❤️ Dejavu?

1.8K 145 4
                                        

Akhirnya mereka sampai di depan rumah Naomy. Wanita itu turun dengan hati- hati dari mobil Neandro.

"Apa kau bisa berjalan? Kakimu masih sakit kan?" tanya Neandro khawatir dengan wanita itu.

"Sedikit. Tenang saja, aku bisa berjalan kok." sahut wanita itu.

Naomy mencoba berjalan selangkah.

"Awh!" ringisnya kesakitan.

Entah kenapa lututnya masih terasa sakit. Andai saja Naomy tidak datang ke acara alumni itu, mungkin dirinya akan baik- baik saja.

"Baiklah, aku akan mengendongmu sampai di rumah." ucap Neandro menawarkan bantuan.

"Jangan!" cegat Naomy, "Bantu saja aku berjalan, itu lebih baik."

Naomy tidak ingin tetangga sebelah bergosip ria mengatakan hal aneh tentang mereka. Memang, kebanyakan tetangganya selalu menebarkan gosip yang tidak jelas setiap harinya. Entahlah, kenapa mereka sangat suka bergosip, padahal itu hanya membuang-buang waktu mengurusi urusan orang lain.

"Baiklah, mari ku bantu." ucap Neandro menuntun wanita itu sampai memasuki rumahnya.

"Hati-hati." ucapnya khawatir.

Naomy mengangguk, berjalan perlahan di tuntun oleh pria itu. Akhirnya, mereka sampai di rumah Naomy.

"Terimakasih sudah mengantarku." ucap Naomy tulus.

"Sebaiknya sekarang istirahatlah."

Naomy mengangguk sambil tersenyum.

Blet!

Tiba- tiba lampu rumahnya menyala sendiri.

"Apa yang terjadi? Kenapa kau berjalan seperti itu?!" tanya wanita paruh baya itu sinis, melihat putrinya berjalan tertatih- tatih di bantu oleh Neandro.

"Mama? Kenapa mama sudah pulang?!" ucap Naomy terkejut melihat mamanya ada disini. Padahal, tadi siang masih di Bandung.

"Apa jangan-jangan kalian ngelakuin itu?" tanyanya curiga.

"Ma, apaan sih?!" ucap Naomy risih dengan kelakuan mamanya itu.

"Jangan salah paham dulu tante. Tadi, aku melihat Naomy terjatuh saat di restoran, akhirnya aku membantunya, dan mengantarkannya sampai di rumah." jelas Neandro meluruskan agar tidak ada kesalahan pahaman yang tidak diinginkan.

"Benarkah?"

"Iya tante. Mohon jangan salah paham."

Wanita paruh baya itu menghela nafasnya. "Yahh, tante kira kalian ngelakuin itu. Kalo ngelakuin itu juga nggak papa. Tante pengen cepet gendong cucu."

Naomy memutar bola matanya. Memang, sangat aneh. Biasanya, orang tua selalu menasehati anaknya agar tidak hamil diluar nikah. Sedangkan, mama Naomy berbeda, dia malah menyuruh anaknya hamil sebelum menikah. Siapapun itu, tolong angkut mamanya ini!

"Ma, apaan sih, kenapa mama selalu begitu? Aku nggak pacaran dia, kita hanya temen kan?" tanya Naomy melirik kearah Neandro.

"Iya tante, kita cuma teman."

"Nggak usah malu-malu gitu dong. Mama sangat setuju dengan hubungan kalian, umur kalian hampir sama, dan sama- sama belum menikah. Jika kalian menikah, Naomy hanya tinggal melangkah saja dari rumah. Jadi, irit biaya dan hemat tenaga, jika ingin menemui mama."

"Ma, apaan sih? gak jelas banget."

Naomy melirik kearah Neandro, menyuruh pria itu pergi secepatnya dari sini.

"Baiklah tante, Neandro pulang dulu, ini udah malem."

"Oh iya, nitip salam sama mama kamu ya, sering- sering main kesini ya Neandro."

NeandroCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang