HAPPY READING♥
Empat belas tahun lalu, ketika Rain kecil masih menangis kencang dan Sarah yang berusaha untuk menenangkan agar putrinya tidak menangis lagi. Entah kenapa dari sore tadi Rain tak berhenti menangis. Raga yang belum pulang sampai saat ini juga membuat Sarah terus berpikiran hal buruk.
"Apa Rain demam? Kenapa dari tadi nggak berhenti-berhenti nangisnya?" tanya Rina pada Sarah yang sedang menimang-nimang Rain.
"Tadi panas sedikit, Bu tapi sekarang udah mendingan." Tatapan Sarah beralih pada Rina. "Mas Raga belum pulang?"
"Belum. Mungkin masih sibuk. Dia, kan ngurus dua perusahaan sekaligus," jawab Rina.
Perusahaan keluarga Raga dan keluarga Sarah kini diambil alih oleh Raga. Terkadang Jaya membantu Raga jika mengalami sedikit kesulitan di perusahaannya. Tapi semua itu tentu saja atas dasar kepura-puraan.
Perlu diketahui, Jaya tak menyukai Raga sejak pertama Sarah mengenalkan Raga ke keluarganya. Jaya selalu memaksa Sarah menikah dengan putra dari sahabatnya yang tak lain dan tak bukan ialah Brama. Namun kala itu, Jaya tak bisa berkutik. Rina sudah menyetujuinya dan ia juga belum mempunyai alasan yang cocok untuk tidak merestui hubungan Raga dan Sarah.
Hingga pada akhirnya Sarah menikah dengan Raga dan lahirlah seorang anak perempuan lucu yang Raga beri nama Rain, yang berarti hujan. Putri kecilnya lahir saat hujan turun. Raga berpikir mungkin suatu saat nanti jika dia sudah besar maka dia akan menyukai hujan oleh sebab itu ia menamainya Rain.
Dua tahun sudah Raga dan Sarah hidup bahagia ditambah dengan kehadiran seorang malaikat kecil mereka. Tanpa mereka sadari Jaya adalah seseorang yang tak suka melihat kebahagiaan anaknya sendiri. Jaya selalu merasa tak enak pada sahabatnya yang sudah membantu perusahaannya sehingga menjadi perusahaan yang cukup besar.
Jaya merasa jika ia menjodohkan Sarah dan Brama sudah pasti perusahaannya akan semakin dikenal oleh khalayak ramai bahkan bisa sampai terkenal ke luar negeri sebab perusahaan yang dipimpin oleh Ayahnya Brama adalah perusahaan yang lebih besar dari miliknya. Hingga rencana jahatanya ia susun secara matang-matang. Ia seperti dibutakan oleh kemewahan dunia.
Pagi hari yang cerah ketika Rain kecil masih terlelap dalam tidurnya, Sarah menangis dalam diam. Ia sungguh tak percaya dengan sebuah foto yang baru saja dilihatnya. Tadi ada orang tak dikenal mengirim foto itu dan menaruhnya di depan pintu.
Difoto itu nampak Raga yang sedang tertidur dengan badan setengah telanjang. Di sebelahnya ada seorang wanita yang sedang tersenyum menghadap kamera dengan pakaian minim yang sedikit melorot ke bawah hingga belahan dadanya terlihat.
Apa ini? Sarah berusaha untuk tidak percaya dengan sesuatu yang dilihatnya ini. Tapi ia tak bisa. Ia terlanjur pedih melihatnya.
Ia menangis dalam diam di depan putrinya yang sedang tertidur pulas. "Kamu tega, Mas. Kamu pembohong! Kamu nggak mikirin perasaan aku dan Rain!"
Rina yang mendengar suara isakan tangis dari kamar Sarah pun menghampirinya. Ia kebingungan sendiri saat melihat Sarah menangis sembari memegang sebuah foto.
"Sarah. Kamu kenapa?" tanya Rina. Ia memegang bahu putrinya.
Sarah hanya diam. Ia memeluk Rina dan memperlihatkan foto tadi pada Rina.
Foto macam apa ini? Siapa wanita yang berani-beraninya datang menjadi perusak rumah tangga Raga dan Sarah? Rina mengerjapkan matanya sekali lagi. Ia sungguh tak habis pikir dengan Raga juga wanita itu.
"Kamu tenang dulu Sarah. Mungkin foto itu hanya editan." Rina berusaha menenangkan Sarah.
"Kalo itu hanya editan, terus kenapa dari semalem Mas Raga nggak pulang, Bu?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Brittle [Tamat]
Teen FictionRain Oktavia Pradipta, gadis rapuh yang selalu terlihat kuat di depan semua orang. Hal langka baginya jika mendapatkan sebuah kebahagiaan. Hidup dengan topeng yang menutupi semua kesedihannya. Selalu berusaha menjadi gadis ceria di depan semua orang...
![Brittle [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/229715410-64-k347770.jpg)