❤️ Wedding

1.7K 125 7
                                        

Suasana hari menyingsing malam, lampu berkelap kelip, beberapa tamu undangan, alunan lagu kasmaran, serta dekorasi mewah menghiasi tempat itu. Tampak dari kejauhan gaun putih elegan bersanding dengan jas hitam mewah tampak serasi digunakan oleh kedua insan yang sedang berbahagia hari ini.

Hari ini adalah hari spesial. Dimana dua orang yang saling mencintai mengucap janji sehidup semati untuk hidup bersama selamanya. Tentu ini tidak asing lagi, siapalagi jika bukan pernikahan pasangan tercinta kita Neandro dan Naomy yang sekarang sudah sah menjadi suami istri.

Pernikahan mereka telah berlangsung di sebuah private villa yang hanya dihadiri oleh beberapa tamu undangan kerabat dekat mereka saja. Entah kenapa keduanya tidak menginginkan pernikahan yang mewah, karena baginya pernikahan yang sederhana itu saja cukup.

Terlihat seorang wanita masih terbalut gaun pengantin tersenyum senang sembari menyambut beberapa tamu undangan.

"Akhirnya kau resmi menjadi iparku Naomy," ucap Neandra, saudara dari suaminya itu.

"Aku yang paling bahagia sekarang. Akhirnya aku mempunyai saudari perempuan juga," ucap Naurie sangat senang, yang tak lain istri dari Neandra yang menganggap Naomy seperti adiknya sendiri.

"Kalian bisa saja," kata Naomy tersenyum.

"Benarkah? Kalian yang paling bahagia?" ucap seorang pria dengan nada baritonnya, tersenyum berjalan mengarah kearah mereka.

"Tentu saja aku yang paling bahagia. Akhirnya aku bisa menikah dengan orang yang kucintai," ucap Neandro mengecup singkat kening Naomy, dan tentu saja banyak orang yang melihatnya.

"Neandro..." ucap Naomy merasa malu dengan kelakuan suaminya itu.
Memang, Neandro sudah menjadi suaminya sekarang.

"Ckck, lihatlah pengantin baru ini, mereka mengumbar kemesraan di depan umum."

"Bukankah kalian juga pernah seperti kami?"

Neandra dan istrinya itu hanya tersenyum mendengarnya.

"Iya, iya kami juga pernah. Bukankah begitu Naurie?" kata Neandra melirik ke arah istrinya. "Hari ini nikmati saja masa- masa indah kalian menjadi pengantin baru."

"Oh iya, ini hadiah dari kami," ucap Naurie memberikan kotak besar untuk mereka.

"Wah, besar sekali, kira- kira apa isinya?" tanya Naomy yang menerima kotak itu.

"Entahlah, kalian harus membukanya nanti sebelum tidur," sahut Naurie tersenyum.

"Baiklah, kami pamit dulu, harus menidurkan Nicholas. Anak itu terlihat mengantuk."

Mereka mengangguk mengerti. Neandra dan istrinya pergi dari sana. Hanya menyisakan Neandro dan Naomy yang ada disana. Para undangan juga sudah mulai pulang, Neandro melihat wajah lelah yang menjadi istrinya saat ini.

"Kau terlihat sangat lelah." 

"Benarkah? Tapi aku tidak merasa lelah," sahut Naomy.

Neandro tahu istrinya itu berbohong.
"Tidurlah duluan, lagipula acaranya juga sudah selesai."

"Tapi..." 

Terlihat ibu Naomy mengarah ke arah mereka.

"Ma, bisakah kau mengajak Naomy ke kamarnya? Dia terlihat lelah ma," ucap Neandro kepada mertuanya itu.

"Tentu saja sayang, ayo Naomy," ajak mamanya itu.

"Baiklah," sahut Naomy menurut.

Memang, malam ini semua keluarganya menginap di villa ini.
Naomy membuka pintunya, terlihat kamar yang sangat luas dilengkapi bunga mawar merah di atas ranjangnya yang sangat cocok untuk pengantin baru.

NeandroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang