Chapter 13

8.2K 927 75
                                        

Jennie POV

Aku bangun siang keesokan harinya, tapi yang mengejutkanku adalah tidak ada yang membangunkanku. Si kembar bangun lebih awal dan mereka biasanya membangunkanku. Dan karena Louis ada di rumah sakit, aku sempat berpikir bahwa Ella akan bangun dan menggoyangkan bahuku.

Aku pikir mungkin juga ini sesuatu yang jarang terjadi.

Aku meregangkan tubuh sejenak lalu bangkit.

Aku harus pergi ke rumah sakit karena sekarang Louis dijadwalkan untuk pulang.

Aku menyesuaikan diri sebentar lalu meninggalkan kamarku.

Di luar aku langsung disambut oleh bau yang harum... Bau yang berasal dari dapur.

Seseorang sedang memasak di dapur?

Tapi siapa? Apa Mommy sudah pulang?

Aku buru-buru pergi ke dapur dan aku disambut oleh keberadaan Lisa dan Ella.

Mereka sibuk di dapur. Keduanya mengenakan celemek yang menurutku seperti koki sungguhan.

Lisa sedang memasak sementara Ella berada di sampingnya di bangku, mungkin untuk menyamai tinggi Lisa. Itu bahkan membuatku tersenyum, putriku berpura-pura menjadi kepala koki yang memerintah ibunya.

Mereka memunggungiku sehingga mereka tidak memperhatikan kehadiranku.

Keduanya mengobrol sambil memasak. Dan keduanya merupakan pemandangan untuk dilihat.

Aku tidak bisa menahan senyum ketika aku melihat mereka.

Aku menyilangkan tangan di dada dan memutuskan untuk menguping sedikit.

"Sweetie, apakah menurutmu Mommymu akan menyukai ini?." Aku mendengar Lisa bertanya pada Ella, mengacu pada makanannya.

"Ya Mama. Karena Mommy suka pancake." Ella menjawab.

Lisa hanya mengangguk. Bahkan meskipun dia memunggungiku dan aku tidak bisa melihatnya aku tahu dia tersenyum.

Dia terdiam sebenter lalu kemudian berbicara lagi.

"Apakah Mommymu memasak?"

"Ya, dia memasak carbonara terbaik di seluruh dunia. Dan Grandma juga. Dia yang mengajari Mommy."

Senyumku melebar saat mendengar Ella. Dia hanya melebih-lebihkan. Tidak seperti Mommy, carbonaraku tidak sebaik ibuku, tapi si kembar menyukainya. Mereka adalah penggemar nomor satuku dalam hal memasak, meskipun aku tidak begitu baik, mereka masih menganggapku yang terbaik.

"Benarkah? Well, aku berharap aku bisa merasakan carbonara itu. Sepertinya sangat enak." Lisa menjawab. Dia mengangkat satu pancake dan membuatnya lagi.

"Oke, aku akan meminta Mommy untuk memasak untukmu."

"Ya, please. Sweetie, bisakah kamu memberiku gula?."

Ella segera menyerahkan permintaan tersebut.

"Ini, Mama."

"Terima kasih, chef."

Dia terkikik. Mungkin karena Lisa memanggilnya chef.

"Mama, apakah aku benar-benar chef?."

"Tentu saja, sweetie. Kamu tahu, kamu membantuku dengan semua barang ini. Dan jika bukan karenamu, aku tidak bisa melakukan ini sendirian. Jadi, itu semua berkat dirimu, chef cantik."

"Yay!! Aku seorang chef!." Ella berseru dan dengan senang hati memeluk Lisa. "Terima kasih Mama. Kamu adalah Mama terbaik di seluruh dunia!."

Aku mendengar Lisa terkekeh dan membalas pelukan putrinya dengan tangannya yang bebas.

Winning Back Mrs. Manoban [...]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang