VOTE DULU YUK BARU BACA☺
Pintu kamar Rain terbuka. Sarah masuk tanpa mengetuk pintu dan memperhatikan putrinya yang sepertinya sedang melamun di balkon. Ia tersenyum kemudian berjalan menghampiri Rain.
"Lagi mikirin pacar ya?" goda Sarah yang mengejutkan Rain. Gadis itu baru saja tersadar dari lamunannya.
"Ih, Mama apa-apaan, sih. Rain nggak punya pacar!"
"Terus mikirin apa?" Sarah terkekeh sembari mengusap lembut surai putrinya.
Rain menggeleng. Ia menikmati setiap usapan lembut Mamanya. Ia seperti kembali ke masa kecilnya dimana ia sering mendapat usapan hangat itu.
"Maafin Mama," lirih Sarah.
"Udah hampir sepuluh kali Mama bilang kayak gitu ke Rain."
Sarah tertawa melihat ekspresi Rain yang menggembungkan pipinya. Putrinya ini memang sangat lucu.
"Iya-iya. Tapi kamu beneran maafin Mama, kan?"
"Iya Mama sayang. Rain maafin kok," jawab Rain. Ia memeluk Sarah erat.
"Rain kamu nggak ada niatan bunuh Mama, kan?" tanya Sarah membuat Rain menaikkan sebelah alisnya.
"Abisnya kamu peluk Mama kenceng banget. Mama nggak bisa napas tahu!"
Kali ini Rain malah nyengir. Ia sedikit melonggarkan pelukannya, tetapi enggan untuk melepasnya.
"Kamu benar-benar cantik. Kamu juga pintar seperti Papamu," ucap Sarah.
"Makasih Mama. Tapi Mama juga cantik. Bahkan sangat cantik hingga melebihi idol Korea." Rain tersenyum manis.
"Kamu ini ada-ada saja."
✥✾✥
Malam ini, Awan benar-benar dibuat bingung dengan tingkah Rara. Adiknya itu kadang sangat manja, kadang akan mudah menangis, dan kadang pula akan marah-marah sendiri lalu mengadu pada Reyhan.
Awan menjambak rambutnya frustasi. Ada apa dengan adiknya ini? Mood Rara berubah-ubah sejak tadi pagi.
"Ra?"
Rara yang sedang memainkan ponsel sembari tiduran dikasur Kakaknya pun menoleh menatap Kakaknya.
"Rara lagi pms ya?"
Wajah Rara langsung berubah memerah. Ia malu. Aish kenapa Kakaknya bisa tahu? Apa ia tembus? Ah tapi sepertinya tidak? Baru saja ia mengganti pembalut.
"K-kakak tahu dari mana kalo Rara lagi pms?!" Rara memalingkan wajahnya.
"Soalnya mood kamu gampang berubah-ubah. Benar, kan kalo mood cewek gampang berubah-ubah itu karena sedang pms?"
"Iya bener. Kak Awan emang pinter." Rara mengangkat dua jempolnya.
"Kak?" panggil Rara setelah beberapa saat hening.
"Hm?"
"Kak Awan beneran bukan pacarnya Kak Rain?"
Pertanyaan itu lagi? Awan langsung menampilkan gelagat aneh. Keringat dingin tiba-tiba saja mengucur dipelipisnya. Kenapa ia sulit hanya menjawab pertanyaan seperti itu? Padahal ia hanya perlu menjawab kata 'tidak'.
"B-bukan," jawab Awan sedikit gugup. Tapi calon, lanjutnya dalam hati.
Rara berdecak. "Kalo suka tembak, Kak. Jangan sampe keduluan orang lain. Kakak mau, cewek yang Kakak suka jadi pacar orang lain?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Brittle [Tamat]
Fiksi RemajaRain Oktavia Pradipta, gadis rapuh yang selalu terlihat kuat di depan semua orang. Hal langka baginya jika mendapatkan sebuah kebahagiaan. Hidup dengan topeng yang menutupi semua kesedihannya. Selalu berusaha menjadi gadis ceria di depan semua orang...
![Brittle [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/229715410-64-k347770.jpg)