❤️ Perhatian

1.4K 130 4
                                        

Naomy hanya terdiam setelah mendengar apa yang dikatakan pria dihadapannya. Otaknya sangatlah sulit mencerna hal itu.

"Ayo Naomy kita pulang. Ini sudah malam." ajak pria itu.

Naomy mengangguk, mulai berjalan duluan. Entah kenapa, apa yang dikatakan Neandro mengganjal dihatinya.

Naomy tidak memperhatikan jalannya, sampai- sampai dia tidak melihat polisi tidur di hadapannya. Otomatis, tubuhnya terhuyung kedepan, untung saja Neandro menangkapnya dengan cepat.

"Kau tidak papa?" tanya pria itu khawatir.

Naomy menggeleng, "Tidak, aku tidak papa." sahutnya.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang kerumah mengendarai motor vespa matic yang di bawanya. Entah kenapa, angin malam terasa dingin menembus tulangnya.

Byur!

Tiba- tiba hujan deras mengguyur malam. Neandro langsung menepikan motornya, mencari tempat untuk mereka berteduh.

"Maaf, aku lupa membawa mantel."

Naomy hanya mengangguk mengerti, wanita itu melepaskan cardigannya yang kebasahan. Naomy mengusap- ngusap tubuhnya yang sedikit terkena air hujan.

Terlihat dua orang pria lainnya ikut berteduh di samping Naomy. Entah kenapa mereka menatap tubuh Naomy dari atas sampai bawah.

"Tubuhnya sangat bagus." ucap pria itu berbisik, namun masih bisa didengar.

"Lihatlah, ternyata kedua gundukan itu terlapis warna hitam."

"Mungkin itu sangat pas digenggaman kita." ucap mereka tertawa.

Naomy merasa risih mendengarnya, dia tahu mereka membicarakannya. Neandro langsung memakaikan wanita itu jaketnya, menutupi tubuh wanita itu.

Neandro menarik wanita dihadapannya. Menggantikan posisi Naomy yang tadinya di samping pria itu. Berani sekali mereka melecehkannya dengan kata- katanya itu.

"Neandro, sebaiknya kita trobos saja hujannya."

"Apa kau yakin?"

Naomy mengangguk, dia juga tidak melihat tanda-tanda hujan akan berhenti.

Neandro kembali memakai helmnya, melaju motornya menembus hujan deras yang mengguyur ibukota. Naomy memeluk pria itu erat, merasa kedinginan seraya menggeretakkan giginya.

Beberapa menit kemudian, akhirnya kedua insan tersebut sampai di rumah dalam keadaan basah kuyup.

"Cepatlah mandi dengan air hangat, agar kau tidak sakit nantinya." saran Neandro.

"Baiklah, aku pulang sekarang." ucap pria itu berlari beberapa langkah sudah sampai di rumahnya.

Naomy tidak menyangka ternyata Neandro pria yang baik. Dia berjanji akan selalu menjadi teman yang baik untuknya.

💜💜💜

Keesokan harinya.

Naomy mengerjapkan matanya terbangun tepat jam sepuluh pagi. Memang, sekarang adalah hari libur, jadi dirinya tidak bekerja. Dia bisa berleha-leha di kasur tercintanya.

Naomy merasa kehausan, dia memutuskan ke dapur mengambil segelas air. Disana terlihat mamanya dan adiknya yang sedang membuat kue nastar.

"Ckck, lihatlah anak perawan baru bangun di jam segini." sindir mamanya.

"Bagaimana nasibnya nanti jika sudah menjadi menantu?"

Naomy tidak menyahutinya, dia kembali fokus meminum airnya.

NeandroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang