❤️ Kebenaran

1.5K 120 12
                                        

"Aku membunuhnya," ucap Arga tersenyum setelah mengatakannya.

Tubuh Naomy menegang seketika. Tak percaya jika pria dihadapannya ini membunuh seseorang. Naomy langsung teringat dengan mimpinya beberapa hari yang lalu, bertemu dengan seorang wanita misterius yang sedang menidurkan anaknya di sebuah taman yang sangat indah.

Di mimpi itu, Naomy mengingat ucapan wanita yang ditemuinya. Katanya wanita itu dibunuh oleh seseorang, yang tak lain adalah ayah dari anak yang dia kandung. Apa jangan-jangan wanita itu yang bernama Disha? Dia juga berpesan agar Naomy berhati-hati, jadi apa mungkin ini ada kaitannya?

"Kenapa wajahmu sangat terkejut Naomy? Bukankah kau ingin bertemu dengan wanita itu?" tanya Arga tersenyum.

Arga mengambil sebuah foto yang ada disana. Terlihat foto Disha saat tersenyum.

"Kau sangat cantik Disha." Arga berbicara sendiri dengan foto dihadapannya.

"Lihatlah sayang, wanita ini akan menyusulmu secepatnya. Kau tidak akan kesepian disana."

"A-pa? Apa maksudmu?" tanya Naomy gelagapan.

Arga mulai mengeluarkan belati tajamnya. Benda itu terlihat sangat mengkilap seperti baru. Arga mengarahkan benda itu kearah Naomy.

"Jangan mendekat!" teriak Naomy mulai mundur selangkah.

"Kenapa? Hmm?"

"Belati baruku ini terlihat sangat haus, dia ingin minum darah seseorang, dia juga ingin menggores wajah cantikmu itu."

"Jangan berani menyentuhku! Menjauhlah dariku!" pekik Naomy.

"Kau sangat mirip dengan Disha, dari penampilanmu, gaya bicaramu, dan aku rasa, kau akan mati sepertinya."

Arga semakin mendekati wanita itu sehingga tubuh Naomy terhimpit sudut ruangan itu. Naomy mencoba mendorongnya namun pria itu menjambak rambutnya kasar.

"Lepaskan sakit!"

Arga semakin kasar menarik rambut wanita itu. Terlihat banyak rambut Naomy yang rontok akibat hal itu.

"Ini belum seberapa Naomy."

"Lepaskan aku!"

Arga mendorong wanita itu keras, membenturkan kepala Naomy di sudut meja itu. Naomy merasakan kepalanya sakit luar biasa, sebuah cairan kental berwarna merah mengalir dari pelipisnya. Naomy langsung menyentuhnya.

"Darah?" ucap Naomy dengan tubuh gemetar.

Naomy merasa kepalanya berputar, dia tak bisa menahan rasa sakitnya lagi. Semuanya menjadi gelap, tanpa disadari wanita itu tergeletak lemas tak sadarkan diri.

"Ckck, lemah sekali wanita ini," gerutu Arga. Terlihat pria itu menyeret tubuh Naomy membawanya ke suatu tempat.

❤️❤️❤️

Beberapa jam kemudian.

Naomy mengerjapkan matanya, dia merasa sesak, tubuhnya terikat kuat. Kepalanya kembali berdenyut sakit, serta lakban hitam menutupi mulutnya.

"Akhirnya kau sadar sayang," ucap seorang pria dengan nada baritonnya. Siapa lagi kalau bukan psikopat gila itu.

Dia mendekat kearah Naomy, mulai membuka lakban yang menutupi bibir wanita itu.

"Lepaskan aku!" pekik Naomy kesal.

"Arga lepaskan aku!" teriak Naomy memberontak.

"Lihatlah, dia calon suamimu bukan?"
Arga menunjukkan foto Neandro yang ada di ponselnya. "Ckck, kenapa dia tidak peduli dengan calon istrinya ini?"

NeandroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang