❤️ Kebetulan?

1.5K 131 4
                                        

Naomy melangkah kaki jenjangnya memasuki acara pernikahan megah nan mewah itu. Wanita itu mengedarkan pandangannya, melihat banyak teman - teman SMAnya sudah berada disana. Refleks, Naomy langsung menggandeng tangan pria disampingnya.

"Tolong kerja samanya." ucap Naomy berbisik ditelinga Neandro.

"Tentu, bukankah kita harus saling membantu hari ini?" sahut pria itu tersenyum.

Naomy hanya mengangguk, menggandeng erat tangan Neandro, seolah-olah tidak mau kehilangan pria itu. Memang, Naomy sangat pandai bersandiwara, sangat cocok untuk menjadi pemain ftv. Namun, tidak ada satu orangpun yang ingin merekrutnya. Tidak papa, dia akan mengeluarkan kemampuan aktingnya itu hari ini juga.

Terlihat banyak orang berbisik-bisik berbicara di belakangnya. Naomy dengan percaya dirinya berjalan melewati mereka begitu saja. Apa mereka mengira Naomy tidak bisa memiliki kekasih juga? Kalo kamu bisa, dia juga bisa.

Meskipun, mereka hanya sandiwara sebagai kekasih. Tak bisa Naomy pungkiri, Neandro terlihat lebih tampan dari suami- suami mereka.

'Bagus Naomy, akhirnya mereka tidak  menganggumu lagi.' batin Naomy tersenyum.

Terlihat tiga orang pria lengkap dengan setelan jas mewahnya menghampiri mereka.

"Lihatlah, akhirnya Neandro mengenalkan kekasihnya kepada kita." ucap salah satu dari pria itu.

"Benar saja dia menyembunyikannya. Kekasihnya sangat cantik."

"Tenang saja Neandro, kami tidak akan merebut wanitamu ini." ucap mereka menggodanya.

"Teman- teman, ini kekasihku Naomy."

Naomy terkejut, pria itu memperkenalkan dirinya sebagai kekasih. Tapi ini hanyalah sandiwara, mana mungkin ini serius.

"Kenalkan, aku Naomy." ucap Naomy ramah mengulurkan tangannya.

Ketiga pria itu menjabat tangan Naomy,  berkenalan dengan wanita itu.

"Kapan kalian ada rencana menikah?"

"Menikah?" tanya Naomy terkejut.

"Hmm, kapan ya sayang?" Neandro merangkul Naomy dengan romantis.

"Entahlah, kami belum memikirkan itu." sahut Naomy tersenyum palsu.

Naomy mengedarkan pandangannya melihat kedua sahabat karibnya melambaikan tangan kearahnya.

"Aku ingin kesana," ucap Naomy memberi kode kepada Neandro.
Pria itu melihat dua orang wanita yang sebaya dengannya, mungkin itu teman- teman Naomy.

"Baiklah, hati- hati sayang." ucap Neandro.

"Wow, lihatlah pasangan ini, aku iri melihatnya." ucap teman- temannya itu.

Neandro hanya tersenyum mendengarnya.

♥️♥️♥️

Naomy menggerutu kesal, ternyata bersandiwara itu sangat melelahkan. Dia seperti kehilangan energinya yang dikumpulkannya bertahun- tahun.

"Ckck, kenapa cemberut? Lo nggak mau cerita tentang pacar lo itu?" tanya Lena.

"Bener, bisa- bisanya lo sembunyiin ini dari kita."

Naomy menatap malas, kedua sahabatnya ini menuntut penjelasan darinya.

"Dia cuman tetangga gue, kita cuman bersandiwara untuk membantu satu sama lain." jelas Naomy.

"Apa?!" ucap mereka tak percaya.

"Gue kira itu pacar lo beneran. Tapi, kalian terlihat serasi kalo bersama."

"Bener, gue juga ngerasa gitu." sahut Listy menambahkannya.

"Sudahlah, jangan bahas itu lagi."

Mereka melihat pasangan yang menikah hari ini. Terlihat Kevin, pria yang Naomy sukai dulu terlihat bahagia bersama istrinya.

"Baiklah, untuk para tamu undangan yang masih lajang, dipersilahkan untuk berbaris di belakang pengantin." ucap seorang pembawa acara.

Naomy melihat banyak wanita yang berdesak-desakan mengantri disana.

"Lo nggak ikut?" tanya salah satu sahabatnya itu.

"Nggak, ngapain ikut gituan, biar mereka aja, kan udah rame juga." sahut Naomy malas, melihat banyak orang yang berdesakan menunggu lemparan bunga dari pengantin itu.

"Lo gimana sih, ikutan gih, kapan lagi lo bisa desak- desakan kayak gitu." saran dari Lena.

"Nggak, gue nggak mau." kata Naomy malas.

"Keras kepala banget sih lo." Tanpa aba- aba, mereka menyeret Naomy ikut berdiri dalam desakan wanita- wanita itu.

"Lepasin gue ngga?!"

"Diem disini, pokoknya lo harus ikut." titah mereka.

"Iya- iya," sahut Naomy malas memutar kedua bola matanya.

Kini Naomy berada di barisan paling belakang, tak peduli dengan orang- orang yang berebut posisi paling depan. Naomy menghela napasnya pelan, sebenarnya dia tidak ingin mengikuti acara lempar bunga ini. Tetapi, kedua sahabatnya itu terus memaksanya dan akhirnya berujung disini.

"Apakah kalian sudah siap?" tanya pembawa acara itu, membuat wanita- wanita di depan Naomy bersorak kegirangan tak karuan.

Sedangkan Naomy sudah lelah berdiri meskipun mendapatkan posisi paling belakang. Entah kenapa dia sangat malas mengikuti acara seperti ini.

"Baiklah, kita hitung bersama." ucap pembawa acara itu memberi aba-aba.

"Satu..,"

"Dua..,"

"Tiga..."

Terlihat bunga mawar putih dilempar keras kearah belakang oleh pengantin, bunga itu mengarah ke arah Naomy, dengan spontan Naomy menangkap bunga yang mengarah ke arahnya.

"Dapat." kata Naomy berhasil mendapatkan bunga itu. Namun, bersamaan dengan itu, seseorang juga berhasil menangkap bunga bersamanya.

Naomy mendonggakan kepalanya, melihat tangan kekar yang menangkap bunga bersamanya.

"Neandro!" ucap Naomy terkejut, melihat pria itu mendapatkan bunga bersamanya.

Neaandro hanya tersenyum, memberikan bunga itu kepada Naomy.

Sebuah lampu menyorot kearah mereka. "Wahh, selamat ya, kami tunggu undangan kalian." kata pembawa acara itu.

"Selamat ya, gue tunggu undangan lo." teriak Lena sahabatnya itu.

Naomy hanya terdiam mematung, mengingat sebuah rumor lama yang terbesit di pikirannya. Bagi mereka, orang yang mendapatkan bunga dari lemparan pengantin itu akan segera menikah merasakan kebahagiaan yang sama dengan pengantin saat ini. Apakah dirinya akan mengalami hal itu juga? Apa hanya sebuah kebetulan?

Bersambung...

NeandroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang