Oliv duduk di balkon kamarnya. Juan bilang ia akan menyesal suatu hari nanti. Haruskah ia menyesal? Untuk apa?
Oliv tertawa kecil. "Nyesel? Enggak akan." Anggap saja dirinya dan Gemala impas. Lagi pula selama ini Gemala selalu merebut apa yang seharusnya jadi miliknya. Mulai dari ayah, Raden, dan Juan.
Hubungan Raden dan Juan jadi tidak baik karena sering kali mempeributkan Gemala. Imbasnya berakibat pada suasana ngumpul yang tidak lagi sama dan Oliv benci itu.
Oliv memeluk kakinya sendiri. Ia rindu ayah. Ia sangat rindu suasana rumah yang sangat harmonis. Tidak tahu apa alasan orang tuanya bercerai, tapi apa tidak mereka sadari bahwa itu berdampak besar pada dirinya?
Pipi Oliv tiba-tiba basah. Hidupnya sudah hancur dari kecil, tapi mengapa semua orang terus-terusan menyalahkan dirinya? Mulai dari ibu yang mengatakan dirinya jual diri, bahkan Juan pun ikut menyalahkan dirinya atas hidup Gemala yang hancur. Apa mereka pikir hidupnya tidak hancur?
Terlihat baik-baik saja di depan banyak orang, bukan berarti sungguh baik-baik saja. Mentalnya mungkin lebih kuat ketimbang Gemala, tapi ia juga sama hancurnya.
Melelahkan sekali menjadi manusia.
-gray-
Gemala mengetuk pintu kamar Billy. "Ayah udah tidur?"
"Belum," sahut Billy dari dalam.
Ceklek!
Kepala Gemala lebih dulu terlihat di mata Billy. Billy tersenyum. Tangannya mengisyaratkan Gemala untuk masuk.
Gemala naik ke kasur. Ia memeluk perut Billy yang buncit. "Kamu tumben belum tidur."
"Gak bisa tidur," jawab Gemala. Billy pun mengangguk sambil mengusap rambut Gemala. Gemala paling suka ini. Ia suka saat ayahnya mengusap-usap rambutnya.
"Ayah, Gemala pengen nanya sesuatu."
"Mau tanya apa?"
Gemala mengangkat wajahnya, menatap Billy. "Ayah malu gak punya anak kayak Gemala?
Alis Billy menyatu. "Kenapa harus malu?"
"Sebenarnya ...."
Billy sedang menanti apa yang akan Gemala ucapkan. Apakah Gemala sudah ingin jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi?
Gemala ragu untuk melanjutkan ucapannya. Namun, ia yakini dirinya sekali lagi. Sudah saatnya untuk memberitahu ayahnya tentang ini.
"Sebenarnya Gemala udah pernah diituin," lirih Gemala.
Billy tidak begitu terkejut lagi karena sebenarnya ia sudah tahu, tapi tentu saja ia ingin mendengar sendiri dari mulut Gemala.
"Kamu udah mau cerita?" tanya Billy.
Gemala terdiam sejenak. Kepalanya mengangguk. Ia mulai menceritakan detail dari saat itu Billy sedang tidak ada di rumah, rumah tiba-tiba mati lampu, dan sosok yang tidak ia kenal masuk ke rumah sampai pada akhirnya semua itu terjadi.
Setelah mendengar cerita dari Gemala, Billy jadi merasa bersalah pada Gemala. Ia tidak pernah sadar dengan perubahan Gemala yang senang mengurung diri di kamar.
"Kenapa gak pernah cerita sama Ayah dari awal?"
Bibir Gemala sedikit mengerucut. "Takut Ayah marah."
Billy tersenyum tipis. "Ayah gak mungkin marah. Kamu gak salah, mana mungkin Ayah marah sama kamu. Maafin Ayah yang belum bisa jagain kamu dengan baik. Selama ini Ayah kurang perhatian sama kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Gray [COMPLETED]
Novela Juvenil#WWC2020 WINNER Abu-abu, warna yang menggambarkan kehidupan Gemala. Tidak ada lagi tujuan, masa depan, dan kehidupan yang lebih baik. Semuanya sudah tidak lagi berwarna karena seseorang yang membuat kehidupannya hancur. ⚠️Terdapat kekerasan dalam c...
![Gray [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/245964092-64-k901502.jpg)