❤️ Keputusan

1.2K 116 7
                                        

Hari ini adalah hari pernikahan mereka. Dimana, pernikahan adalah hari istimewa yang selalu di impikan oleh banyak orang. Namun, sekarang itu tak berlaku untuk Naomy, ingin sekali rasanya membatalkan pernikahan ini.

Mereka sudah sampai di hotel tempat pernikahannya. Memang, pernikahannya akan dilakukan nanti malam, sedangkan sekarang hari masih sore. Jadi, Naomy masih mempunyai waktu beberapa jam lagi untuk bersiap. Terlihat disana sudah ada penata rias yang namanya cukup terkenal, yang akan merias wajah Naomy nanti.

"Sayang, kau disini dulu ya, mama akan menyambut mereka," kata mamanya meninggalkan Naomy.

"Ma," panggil Naomy pelan, memegang tangan ibunya.

"Apa pernikahan ini bisa di batalkan?" tanya Naomy tiba- tiba.

Mamanya sangat terkejut mendengar hal itu. Biasanya ini pertanda tidak baik, semoga saja ini hanya firasatnya saja.

"Naomy, jangan mengatakan itu!"

"Tapi ma..."

"Pernikahan ini akan tetap dilakukan, jangan mempermalukan keluarga kita Naomy, Neandro adalah pria terbaik untukmu."

Naomy hanya terdiam tak menyahuti mamanya. Tentu saja dia tidak bisa menghentikan pernikahannya ini, semuanya sudah terlanjur terjadi.

"Mama akan keluar sebentar, kau tetap di sini ya," kata mamanya menepuk pundak putrinya itu.

"Iya ma," balas Naomy singkat.

Naomy terdiam, mendekat ke tepi balkon hotel. Dia menatap lurus sembari mengedarkan pandangannya, melihat banyak orang yang membawa dekorasi pernikahan. Tanpa disadari, seorang pria memasuki kamarnya, yang tak lain adalah calon suaminya sendiri, alias Neandro.

"Neandro, kau disini?" kata Naomy antusias. Dia menyambut baik kedangan pria itu. Naomy langsung memeluknya erat.

"Aku merindukanmu Neandro, kenapa kau meninggalkanku kemarin?" tanya Naomy lembut, berharap pria ini bisa berkata jujur dengannya.

"Lepaskan aku! Jangan sentuh aku!" Neandro langsung melepaskan pelukan wanita itu.

Raut wajah Naomy berubah seketika, tak ada perubahan dari pria dihadapannya. Terlihat Neandro masih sangat membencinya.

"Siapa pria kemarin?!" tanya pria itu, sembari menatap Naomy intens.

"Kenapa kau peduli? Entah siapapun itu, kau tidak perlu mengurusnya."

"Jauhi pria itu!" kata Neandro terlihat serius.

Naomy menaikkan sebelah alisnya,
"Kenapa? Kenapa aku harus menjauhinya? Dia sangat peduli denganku, dia mengantarkanku pulang dengan selamat. Bahkan dia sangat baik tidak sepertimu."

"Benarkah? Jangan tertipu dengan kebaikannya itu, atau nanti kau akan hancur Naomy!" pekik Neandro terlihat marah.

"Kenapa kau melarangku hah?! Sedangkan kau sibuk bermesraan dengan wanita lain. Apa kau tahu? hatiku sangat sakit melihatmu bermesraan dengannya."

"Apa maksudmu?!"

"Kau pura- pura bodoh?! Ternyata kau lebih memilih jalang itu daripada calon istrimu sendiri!" Naomy melempar foto kearah Neandro. Foto kemesraan Neandro dengan kekasih barunya.

"Bukankah ini jalangmu?! Kau mencintainya bukan?!"

"Aku tidak menyangka seleramu rendahan seperti ini Neandro," kata Naomy remeh.

Plak!

Satu tamparan keras mendarat di pipi wanita itu. Terlihat Naomy meringis kesakitan memegang pipinya.

NeandroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang