalan kearah pintu keluar. Namun, pria itu mencegatnya.
"Bahkan kita belum mengucapkan selamat kepada mereka."
"Tapi, aku ingin pulang."
"Tidak baik seperti itu Naomy. Ayo ikut aku." Neandro segera mengandeng tangan Naomy, mengarah kearah pengantin itu.
Kedua pengantin itu sangat antusias menyambut mereka dengan wajah bahagianya.
"Selamat ya, atas pernikahan kalian. Semoga kalian langgeng sampai kakek nenek." ucap Neandro memberi selamat kepada mereka, dia menyenggol tubuh Naomy, agar memberikan ucapan selamat juga.
"Selamat atas pernikahan kalian." ucap Naomy seraya mengembangkan senyuman palsunya.
"Terimakasih," sahut mereka tersenyum senang.
"Jadi ini kekasihmu Neandro?" tanya mempelai wanitanya. Dia adalah sahabat Neandro yang juga bekerja di rumah sakit yang sama.
"Benar." Neandro langsung merangkul wanita disampingnya. "Sangat cantik bukan?" ucapnya terdengar bangga.
"Benarkah?" ujar Kevin sambil tersenyum.
"Naomy, aku tidak menyangka, kau adalah kekasih dari sahabat istriku. Memang, dunia sangat sempit ya." ucap pria itu terlihat senang.
"Kau mengenalnya sayang?" tanya wanita itu dengan suara yang halus nan lembut. Pantas saja Kevin mencintainya, wanita itu sangat cantik, feminim, dan berkelas. Berbeda sekali dengan Naomy.
"Tentu, dia adalah sahabatku saat SMA, bukankah begitu Naomy?"
Naomy hanya mengangguk sembari mengembangkan senyuman palsunya. Sungguh, dia tidak ingin banyak basa- basi lagi.
"Aku dengar, kalian yang mendapatkan bunga pengantin itu. Segeralah menyusul kami."
"Tentu, kami akan menyusul kalian secepatnya. Bukankah begitu sayang?" ucap Naomy segera menggandeng tangan Neandro romantis, masih dengan sandiwaranya.
"Tentu, itu pasti." sahut Neandro sambil tersenyum.
"Baiklah, kami harus pulang sekarang." kata Naomy.
"Apa kalian tidak mau makan dulu?"
"Ah, tidak usah, kami buru- buru saat ini." tolak Naomy secara halus.
"Kami pamit pulang."
"Hati- hati." ucap mereka bersamaan.
Mereka mengangguk, berjalan bersamaan keluar dari acara itu.
Naomy tersenyum senang, dia merasa bebas setelah keluar dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Neandro
Romance[Completed] Sebuah kejadian tidak terduga di New York, membuat seorang wanita mencintai pria yang salah. "Lepaskan istriku!" kata pria itu, memukul semua preman yang menyentuh Naomy. Wanita itu terdiam mendengar hal itu, seorang pria tidak dikenaln...
