❤️ Sandiwara

2K 149 5
                                        

Malam ini Naomy datang ke acara alumni SMA nya. Awalnya Naomy tidak ingin datang ke acara itu. Entah kenapa dia sangat malas menghadiri acara begituan. Namun, kedua sahabatnya merengek memohon kepadanya agar datang ke acara itu. Dan akhirnya Naomy terpaksa ikut ke acara tersebut.

Naomy sudah cantik dengan pakaian casuallnya, memakai blouse putih, dipadukan dengan jeans, dan sepatu kets. Rambutnya tergerai indah sebahu, disertai makeup tipis yang tampak natural di wajah cantiknya.

Naomy sekarang terlihat seperti anak muda yang berusia dua puluhan tahun, padahal usianya hampir menginjak kepala tiga. Tidak sia- sia wanita itu menghabiskan skincare jutaan rupiah perbulan, dan hasilnya tidak mengecewakan. Wajahnya terlihat awet muda dari usianya.

Naomy dengan percaya diri memasuki restoran yang lumayan megah. Terlihat kedua sahabatnya melambaikan tangan kearahnya, Naomy tersenyum berjalan kearah mereka. Namun, seseorang menghadangi kakinya, dan hampir saja Naomy terjatuh.

"Wahh, Naomy makin cantik ya. Beda banget sama yang dulu." ucap wanita itu dengan sedikit sindiran.

Naomy tahu, wanita ini sangat iri kepadanya. Dari gaya bicaranya saja dia tahu, jika wanita itu masih tidak suka kepadanya.

"Emang, dari dulu gue emang cantik." sahut Naomy percaya diri.

"Tapi sayang, ga laku." ucap wanita itu menghinanya.

"Pfttt..." terlihat semua orang menertawakannya.

Ingin rasanya Naomy menyumpal mulut wanita itu, mentang- mentang dia sudah beranak, berani sekali mengatai wanita muda yang masih lajang.

"Mulut lo itu seharusnya dijaga ya!" umpat Naomy kesal.

"Gue cuman bilang sebenarnya kok." ucap Sherin tersenyum kearahnya.

"Apa mungkin lo lesbi?"

Naomy menarik kemeja Sherin, dia berniat memberikan wanita itu pelajaran.

"Seharusnya lo bercermin sebelum ngatain itu ke gue. Dasar jalang!" umpat Naomy ketus.

"Lo hanya jalang murahan, yang hamil diluar nikah!" kata Naomy melawannya.

Memang, Sherin sudah mempunyai anak dulu, sebelum menikah dengan duda kaya raya. Itulah faktanya.

"Dasar kurang ajar!" ucap Sherin melayangkan tangannya hampir menampar Naomy.

Namun, seseorang menghentikannya.
Terlihat seorang wanita melerai perdebatan mereka.

"Naomy sudah, ayo kita kesana." ajaknya menuntun Naomy menjauh dari wanita itu.

Naomy terdiam duduk di pojokan, jauh dari tukang gosip itu. Memang, hanya Naomy lah yang tersisa belum menikah diantara semua teman sekelasnya. Kenapa mereka mempermasalahkan itu?

"Lupain aja kejadian tadi, dari dulu emang mulutnya kompor banget." ucap Listy menenangkan Naomy.

"Bener, wanita itu emang suka banget nyari masalah. Dasar jalang nggak tahu diri!" timpal Lena menjelek- jelekan wanita itu.

Naomy terdiam tidak menyahutinya, terlihat seorang anak kecil mendekat kearahnya.

"Uuu, cantiknya kesayangan aunty." ucap Naomy tersenyum melihat anak sahabatnya itu yang sudah berusia sekitar tiga tahunan. Naomy langsung mengendong anak itu untuk duduk di pangkuannya.

Kedua temannya itu tersenyum, melihat Naomy sudah melupakan kejadian tadi. Memang, Naomy hanya memiliki dua orang sahabat yang setia sampai saat ini, meskipun mereka sudah menikah.

"Lo cocok banget jadi ibu, apa nggak ada rencana nyusul kita gitu?" tanya Lena hati- hati.

"Bukannya gue nggak mau nikah, tapi belum ada yang pas aja." sahut Naomy santai.

NeandroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang