HAPPY READING♥
Waktu terus berjalan. Langit mengikuti waktu berubah setiap saat. Kala siang langit menunjukkan kecerahannya bersama sang surya lalu saat malam tiba berubah gelap disertai bintang dan bulan di sekelilingnya.
Hari ini langit berwarna biru cerah disertai matahari yang bersinar lumayan terik. Seperti mendukung kegiatan yang akan diadakan hari ini di SMA Garuda.
Masih terhitung pagi sebab jarum jam belum menunjukkan angka di atas dua belas. Di hari yang masih terhitung pagi ini rombongan siswa-siswi dari SMA Bhakti telah sampai di wilayah SMA Garuda baik player basket maupun para supporter-nya.
Dari kejauhan Rain memperhatikan rombongan yang baru saja memasuki wilayah sekolahnya itu. Ada rasa yang tak bisa ia tunjukkan pada siapapun kala melihat cowok yang memimpin rombongan. Dulu wajah itu adalah semangatnya setiap hari namun kini berubah menjadi bayangan kelam yang sangat tidak ia inginkan kehadirannya.
Tasha yang berada tepat di sebelah Rain paham akan perasaan sahabatnya sekarang. Ia juga membenci Ethan karena dia telah menyakiti sahabat baiknya. Laki-laki tidak tahu diri!
Menyentuh punggung tangan Rain lalu bertanya, "Rain, are you okay?"
Rain hanya tersenyum berusaha menutupi luka lamanya. Disaat-saat seperti ini Tasha memang yang terbaik. Dia selalu ada untuk menghiburnya. Terkadang Rain heran, kenapa sahabatnya itu seperti bunglon yang bisa berubah-ubah. Kadang childish sekali tetapi kadang juga bisa bersikap bijak layaknya orang dewasa pada umumnya. Aish dasar gadis aneh!
✥✾✥
Sorakan demi sorakan terlontar dari bibir kedua kubu sekolah yang berbeda. Pertandingan basket antara SMA Garuda dan SMA Bhakti telah berlalu beberapa menit yang lalu bahkan sekarang telah memasuki menit-menit akhir pertandingan.
Baik Awan maupun Ethan sama-sama berusaha mencetak skor untuk timnya masing-masing. Awan tidak akan membiarkan Ethan memenangkan pertandingan ini, ia tidak akan mengecewakan sekolahnya.
Waktu berjalan dengan cepat. Skor kedua tim saling menyusul. Kini menit terakhir babak penentuan, sebab sekarang dua tim itu seri dengan poin yang sama. Para siswa baik dari SMA Garuda maupun SMA Bhakti semakin bersemangat dengan sorakannya atau yel-yel sekolahnya masing-masing.
Saat ini bola tengah berada ditangan Awan. Wajah tampannya penuh dengan peluh. Mata tajamnya terfokus pada ring basket di depannya. Ia men-dribble bola orange itu hendak mencetak skor, namun langkahnya dihadang Ethan. Berusaha merebut bola itu dari Awan lalu berniat memancing emosinya. Itulah tak-tik seorang Ethan. Licik bukan?
"Kenapa waktu itu lo ikut campur urusan gue sama Rain?" tanyanya yang membuat Awan hampir kehilangan konsentrasi pada bolanya.
"Oh gue tahu, lo mau jadi pahlawan kesiangan?!" tukas Ethan pada Awan.
Awan menggertakkan gigi gerahamnya bersamaan dengan peluh yang mengalir dipelipisnya. Ia berusaha fokus pada ring sebab ia tahu yang dilakukan Ethan saat ini adalah memancing emosinya agar konsentrasinya buyar. Laki-laki dengan jersey basket bertuliskan SMA Garuda itu hanya diam berusaha meredam emosinya yang mulai terpancing.
Tersenyum miring sembari berujar, "Asal lo tahu, cewek yang lo tolong itu cuma bekas gue. Inget BEKAS GUE!" Ethan menekan kata-kata terakhirnya. Bersamaan dengan itu ia berhasil merebut bola dari tangan Awan.
Awan terperangah akan ucapan Ethan. Apa dia bilang? Bekas? Itu berarti Ethan adalah laki-laki yang pernah menetap dihati Rain. Ethan berhasil memecah konsentrasinya pada bola yang sedari tadi berada ditangannya. Awan kini hanya diam tidak melakukan pergerakan apapun. Otak kecilnya tergiang-ngiang perkataan Ethan tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brittle [Tamat]
Teen FictionRain Oktavia Pradipta, gadis rapuh yang selalu terlihat kuat di depan semua orang. Hal langka baginya jika mendapatkan sebuah kebahagiaan. Hidup dengan topeng yang menutupi semua kesedihannya. Selalu berusaha menjadi gadis ceria di depan semua orang...
![Brittle [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/229715410-64-k347770.jpg)